Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Malam Syahdu


__ADS_3

Menjadi orang tua dengan memiliki dua anak yang super aktif, membuat Rissa dan Awan harus esktra membagi waktu untuk anak anak, kuliah, pekerjaan, dan Quality time berdua. Meski Rissa dan Awan sudah tidak memiliki orang tua lagi, keduanya yang mengurus kedua anak mereka, awalnya Rissa tidak ingin mencari baby sister untuk anak anaknya, tapi melihat tingkah keduanya dan juga banyaknya tugas skripsi yang menunggu, Rissa mau di bantu baby sister untuk menjaga anak anaknya.


Rissa maupun Dermawan sudah sepakat, jika keduanya hanya ingin memiliki dua anak saja. Mendapatkan anak satu putra dan satu putri itu, mereka sudah sangat bersyukur, rasanya sudah sangat lengkap mereka merasakan kebahagiaan didalam keluarga kecil mereka. Tinggal mereka belajar menjadi orang tua yang baik dan menjadi contoh yang baik untuk anak anak mereka.


Dan kini, Setelah keduanya berjuang selama bertahun tahun untuk mendapatkan gelar dokter spesialis, tepat pada hari ini, Rissa dan Dermawan akan mendapatkannya. Keduanya sudah menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan tepat waktu, sekarang tinggal pengesahan untuk menyandang gelar dokter spesialis Jantung dan juga Dokter Spesialis Obgyn. Dengan dibalut pakaian formal Rissa dan Dermawan sudah siap untuk mendapatkan gelar itu.


Sementara kedua bocil mereka duduk tenang menyaksikan kedua orang tua mereka. Sebelumnya mereka sudah berjanji untuk tidak membuat onar dan juga banyak tingkah. Hanya saja, keduanya membawa bekal cemilan yang cukup banyak agar tidak bosan menunggu.


"Mba Putri,,, apa kami boleh membeli hadiah untuk mama di luar?" tanya Angga pada baby sister Liora


"Boleh, nanti setelah papa dan mama sudah maju ke depan, kita keluar ya beli hadiah untuk mereka" jawab mba putri


"Ote!" sahut Liora dengan kegirangan.


Angga dan Liora merasa senang dan bangga karena mereka dilahirkan oleh mama yang hebat, papa yang juga hebat. Angga dan Liora yang menyaksikan sendiri kedua orang tuanya mendapatkan gelar dokternya, dan melihat itu, kemudian keduanya bercita cita ingin menjadi dokter seperti kedua orang tuanya dan menolong banyak orang.


Lalu Liora dan Angga keluar bersama mba Putri untuk membelikan hadiah kedua orang tua mereka.


Sementara itu, meski Rissa dan Dermawan tidak duduk berdampingan, tapi keduanya masih bisa saling menatap dan saling melempar senyum. Ada rasa yang akan meledak, saat tatapan keduanya bertemu,,,


Meski sudah sering seperti itu, tapi tetap saja, jantung keduanya bisa berdebar tak karuan. Ada rasa cinta yang langsung menggelora didalam dadaa.


Selesai acara, keduanya keluar dari gedung bergantian dengan teman teman yang lain.


"Selamat ya sayang,,, akhirnya kita bisa meraih impian kita,,," ucap Dermawan pada istrinya


"Alhamdulillah mas, terima kasih sudah mensupport Rissa dan semangatin Rissa terus" ucap Rissa kemudian bergelayut manja di lengan suaminya.


"Iya sayang,, oh iya dimana anak anak?" tanya Dermawan


"Sama mba puteri katanya nunggu di luar" jawab Rissa


Saat keduanya sudah keluar dari gedung, Rissa dan Awan mencari cari keberadaan buah hati mereka.


"Mama,,,, papa,,," Teriakan begitu keras, jelas Rissa dan Awan menoleh saat mendengar teriakan kedua buah hati mereka.


"Angga,, Liora,," ucap Rissa saat melihat kedua anaknya membawa bunga cukup besar, bahkan Liora hampir tidak terlihat,

__ADS_1


"Ayo kita kesana" ucap Dermawan lalu menghampiri anak anak mereka


"Selamat ya ma,, pa,,,ini hadiah untuk papa dan mama" ucap Angga memberikan buket bunga kepada Kedua orang tuanya bergantian


"Terima kasih sayang,," jawab Dermawan dan Rissa bersamaan


"Celamat ya ma,, pa,,, ini unga dali acu" ucap Liora dengan susah payah membawa buket bunga di kedua tangan mungilnya


"Makasihhhh sayang" ucap Rissa dan Dermawan saat menerima hadiah dari Liora


"Tanan cu petel cekali,,," ucap Liora dengan meringis tapi semua orang malah tertawa


"Kasiaannn anak gadis papa,,, sini papa gendong" ucap Dermawan


"Tolong bawakan ini ya mba" ucap Dermawan kepada putri, lalu Awan menggendong Liora dengan sebelah tangannya


"Ayo kita pulang,,,"


Kemudian Dermawan mengajak istri dan anak anaknya untuk pulang kerumah mereka.


Begitu sampai dirumah, ternyata ada kejutan yang sudah di siapkan oleh para pelayan dirumah besar itu. Mereka menyiapkan nasi tumpeng, untuk kedua majikannya.


"Terima kasih ya,,,," ucap Dermawan dan Rissa


Kemudian semuanya berkumpul di ruang tengah untuk merayakan bersama atas keberhasilan Rissa dan Dermawan menyelesaikan studinya.


Sementara di tempat yang berbeda, Utomo sedang menjenguk mamanya di Rumah sakit Jiwa, Ibu Rita yang sedang duduk di kursi roda terlihat senyum senyum sendiri, dan sesekali mengoceh tanpa memperdulikan Utomo yang berada di sampingnya


"Hihihi,, aku ini orang kaya,,,hartaku tidak akan habis tujuh turunan, hahahhaa,,, lihat saja, ini adalah istanaku,,, hahah"


Melihat ibunya seperti itu, utomo merasa sangat miris. Kata dokter, Ibu Rita sangat sulit sembuh karena jiwanya dibelenggu oleh dirinya sendiri. Jika tidak ada keinginan yang kuat untuk sembuh, maka selamanya dia akan seperti itu.


Dokter sudah mencoba untuk membangun jiwa Ibu Rita, namun wanita paruh baya itu tidak memberikan respon apa apa. Jadilah sekarang Utomo pasrah dangan kondisi ibunya. Dia saja sudah sangat pusing memimpin rumah sakir sugih waras yang sampai detik ini tidak mengalami perkembangan apa apa.


...........


Malam sudah menyapa, anak anak sudah tidur, dan kini Rissa dan Awan duduk di balkon kamar mereka. Duduk berdua menikmati semilir angin malam ini..

__ADS_1


"Malam ini begitu indah ya mas,,, terang bulan " ucap Rissa sambil memeluk Dermawan menikmati indahnya malam


"Iya,, apalagi anak anak sudah tidur,, rasanya seperti pengantin baru lagi" ucap Dermawan dengan tersenyum


Rissa terkekeh,,


"Jadi inget, dulu saat pertama kali kita bertemu mas,,, " ucap Rissa


"Dulu,, kamu kan yang duluan cium mas,," kekeh Dermawan


"Hem,, kok itu yang paling diingat mas? masak gk ada yang lain?" ucap Rissa kemudian menatap Dermawan yang saat itu juga menatapnya


"Yang lain juga masih ingat, cuma yang paling diingat itu nya, mas gak nyangka kalau dicium cewek duluan,, hihihi" kekeh Dermawan


Rissa jadi malu, tapi yaa mau gimana lagi, memang benar begitu adanya dan dia tidak bisa mengelak


"Itu karena mas gak mau cium aku duluan!" cetusnya dengan bibir mencibik


"Tapi mas suka, di mesumin kamu!" ucap Dermawan sambil menjawil dagu istrinya


Suasana semakin syahdu, terlihat keduanya masih betah berada disana sambil melemparkan canda tawa bersama.


"Sudah malam, ayo kita tidur" ucap Dermawan, kemudian menggendong Rissa ala ala pengantin baru, Rissa tersenyum senang, karena sejak pertama bertemu sampai sekarang, awan selalu bersikap romantis seperti ini


"Beneran langsung tidur?" tanya Rissa dengan tersenyum


"Ohhh tentu tidak,, malam ini terlalu sayang dilewatkan tanpa pertarungan! hitung hitung ini hadiah kelulusan kita,," Kemudian Dermawan merebahkan Rissa di atas ranjang, dan menatapnya begitu dalam,,


"Aku adalah milik mu mas,," ucap Rissa dengan suara manja,,


"Aku juga milikmu,,, "


Kemudian Dermawan mengecup Rissa dengan penuh kelembutan.


...TAMAT...


Cusss lanjut ke ceritanya Ulla yahhhh, judulnya 👇🏻

__ADS_1


...Satu Gadis Dua Duda...


Shanghai semuaaaaaaaaaa🫰😍


__ADS_2