Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Diusir


__ADS_3

Malam hari setelah Rissa makan malam, gadis itu membuka buku dan sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Saat sedang fokus dengan tugasnya, Rissa mendengar gedoran pintu kontrakannya


Dug


Dug


Dug


Rissa!,,, Rissa! buka pintunya!


Rissa menghentikan kegiatannya, lalu beranjak dari meja belajar dan berjalan kedepan.


Ceklek


Gadis itu terkejut saat melihat Ibu Jubaedah dan Anton sudah berdiri di depan pintu dengan wajah garang


"Ada apa ya bu? malam malam gini gedor gedor pintu?! gak bisa ya, pelan sedikit? saya gak budek," ucap Rissa


"Terserah saya! ini kontrakan kontrakan saya! cepat bayar uang tunggakan kontrakan kemarin!" ucap ibu Jubaedah


"Loh,,, kok di tagih lagi bu? kan sudah saya bayar kemarin 300ribu, terus ibu kasih saya waktu seminggu buat lunasin bulan yang ini" jawab Rissa


"Saya gak mau tau ya! malam ini kamu harus bayar uang itu! atau kalau tidak, kamu angkat kaki dari kontrakan saya!" sarkas ibu Jubaedah


"Loh, ibu gak bisa gitu dong! ini namanya ibu ingkar janji! saya belum ada uang segitu" jawab Rissa


"Saya gak mau tau! pokoknya bayar malam ini juga!" ucap ibu Jubaedah


Kemudian Rissa masuk kedalam kontrakan, gadis itu mengambil uang sisa belanjaan yang tinggal 35rb. Gadis itu terlihat bingung karena dia tidak memiliki uang lagi, sementara Ibu Jubaedah dan Anton terlihat senyum sinis, keduanya sudah menebak pasti Rissa tidak memiliki uang malam itu


"RISSA!" Panggil ibu Jubaedah


Rissa keluar dengan hanya membawa uang 35ribu


"Bu, uang saya tinggal segini, tadi saya sudah belanja untuk beli bahan jualan besok. Besok saya akan usahakan uang itu ada bu, tolong jangan usir saya" ucap Rissa

__ADS_1


"Gak bisa! ini sudah mau akhir bulan! kamu belum juga bayar! dan kamu nyuruh saya bersabar lagi?!"


"Sekarang kamu kemasi barang barang mu! dan pergi dari sini!" sarkas ibu Jubaedah


"Tapi bu? saya mau tinggal dimana kalau ibu usir?" tanya Rissa


"Ya terserah kamu! Anton! cepat kamu keluar kan semua barang barang Rissa!" ucap Ibu Jubaedah, lalu Anton bergegas masuk kedalam


"Jangan!! jangan sentuh barang barang ku!" Teriak Rissa dan Anton berhenti


"Baik! saya akan pergi dari sini! beri saya waktu untuk membereskan barang barang saya!" ucap Rissa


Anton mundur dan menunggu di depan bersama ibunya, sementara Rissa masuk kedalam dan membereskan barang barangnya. Dia kaget saat Ibu Jubaedah tiba tiba masuk dan mengambil beras dan semua bahan makanan yang dia beli tadi siang di pasar.


"Ibu! itu punya saya! kenapa di ambl?!" tanya Rissa


"Ini sebagai bayaran selama 3 minggu kamu tinggal disini!" sarkas Ibu Jubaedah.


"Astagfirullah,,," ucap Rissa tidak menyangka jika Ibu Jubaedah bisa sekejam itu. Tapi dia merasa beruntung karena bisa tau sifat aseli Ibu Jubaedah dan Anton sekarang, dulu saja mereka bersikap baik dan tidak sampai marah marah begitu.


"Cepat pergi!" ucap Anton dengan wajah sinis


Rissa tidak mengatakan apapun, lalu gadis itu berjalan ke depan dengan tanpa arah dan tujuan.


Itu akibatnya karena kamu nolak aku!. Anton membatin


Rissa bingung mau tidur dimana malam ini, dia tidak memiliki ponsel, rumah teman temannya juga jauh. Kemudian Rissa mampir di musholah yang terlihat sudah sepi, dan gadis itu memutuskan untuk menumpang tidur disana malam itu.


Kondisi musholah sudah terkunci, kemudian gadis itu tidur di teras musholah dengan beralaskan selimut miliknya.


"Ya Allah,,, lindungi hamba mu ini, numpang istirahat yahh" ucap Rissa sendiri di dalam kesunyian malam.


Hingga subuh datang, Rissa kaget saat di bangunkan oleh seseorang dan ternyata salah satu warga di tempat itu yang akan menjalankan ibadah subuh


"Neng kok tidur disini?"

__ADS_1


"Semalam saya di usir dari kontrakan pak, jadi saya numpang tidur disini, maaf ya pak" ucap Rissa


"Ohh begitu,,iya gak papa, ini sudah subuh, ayo kita sholat"


Rissa mengangguk lalu gadis itu pergi ke kamar mandi yang ada d musholah untuk membersihkan dirinya. Setelah itu Rissa menjalankan ibadah subuh dan setelah itu bersiap siap untuk ke kampus. Untuk sementara, Rissa menitipkan barang barangnya di rumah bapak bapak yang membangunkannya tadi, sampai gadis itu mendapatkan kontrakan baru.


Di tempat lain, Dermawan baru saja keluar dari kamarnya. Pemuda itu sudah berpakaian rapi dan siap untuk ke kampus


"Kamu gak sarapan?!"


Langkah Dermawan berhenti saat mendengar suara papanya


"Nanti sarapan di kampus" jawab Dermawan


"Semenjak pulang dari Jerman, kamu tidak pernah menemui papa" ucap Pak Adi


Lalu Dermawan berbalik dan menatap papanya


"Dan semenjak Aku pulang, papa tidak pernah terlihat menemani Ibu di rumah sakit!" jawab Dermawan


"Kata siapa? papa jenguk ibu mu, kamu saja yang sibuk di kampus" jawab Pak Adi


"Oh iya? jenguk sebentar lalu pergi? dan menyuruh suster Ana untuk menemani ibu sepanjang hari?!" ucap Dermawan


"Papa harus bekerja, mana bisa papa meninggalkan pekerjaan papa dan hanya duduk menemani ibu mu?" jawab pak Adi


Dermawan tersenyum sinis, ada saja jawaban yang di berikan papanya sebagai alasan. Padahal Dermawan melihat sendiri lewat CCTV di ruangan ibunya di rawat yang dia ratas, papanya terlihat hanya beberapa kali masuk ke ruangan itu dan hanya sebentar.


.


.


.


.

__ADS_1


Kembang kopinya bestieeee, biar kuat melek dan nulis lagi😌


__ADS_2