
Dermawan mempertimbangkan dengan matang, apakah dia butuh investor sekarang atau tidak. Dia juga sangat ingin hati hati, tidak ingin grasa grusu untuk memutuskan kerjasama itu. Tapi menimbang lagi, mereka semua yang datang adalah orang orang yang dulu membersamai kakek dan Ibu nya, Dermawan kembali memikirkan tawaran itu.
"Masss"
Dermawan kaget saat sedang melamun, bahunya di usap Rissa dengan begitu lembut
"Iya sayang? kamu buat apa?" tanya Dermawan
"Rissa hanya membawa potongan buah mangga mas, memang mas mau di buatkan apa?" tanya Rissa
"Ah, tidak. Ini saja sudah cukup" Jawab Dermawan.
Kemudian Rissa duduk di pangkuan Dermawan, padahal jelas di depan sana ada kursi kosong, tapi dia lebih senang duduk di sana.
"Mas masih kepikiran soal kerjasama itu ya?" tanya Rissa
"Iya, sedikit" jawab Dermawan lalu menyuapkan potongan buah mangga itu kedalam mulut nya.
"Kalau menurut Rissa ya mas,, mungkin lebih baik mas terima tawaran mereka mas, Rumah sakit mas itu sudah besar, dan untuk bisa bersaing dengan rumah sakit lain yang sudah lebih dulu berdiri, rumah sakit itu harus memiliki nilai lebih..."
"Contoh nih mas!" Rissa lalu turun dari pangkuan dan berdiri di depan suaminya
"Rumah sakit mas, memiliki banyak Dokter ahli dan profesional di bidangnya, semua alat kedokterannya juga lengkap, canggih dan semua itu pasti membutuhkan dana yang cukup besar mas. Rissa yakin dengan begitu, orang akan banyak datang ke rumah sakit mas untuk berobat" ucap Rissa dengan menggebu gebu
"Kalau memang mereka adalah orang orang yang dulu kerjasama dengan Ibu dan kakek, tentu mereka itu semua orang orang baik. Tentu nanti pembagian keuntungan harus benar benar di perhitungkan". Ucap Rissa lagi
Dermawan menimang nimang perkataan istrinya
__ADS_1
"Kamu ada benarnya juga sayang,,," ucap Dermawan
Setelah mendapat masukan dari istrinya, Dermawan menemui pak Frans untuk meminta pendapat. Pak Frans pun sependapat dengan Rissa dan menyarankan Dermawan untuk menerima kerjasama itu.
Beberapa hari kemudian, Dermawan di temani pak Frans, dan juga bersama para calon Investor mengadakan pertemuan di rumah sakit baru milik Dermawan. Sebelumnya mereka melihat lihat seluruh ruangan yang ada di dalam rumah sakit itu.
"Jadi apa nama rumah sakit ini nanti?" tanya pak Danesh
Mereka tidak bisa melihat dengan jelas nama rumah sakit itu karena masih tertutup kain berwarna hitam yang menutupi papan nama rumah sakit besar itu.
"Saya memberi nama Rumah sakit TRI MEDIKA pak, Kata Tri itu saya ambil dari nama ibu Saya Wina Tri Ayudia " jawab Dermawan
Semuanya tampak manggut manggut,
"Rencananya setelah semua alat medis sudah lengkap, saya akan segera meresmikan rumah sakit ini" ucap Dermawan lagi
Kemudian mereka masuk ke ruangan khusus pimpinan rumah sakit, dan disana sudah terdapat furniture lengkap. Lalu mereka duduk dan membahas kerjasama mereka.
Pulang dari rumah sakit, Dermawan sudah mengantongi kerjasama bersama para investor rumah sakit.
"Rissaaaa,,, Masss pulang,,," teriak Dermawan saat sudah sampai di rumah, karena pemuda itu tidak melihat istrinya di depan rumah dan hanya ada pelayan, jadi Dermawan berlari ke dapur karena kata pelayan Rissa sedang membuat susu ibu hamil
"Massss Awannn?!" Rissa kaget saat tiba tiba dirinya dipeluk dari belakang, dan pipinya di kecup berkali kali.
"Maluuu masss" Ucap Rissa saat melihat para pelayan yang ada di dapur melihat mereka sedang bermesraan
Dermawan tidak peduli, karena sangking senangnya, bibir Rissa pun juga jadi sasaran. Rissa berbalik dan mendorong dadaa Dermawan agar menjauh darinya
__ADS_1
"Apa sihh mas?! jangan cium disini, iihhh!" ucap Rissa
"Masss senengggggg banget! ternyata begini ya rasanya punya perusahaan sendiri, dan mas sudah melakukan kerjasama itu bersama mereka!" ucap Dermawan saat menatap mata istrinya
"Alhamdulillah, tapi jangan seneng dulu mas!. Itu berarti tanggung jawab mas semakin besar, karena mas sebagai pimpinan rumah sakit harus bisa menjaga kepercayaan mereka dan juga memimpin rumah sakit dengan benar!" ucap Rissa
"Iya, kamu benar! Mas harus banyak belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang baik! agar kedepannya rumah sakit itu berjalan dengan baik dan memberikan banyak manfaat untuk orang yang membutuhkan pengobatan!" ucap Dermawan
"Rissa yakin mas pasti bisa! SEMANGATTTTTT!" Seru Rissa memberikan semangat kepada suaminya
"SEMANGATTTTTT!"
.
.
.
.
.
.
Biar yang nulis juga semangat, kasih hadiah dongš
Oh iya, gak lama lagi cerita ini bakal selesai yahhh, akuh lagi Persiapan untuk cerita baru𤣠tapi belum ketemu judul yang pas hehehehehheheh, Clue nya 'Azzura'
__ADS_1