Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Anak Durhaka


__ADS_3

Ceklek


Dermawan membuka pintu dan kaget saat melihat papanya ada di depan rumahnya dengan wajah merah seperti sedang menahan emosi. Bukan hanya Dermawan yang kaget, tapi Rissa juga kaget karena yang datang bukan pak RT tapi melainkan mertuanya.


"Papa" ucap Dermawan


"Dasar anak durhaka!" sarkas pak Adi dengan menunjuk wajah Dermawan


Dermawan melihat ada pak Samsul, dia langsung menebak pasti papanya sudah tau semuanya.


"Kamu?!" Pak Adi bergantian menunjuk Rissa yang saat itu juga memasang wajah terkejut


"Ternyata kamu yang mempengaruhi putraku untuk menikahi kamu hah!" Sarkas pak Adi Kepada Rissa


"Apa apaan ini pa?! papa datang marah marah di depan rumah orang, papa gak malu di dengar tetangga?!" ucap Dermawan


Pak Adi nyelonong masuk, tanpa di persilahkan masuk


"Maafkan saya Den" ucap pak Samsul merasa bersalah


"Tidak papa" Jawab Dermawan


Kemudian Dermawan masuk bersama Rissa sedangkan pak Samsul menunggu di depan,


"Kenapa kamu menikah tanpa bicara dulu sama papa Wan?!" sarkas Pak Adi


"Memangnya apa penting nya buat papa?! bukankah selama ini aku dan Ibu tidak penting bagi papa?!" jawab Dermawan


"Jaga ucapan mu!" sarkas pak Adi


"Apa yang harus di jaga pa?! ini lah kenyataannya! papa lebih memilih pergi bersama tante Rita dan Utomo dibandingkan tinggal dengan ku! Jadi papa jangan merasa penting didalam hidup ku! meski aku terlahir dari darah papa dan Ibu! Tapi ini hidupku dan ini pilihanku!" jawab Dermawan


Plaaakkk

__ADS_1


"Anak Durhaka! kamu bicara kasar seperti ini pasti di pengaruhi wanita gak jelas ini kan! kalian belum kenal lama, pasti dia hanya mengincar harta kita!" ucap Pak Adi dengan menunjuk nunjuk Rissa


"Papa Mertua, tolong jangan menuduh saya seperti itu, saya memang orang miskin, tapi saya tidak gila harta seperti anda,,," jawab Rissa


"Lihat! kamu buka mata kamu dan lihat! kata katanya kasar seperti itu! sudah pasti dia bukan orang berpendidikan!" ucap pak Adi


"CUKUP PA!"


Pak Adi terdiam saat Dermawan membentaknya.


"Papa tidak berhak mengatur hidup Awan pa! Bahkan Awan tidak pernah melarang papa menikah lagi padahal makam ibu masih basah! Dan Awan baru sadar, Selama ini papa sudah selingkuh di belakang ibu!" ucap Dermawan


Pak Adi mengumpat lalu melayangkan tangannya ke arah Awan, namun gagal karena Rissa cepat menahan tangan pak Adi dengan cukup kuat.


"Papa Mertua jangan sakiti Mas Awan! harusnya papa mertua introspeksi diri" ucap Rissa


Pak Adi menarik tangannya dengan cukup kuat, dia merasa harga dirinya di injak injak oleh putranya sendiri. Dan dia yakin Dermawan juga di pengaruhi oleh gadis yang baru dia nikahi. Pak Adi baru ingat jika dia sebelumnya pernah bertemu dengan Rissa di Rumah sakit


"Papa merasa kecewa sama kamu!" ucap pak Adi


Tidak ingin berdebat lagi, Pak Adi lalu keluar dari rumah itu, Dermawan masih bergeming, dan hanya menatap kepergian papanya.


Braaaakkkk!


Pak Adi membanting pintu hingga mengejutkan semua orang


"Yang sabar ya mas,,," ucap Rissa dengan mengusap punggung suaminya


"Apa mas anak durhaka?"tanya Dermawan dengan menatap istrinya


"Tidak mas, mas itu orang baik, yang keterlaluan itu papa mertua mas. Mas Awan jangan pikirkan kata katanya yah,,, mudah mudahan suatu hari nanti papa mertua sadar dan di bukakan pintu hatinya, aamiin" ucap Rissa


"Aamiin, Semoga saja" jawab Dermawan.

__ADS_1


Kemudian Rissa mengajak suaminya untuk beristirahat.


Pak Adi terlihat sangat kacau saat pulang ke rumah ibu Rita. Pikirannya kalut, karena kabar yang mengejutkan hari ini. Baru sampai di rumah, Pak Adi sudah mendengar uring uringan dari Ibu Rita karena AC di rumah itu Rusak


"Mas,, besok kita beli AC baru ya, itu yang di kamar sudah rusak!" ucap Ibu Rita


"Kan bisa di panggil teknisi buat di benerin" jawab pak Adi


"Apa? ongkos benerin sama beli baru gak jauh beda, lagian itu AC lama dan minta ganti" ucap Ibu Rita


"Pa,, ma,, aku minta uang dong buat besok mau beli hp baru. Merk A ada keluaran terbaru loh ma,, murah lagi, harganya cuma 25juta" ucap Utomo yang baru saja keluar dari kamar


"Apa ganti Hp?! kamu pikir uang 25juta itu sedikit?!" sahut pak Adi naik darah


"Ya Ampun paa,, cuma 25juta papa sudah mau marah gitu,," jawab Utomo


"Cuma katamu?!" Pak Adi di buat menganga


"Kalian berdua membuatku bertambah pusing! rasanya kepalaku ingin pecahh!" ucap pak Adi lalu pergi ke kamar.


"Ini semua gara gara Wina dan putranya!" ucap Ibu Rita merasa kesal karena pak Adi tidak mendapat bagian warisan banyak dan kini hidupnya harus lebih berhemat dari biasanya. Pak Adi juga lebih pelit mengingat kondisi rumah sakit juga sedang sulit, Banyak Investor yang mundur setelah Ibu Wina tiada.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak kalian yahh gaessss, aku tuh seneng baca komen2 kalian yang lucu2 🤣


__ADS_2