Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Aku Salah Apa?


__ADS_3

"Dengan ini, aku memiliki kekuasaan penuh terhadap rumah sakit ini!" Pak Adi menunjukkan dokumen pengalihan kepemimpinan rumah sakit dari Ibu Wina kepada pak Adi suaminya.


"Bagaimana mas mendapatkan itu? bukan kah Wina masih menjadi pimpinan Rumah sakit?" tanya Rita


"Sejak Wina sakit sakitan, dia sendiri yang memintaku untuk menggantikan posisinya. Tinggal mengurus untuk menjadikan rumah sakit ini atas nama ku" jawab Pak Adi, Ibu Rita membaca isi dari dokumen itu


"Tapi mas, bukan kah disini di jelaskan, Jika rumah sakit ini akan menjadi milik Dermawan?!" tanya Ibu Rita kaget saat membaca ada poin dimana dijelaskan jika Rumah sakit itu akan menjadi milik Dermawan.


"Itu jika Awan sudah menikah, tapi dia masih kuliah, jadi dokumen itu akan mas rubah isinya. Sebelum Dermawan lulus dan menikah, Rumah sakit ini akan menjadi milik ku lebih dulu. Nanti Awan bisa bekerja di rumah sakit ini setelah lulus kuliah" jawab Pak Adi


"Aku dan Utomo harus mendapat bagian!" Ibu Rita membatin


"Inget mas, Utomo juga anak mu, masak hanya awan saja yang mas pikirkan" ucap Ibu Rita


"Tentu, Utomo juga bisa bekerja di sini setelah dia lulus nanti. Biar adil" jawab pak Adi


"Lihat saja, jika bukan posisi tertinggi, maka akan ku rebut rumah sakit ini!" Ibu Rita membatin


Sementara itu,,


Di kontrakan Ibu Wina, dua sejoli yang baru saja melepas pertautan mereka, terlihat sama sama tersenyum. Ntah sudah berapa lama, yang jelas kini keduanya merasa sedang berbunga bunga. Dermawan menyentuh bibir Rissa yang sejak tadi menjadi bulan bulanannya, rasanya tidak ada kata puas ingin merasakannya lagi dan lagi....


"Sudah mas, rasanya sudah kebas" Rissa menyingkirkan tangan Dermawan yang sejak tadi mengusap bibirnya dan Rissa langsung membenarkan duduknya


"Kamu terus yang mancing aku!" jawab Dermawan lalu melihat laptopnya


"Habis kamu itu menggoda mas!" Rissa terkekeh sendiri setelah mengatakan hal itu sedang Dermawan menggeleng gelengkan kepala.


"Untung cinta, coba kalau enggak!" ucap Dermawan


"Apa?!" sungut Rissa


"Ya gak mau cium kamu lah!" jawab Dermawan dengan terkekeh


"Ck! aku juga kalau gak cinta, ya gak mau di cium sama kamu mas! mas tuh harusnya beruntung dicium sama gadis cantik kayak aku!" kekeh Rissa

__ADS_1


"Haha,, iya iyaaaa masss beruntungggg! sangat beruntung karena mas yang pertama!" jawab Dermawan hendak mengecup Rissa lagi


"Mas Stop!"


Ucap Rissa saat melihat Video yang di putar Dermawan menampilkan wajah pria paruh baya yang dia temui di rumah sakit tadi


"Ada apa?" tanya Dermawan lalu melihat ke laptopnya lagi


"Itu siapa mas? kok wajahnya sama kayak bapak bapak yang bertemu dengan ku di rumah sakit tadi?" tanya Rissa


Lalu Dermawan mengeraskan volume laptopnya dan terlihat papanya sedang bekerja di ruangannya.


"Itu papa ku" jawab Dermawan


"Hah?!"


Rissa menganga kaget dan menatap Dermawan bergantian dengan melihat layar laptop. Memang sedikit mirip, tapi Dermawan terlihat lebih tampan, mungkin karena ada campuran dari Ibu nya.


"Iya,, dia papa ku Ris," jawab Dermawan


"Papa mas kerja di rumah sakit itu?" tanya Rissa masih bingung


Deg!


Rissa terdiam, salah gadis itu juga, kenapa selama ini dia tidak bertanya soal seluk beluk keluarga Dermawan. Rissa pikir, Dermawan sama seperti dia, hanya dari kalangan orang biasa. Dari penampilan nya, pemuda itu terlihat sederhana jadi tidak membuat Rissa berfikir jika Dermawan anak orang kaya.


Tiba tiba Rissa mundur, kemudian dia berdiri.


"Kamu kenapa Ris?" tanya Dermawan lalu berdiri dan menatap Rissa yang langsung diam.


"Aku ingin istirahat mas, lebih baik mas pulang" ucap Rissa, gadis itu sudah akan ke kamar, tapi segera di tahan oleh Dermawan.


"Kamu kenapa?" tanya Dermawan bingung dengan perubahan sikap Rissa. Dermawan mencengkram lengan Rissa dan membuat gadis itu berbalik


"Aku gak papa mas, cuma mau istirahat. Mas pulang saja. " jawab Rissa

__ADS_1


"Tapi Riss?" tanya Dermawan


"Aku pengen sendiri!" jawab Rissa lalu menyentak lengannya dengan cukup kuat dan cengkraman tangan Dermawan terlepas.


Lalu Rissa masuk kedalam kamar dan menguncinya.


"Aku salah apa?" Dermawan yang masih mematung di buat bingung.


Rissa terduduk di belakang pintu kamarnya. Gadis itu terlihat murung setelah mengetahui jika Dermawan adalah anak pemilik rumah sakit yang cukup besar di kota itu. Gadis itu merasa sedih, karena kenapa dia harus jatuh cinta pada pemuda kaya padahal selama ini dia selalu menghindar jika ada pemuda dari keluarga kaya mendekati dirinya.


Rissa tidak ingin berurusan dengan orang orang kaya, terlebih mereka yang hanya bisanya membanggakan harta orang tua. karena menurut Rissa langit dan bumi tidak akan mungkin bersatu. Terlalu banyak penghalang jika mereka memaksakan ingin bersama. Hidupnya sudah sangat pahit, dia tidak ingin bertambah pahit jika harus berurusan dengan orang berduit, karena sangat rumit.


Sementara itu, Dermawan yang di tinggal sendiri, memilih untuk pergi. Dia akan kembali ke rumahnya karena harus menyelesaikan urusan keluarganya setelah tadi sempat mendengar percakapan papanya dengan kuasa hukumnya yang membahas soal rumah sakit. Tapi sebelum dia pergi, Dermawan meninggalkan sebuah catatan kecil di atas meja untuk Rissa


Rissa,,,


Mas pulang dulu ya untuk menyelesaikan masalah keluarga mas, setelah itu kita selesaikan masalah kita. Tunggu mas ya Ris,,, Mas janji gak akan lama.


^^^Kekasihmu, Dermawan^^^


Setelah itu Dermawan pulang kerumah orang tuanya.


.


.


.


.


.


.


Walah neng Rissa insecureee permisa 😑

__ADS_1



Pura puranya Oma sama Opa lagi galau 🤣


__ADS_2