Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Kejar kejaran!


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat,,,


Proses pembangunan rumah sakit milik Dermawan pun sudah memasuki tahap finishing. Dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, rumah sakit itu sudah hampir selesai 100%, Rumah sakit besar dengan membutuhkan banyak tenaga kerja profesional. Pembukaan lowongan kerja pun sudah tersebar kemana mana.


Karena hal itu, Dermawan di bantu oleh Tim dari pak Fransisco yang sudah mempersiapkan sistem untuk penerimaan tenaga kerja baru karena mereka yakin, hal ini tidak akan cukup sehari untuk menyeleksinya.


Untung saja Rissa dan Dermawan sudah menyelesaikan ujian semester mereka, jadi mereka bisa fokus ikut dalam pemilihan para tenaga kerja yang tepat dan terutama berakhlak untuk menjadi bagian dari rumah sakit mereka.


Kandungan Rissa pun sudah memasuki masa trimester ke tiga sekarang. Janinnya sangat aktif, tapi selalu bisa mengerti kondisi saat Rissa sedang sibuk membantu Awan bekerja, Janin itu tampak anteng, baru setelah malam tiba, janin itu seperti ingin di manja dengan meminta di elus elus oleh papanya.


Braaaakkkkk!


"Apa?!"


"Jadi Rumah sakit itu milik Dermawan?!" Ibu Rita seperti kebakaran jenggot saat mendapat laporan dari anak buahnya yang di utus untuk menyelinap dan memata matai rumah sakit itu. Bahkan anak buah itu sampai menyamar menjadi salah satu pelamar kerja.


Ibu Rita murka, dia merasa kalang kabut karena bulan ini saja sudah banyak pegawai rumah sakit yang mengajukan resign. Bukan hanya itu, beberapa dokter ahli juga mengundurkan diri dari pekerjaannya.


"Aaarrggggghh!! itu tidak mungkin! bukannya rumah sakit itu milik Nur Rahman?!" sarkas Ibu Rita


"Nur Rahman itu nama istrinya tuan Awan Nyonya" jawabnya


Ibu Rita berteriak kesal, kemudian anak buahnya segera keluar karena takut ibu Rita mengamuk. Orang itu sampai terkejut saat mendengar suara benda benda di banting,,


"Awaaassss kalian berduaaaa! aku akan hancurkan rumah sakit kaliaaaannn!!!" teriak Ibu Rita seperti kesetaanan.

__ADS_1


Di tempat lain,,,,


Rissa dan Awan tengah berada di kantor pak Frans, sedang melihat hasil seleksi para calon pegawai rumah sakit mereka. ribuan orang mendaftar. Beberapa dari dokter yang melamar itu berasal dari rumah sakit lama.


Mereka pulang dari kantor pak Frans sampai larut malam, meski begitu Rissa selalu setia menemani suaminya bekerja, karena Rissa juga tidak mau ditinggal sendirian dirumah, katanya sepi, padahal di rumah besar itu banyak orang. Sampai pada akhirnya ibu hamil itu tertidur didalam ruangan pak Frans sedang Dermawan masih bekerja bersama tim pak Frans.


Dermawan melihat jam sudah menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat, kemudian dia menginstruksi untuk pulang kepada beberapa pegawai pak Frans yang masih bersamanya. Dermawan pun juga membereskan barang barangnya dan bersiap untuk pulang.


"Ya ampun,, sampai ketiduran" ucap Dermawan saat melihat Rissa yang tidur di sofa dengan begitu lelapnya.


Melihat Rissa dengan perut buncitnya itu, Dermawan merasa tidak tega untuk membangunkan istrinya, Pasti bumil itu sangat lelah karena seharian dia ikut bekerja . Kemudian Dermawan mengangkat Rissa dan membawanya keluar dari ruangan. Melihat Dermawan sedikit kerepotan, Seorang pegawai Pak Frans membantunya membuka kan mobil, lalu Rissa di tidurkan di bangku penumpang. Setelah itu Dermawan meninggalkan kantor pak Frans dan akan pulang ke rumah .


"Itu mobil siapa? sepertinya mobil itu terus mengikuti ku?"


"Sayang,,! bangun,,!" ucap Dermawan,


"Rissa! Bangun!" ucapnya sekali lagi dengan suara lebih keras


Rissa terkaget, lalu membuka mata, dia mengedarkan pandangannya dan baru sadar jika dia berada di dalam mobil.


"Mas?"


"Pakai sabuk pengaman mu, kita sedang di kejar orang!" ucap Dermawan


Rissa segera duduk dan memasang sabuk pengamannya dengan panik.

__ADS_1


"Siapa mas?" tanya Rissa sambil berpegangan kuat


"Mas tidak tau!" jawab Dermawan


Mobil terus melaju cepat, dan mobil belakang berusaha mencari cela untuk menyalip


"Aku tidak akan melepaskan kalian malam ini!" Utomo dan teman temannya terus berusaha mengejar mobil Dermawan.


"Mas,, Kita belok ke kantor polisi!" ucap Rissa saat melihat di depan sana ada kantor polisi, tidak ingin membuang waktu, Dermawan mengikuti saran istrinya. Lalu dia membelokkan mobilnya ke kantor polisi sedang mobil utomo dan teman temannya terpaksa lurus saja melepaskan Dermawan


"Sial!"


.


.


.


.


.


.


Wesss tinggalin jejak kalean ya

__ADS_1


__ADS_2