
Rissa terbangun dari tidurnya saat mendengar suara adzan subuh berkumandang. Tangan Rissa merabaa rabaa sesuatu yang keras, hangat dan halus, Rissa kaget lalu membuka mata, dan sontak Rissa menjauh saat melihat tubuh laki laki yang terlihat punggung putihnya saja.
"Astagfirullah!"
Sedetik kemudian Rissa baru ingat jika dia sudah menikah kemarin, dan di sampingnya adalah suaminya. Sekelebat ingatan tetang semalam, setelah pulangnya papa mertuanya, Rissa tidak bisa langsung tidur karena suaminya sedetik pun tidak melepas cumbuuannya, sampai dia benar benar puas dan tertidur. Seketika jantungnya kembali berdebar debar ketika mengingat itu semua.
"Massss,, bangunn,, sudah subuh" ucap Rissa sambil mengusap punggung kekar suaminya dengan lembut
Mendapat sentuhan, Dermawan langsung terbangun. Di langsung berbalik dan menatap Rissa yang sedang tersenyum
"Selamat pagi istriku,," ucap Dermawan dengan tersenyum dan mengusap lembut wajah istrinya
"Pagi juga suamiku,," Jawab Riss dengan tersipu
"Sudah adzan mas, ayo bangun" ucap Rissa
"Iyaa"
Kemudian Dermawan duduk dan mengecup pipi kanan Rissa, Setelah itu dia turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi. Lalu Rissa merapikan tempat tidur setelah itu menyiapkan pakaian untuk suaminya.
"Ternyata, begini rasanya punya suami,,," ucap Rissa dengan senyum senyum sendiri.
Tak lama Pintu kamar mandi terbuka dan Dermawan keluar dari sana. Dia melihat Rissa yang sedang menyiapkan buku buku untuk kuliah pagi ini
"Sayang, nanti sepulang kuliah, kita langsung ke rumah mas ya" ucap Dermawan sambil memakai pakaiannya
"Loh mas, tapi barang barang Rissa belum di beresin" jawab Rissa
"Nanti pak Samsul sama Bik Atik kesini buat beres beres dan membawa barang barang kamu, mas pergi ke musholah dulu ya" ucap Dermawan lalu pergi meninggalkan Rissa ke Musholah karena sudah hampir terlambat,
"Iya mas" jawab Rissa
"Assalamualaikum" ucap Dermawan
"Wa'alaikumsalam" dan dijawab oleh Rissa
Seperginya Dermawan, Rissa ke dapur untuk menyiapkan sarapan mereka pagi itu. Ini kali pertama Rissa menyiapkan sarapan suaminya.
Hari ini Rissa tidak berjualan bubur karena terlalu lelah menjalani hari hai kemarin. Gadis itu hanya menyiapkan sarapan simpel dan cepat di buatnya, Jadilah nasi goreng ala ala Rissa dengan segelas susu untuk sarapan mereka.
__ADS_1
Saat Dermawan pulang, Rissa sudah menyambut suaminya dengan suka cita dan mengajaknya untuk sarapan bersama. Tentu Dermawan merasa sangat senang karena perhatian istrinya. Kemudian keduanya sarapan bersama.
Sementara itu rumah ibu Rita,
Uhukkk uhukkkkk
Ibu Rita tersedak saat mendengar cerita pak Adi jika Dermawan sudah menikah.
"Yang bener kamu mas?!" tanya Ibu Rita
"Iya, Awan sudah menikah kemarin Di semarang kata Samsul dan Aku sendiri juga sudah bertemu dengannya semalam!" jawab pak Adi
"Sama siapa mas?!" tanya Ibu Rita Pemasaran
"Namanya Rissa, Kamu ingat gadis yang bertemu kita di rumah sakit dan dia yang menyenggol mu?" ucap pak Adi
"Ya, aku masih ingat mas! apa itu istrinya Awan??!"tanya Ibu Rita
"Ya benar! itu istri Awan" sahut pak Adi
"Gadis kampung itu?!" Ibu Rita di buat menganga tidak percaya
Rissa dan Awan baru saja sampai di kampus. Rissa menunggu Awan yang menitipkan sepedanya di pos scurity.
"Mau di antar sampai ke kelas?" tanya Dermawan
"Tidak usah mas, mas ke kelas saja" jawab Rissa
"Ya sudah mas ke kelas ya" ucap Dermawan dan kemudian pergi meninggalkan Rissa dengan senyuman
Rissa pun tersenyum lalu berjalan menuju ke kelasnya. Saat akan masuk ke dalam, Rissa di cegat oleh Nella dan teman temannya yang sudah menunggu gadis itu di depan kelasnya.
"Heh Rissa!" panggil Nella
Rissa menghela nafas, malas sekali jika harus meladeni Nella dan teman temannya
"Apa?!" Jawab Rissa
"Dasar gatel ya kamu! udah di peringatin buat jauhin Awan, ngeyel banget! ngaca woy! kalian itu gak pantes!" sarkas Nella lalu mendorong bahu Rissa
__ADS_1
"Apa sih Nel?! Aku gak punya waktu bua ngeldeni kamu! udah sana minggir!" Jawab Riss tanpa rasa takut
Nella dan teman temannya tidak mau minggir, salah satu diantara mereka bahkan ada yang mendorong Rissa, hingga membuat gadis itu terhuyung ke belakang, Untung ada Awan yang menangkap Rissa dan menahan gadis itu agar tidak jatuh. Awan yang ingin bertemu dengan temannya yang kelasnya searah kelas Rissa malah melihat Rissa sedang di bully.
"Mas Awan?" ucap Rissa saat melihat Awan yang menolongnya
"Kamu Jahat sekali!" sarkas Awan kepada Nella
Nella terlihat gelagepan, kenapa Awan harus muncul di waktu yang tidak tepat
"Ini gak seperti yang kamu lihat kok Wan, kita cuma mau nyadarin ni Cewek kampung, dia itu gak pantes buat kamu,," ucap Nella
"Iya bener,," sahut teman teman nella
"Terus yang pantes buat aku siapa?! kamu?!" tanya Awan dan Nella langsung mengangguk
"Tapi sayang, Rissa jauh lebih baik daripada kamu!" ucap Awan
Hati Nella langsung mencelos mendengar ucapan Awan.
"Satu hal lagi, Jangan pernah kalian ganggu Rissa lagi! atau, aku akan berlaku kasar kepada kalian! ingat! Rissa itu Istriku!" ucap Awan dan membuat Nella bersama teman temannya bungkam.
Dermawan menggandeng tangan Rissa dan mengantarkan Rissa sampai di kelasnya. Saat melewati Nella, Rissa tersenyum mengejek gadis itu. Sedang Nella masih di buat terkejut dan menganga.
"Hah! Lelucon apa ini!"
.
.
.
.
.
.
Ini bukan lelucon kuda nel, tapi beneran! 😒
__ADS_1