
Pulang dari kampus, Rissa dan Dermawan menyempatkan diri untuk makan siang bersama di salah satu warteg langganan Rissa. Kata Rissa di warteg itu bisa ngutang kalau belum ada uang. Rupanya Rissa cukup dekat dengan pemilik warteg itu. Selesai makan siang, Rissa dan Dermawan mengendarai sepeda ontelnya pulang ke rumah utama.
"Mas,, masih jauh ya?" tanya Rissa, dia merasa kepanasan karena berada di terik matahari yang cukup panas.
"Enggak, sebentar lagi. Kepanasan ya?" tanya Dermawan dengan tersenyum
"Lumayan mas, kayaknya hari ini panas banget!" jawab Rissa
Dermawan mempercepat laju sepeda nya hingga mereka sampai di depan gerbang tinggi yang dari luar tidak terlihat isi di dalam nya. Rissa melihat kesana kemari, tempat itu cukup jauh dari rumah tetangga
"Kita sudah sampai mas?" tanya Rissa saa Dermawan turun dari sepeda dan memanggil scurity yang berjaga
"Iya sayang,," jawab Dermawan dengan tersenyum
Rissa menganga saat pintu gerbang di buka dan dia bisa melihat sebuah rumah besar dengan halaman sangat luas seperti lapangan sepak bola.
"Ayo naik lagi, kok malah bengong? mau jalan kaki?" tanya Dermawan dengan terkekeh melihat reaksi Rissa
Rissa tergagap lalu gadis itu kembali naik ke atas sepeda dan Dermawan kembali menjalankan sepedanya menuju rumah besar itu..
"Mas,, ini beneran rumah mas?" tanya Rissa lagi,
"Iya sayanggggg" jawab Dermawan
Keduanya sudah sampai di depan rumah lalu Dermawan meletakkan sepedanya di depan rumah. Rissa melihat di samping rumah ada beberapa mobil yang berjejer, Rasanya Rissa ingin pingsan.
"Loh,,, kok duduk di situ?!" tanya Dermawan saat Rissa malah duduk di lantai teras rumah
"Bentar mas,, aku lemes" ucap Rissa melihat kesana kemari, sungguh Rissa tidak pernah membayangkan dia akan dinikahi anak sultan seperti ini.
"Sini mas gendong"
Rissa terkejut saat tubuhnya melayang ke udara karena Awan menggendongnya dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Masss turunkan aku,," ucap Rissa merasa malu karena sekarang bukan hanya mereka berdua melainkan banyak orang yang berada di dalam rumah itu.
"Katanya tadi lemes, ya mas gendong" jawab Dermawan lalu mendudukkan Rissa sofa tamu.
"Malu mass banyak orang" jawab Rissa dan Awan terkekeh
__ADS_1
"Perhatian semuanya, Kenalkan ini Nona Marissa, dia adalah istriku. Jadi apapun yang dia butuhkan kalian harus membantunya" ucap Awan dan semua pelayan mengangguk
Rissa tersenyum canggung, gadis itu merasa sudah seperti ratu di rumah itu.
"Salam kenal semuanya saya Marissa, panggil saja Rissa" ucap Rissa dengan tersenyum,
"Salam kenal juga Non Rissa" para pelayan itu menjawab bersamaan.
Setelah itu Dermawan menyuruh mereka bubar dan mengerjakan tugas mereka masing masing. Sedangkan Dermawan dan Rissa masuk duduk di ruang tamu
"Mas,, Rissa masih gak nyangka, ternyata suamiku ini anak sultan!" ucap Rissa dengan mengusap rahang tegas Dermawan, tampak pemuda itu tersenyum mendengar ucapan istrinya
Cup!
"Sekarang sudah percaya?!" ucap Dermawan setelah mengecup bibir Rissa
Rissa mengulum senyum,
"Ih,, malu mas,, jangan cium disini, nanti dilihat orang" ucap Rissa sambil menengok kesana kemari tapi tidak ada orang lagi di ruang tamu
"Ini semua milik keluarga mas, jadi sebisa mungkin mas akan mempertahankan nya. Banyak kenangan di rumah ini, Meski semuanya tidak indah" ucap Dermawan
"Terima kasih,,"
Rissa di buat kaget saat mendapat serangan dadakan, bahkan dia belum siap tapi Dermawan sudah mendapatkan keinginannya seperti biasa.
Tiba tiba Keduanya tersentak kaget saat mendengar bel rumah berbunyi.
"Biar Rissa yang buka pintu mas" Ucap Rissa langsung berdiri dan berjalan ke pintu.
Dermawan terkekeh melihat Rissa yang sudah kabur karena takut perbutan mereka di lihat orang lain. Sepertinya aku ketularan mesuumnya Rissa! . Kekeh Dermawan
Ceklek
Rissa membuka pintu, dan melihat Calon istri baru papa mertuanya datang bersama seorang pria yang dia kenal.
"Rissa?! Kamu disini?!" utomo kaget saat melihat Rissa berada di dalam rumah itu.
"Iya" jawab Rissa datar saja
__ADS_1
"Kamu kenal?!" tanya Ibu Rita kepada Utomo
"Kenal banget ma,,! ini namanya jodoh Ris, kemanapun kamu pergi, kita akan tetap bertemu dan bersatu" ucap Utomo dengan begitu semangat
"Bersatu gundul mu! Rissa itu Istriku!" Dermawan menghampiri Rissa saat mendengar suara ibu Rita dan Utomo
"Apa?! Istri?!" Utomo sangat kaget
"Kamu kenal dia sayang?" Tanya Dermawan kepada Rissa
"Kenal mas, Dia itu salah satu pria yang mendekati ku, waktu baru masuk kuliah, aku di kenalkan sama temen kampus, tapi aku gak mau tuh! sudah ku tolak lagi! " jawab Rissa
"Oh begitu,," Sahut Dermawan
"Mau apa kalian kemari?!" tanya Dermawan tanpa ingin basa basi
"Kami datang kesini dengan baik baik ingin mengundang mu ke acara akad nikah tante dan papamu, walau bagaimana pun kamu tetap anak dari pria yang akan menikah dengan ku, jadi kami mengundang mu bersama istrimu" ucap Ibu Rita, padahal alasan utama dia datang aalah ingin memastikan apa benar Dermawan menikahi gadis kampung itu, dan ternyata benar.
"Tidak perlu repot repot, kami tidak akan datang. Kalau mau menikah ya sana menikah saja" jawab Dermawan
Ibu Rita dibuat menahan kesal, tapi dia tidak ingin meledak ledak. Tujuannya sekarang adalah menikah dengan pak Adi kemudian mengambil alih Rumah sakit, karena saat ini kepemilikan rumah sakit itu sudah atas nama pak Adi bukan Ibu Wina lagi. Berharap Asset Wina yang lain juga percuma karena hanya rumah sakit yang berhasil pak Adi dapatkan setelah bertahun tahun menikah dengan Ibu Wina.
"Terserah kau saja!"
Tidak ingin membuang waktu, Ibu Rita menyeret utomo untuk pergi dari rumah itu.
.
.
.
.
.
.
Wkwkwkwk di seret kayak sapi ya bu 🐮
__ADS_1