
Utomo benar benar membawa Ibu Rita pergi dari rumah sakit Tri Medika setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit dan saat itu Ibu Rita juga sudah sadar kembali, meski kondisinya sangat memprihatinkan, sudah kakinya lumpuh, Ibu Rita juga terkena depresi akibat kecelakaan yang menimpanya.
Sementara itu Dokter Virza juga sudah melaporkan kejadian d ruang ICU itu kepada Dermawan. Dermawan tidak diam saja, mendapat laporan itu. Dia akan mempersiapkan diri untuk menghadapi Utomo. Jika berani mengoceh kemana mana, dia akan tutup mulut pemuda itu hingga tidak bisa bicara lagi.
Tapi ternyata itu semua hanya ancaman semata, Utomo saja sudah di pusingkan dengan banyaknya keluhan dari para tenaga medis di rumah sakit karena keterbatasan obat dan alat medis di rumah sakit. Mengingat rumah sakit 2 bulan terakhir defisit income, dan tidak ada lagi investor yang mau menanamkan modalnya di rumah sakit itu, terpaksa Utomo memecat banyak karyawannya karena tidak lagi sanggup untuk menggaji mereka. Belum lagi saat ini Ibu Rita di masukkan ke RSJ oleh Utomo karena dia tidak sanggup untuk merawat ibunya.
"Aarrgghh,,,! bisa bisa aku ikut gila karena ini semua!" ucapnya dengan penuh rasa frustasi.
Bukannya rumah sakit berkembang pesat, ini malah semakin mundur ke belakang. Ide yang di jalankan Ibu Rita sangat sangat buruk, Jalan satu satunya yang difikirkan utomo adalah mengambil keputusan untuk kembali memasang tarif normal seperti rumah sakit lainnya dan menjual beberapa asset rumah sakit untuk tetap bertahan. Kini Rs Sugih Waras bukan lagi Rs besar seperti dulu. Semenjak berpindah tangan, RS itu sudah semacam klinik saja sekarang.
Waktu berlalu begitu cepat,,,
Tanpa terasa usia Angga sudah menginjak usia 4 tahun, Rissa dan Dermawan begitu menikmati masa masa menjadi orang tua baru, Meski sangat sibuk, keduanya selalu meluangkan waktu yang banyak untuk Angga putra mereka . Rissa dan Dermawan juga sudah lulus kuliah dan keduanya langsung lanjut kuliah untuk mengambil dokter spesialis seperti yang mereka cita citakan. Dermawan mengambil Dokter Spesialis Jantung sedangkan Rissa mengambil spesialis kandungan.
Angga Dermawan tumbuh sehat, aktif dan dilihat dari kesehariannya, bocah tampan itu sangat mirip dengan papanya, tidak usil, dan tidak jahil. Hanya saja di usianya yang sudah 4 tahun itu, Angga belum mau lepas dengan Rissa saat tidur. Dia selalu mendusel sumber kehidupannya yang dulu sering di hisapnya dan selalu rebutan dengan papanya yang tidak mau mengalah.
"Angga,,, kamu dimana nak? ayo cepat masuk mobil, kita akan segera berangkat" ucap mama Rissa yang sedang berjalan bersama papa Dermawan. Mereka akan menuju ke rumah sakit Tri Medika Cabang untuk di resmikan
Rumah sakit Tri Medika berkembang pesat di bawah pimpinan Dermawan, bahkan kini Rumah sakit itu membuka cabang baru dan akan di resmikan hari ini.
"Angga cudah di mobil ma" jawab Angga saat menurunkan kaca mobil nya
"Anak itu,, pantes mama cariin kemana mana gak ada, taunya sudah di dalam mobil" ucap mama Rissa
__ADS_1
"Dia sudah gak sabar mau di ajak jalan jalan" sahut papa Awan
Kemudian keduanya masuk kedalam mobil, di dalam mobil sudah ada pak supir yang menunggu. Setelah semuanya siap, mereka langsung menuju ke rumah sakit Tri Medika Cabang.
"Ma,, Angga mau adik laki laki" ucap Angga kepada mama nya
"Hah?" mama Marissa terlihat kaget
"Emm,, nanti yah,, mama buat dulu sama papa" jawab mama Rissa
"Buat nya pake apa ma? bisa langcung jadi?" tanya Angga dengan wajah polosnya
"Angga mau adik laki laki? katanya gak mau punya adik?" sahut papa Dermawan mengalihkan pembicaraan.
"Bio punya adik laki laki, telus di ajak main bola, Angga juga mau punya adik. Nanti diajak main bola" jawab Angga
"Gak mau ah!" jawab Angga
"Lohh, kita gk tau Allah kasih adik Angga nanti laki laki atau perempuan, yang pasti Angga harus tetap sayang yah" ucap mama Marissa
"Angga gak cuka main boneka ma, bial adik main cendili ajalah kalau pelempuan!" sahutnya dengan wajah cemberut
"Angga berdoa aja sama Allah, supaya di kasih adik yang sehat. Mau laki laki ataupun perempuan sama saja. Angga harus tetep sayang ,yahhh" ucap mama Marissa sambil mengusap surai hitam putranya.
__ADS_1
"Jadi kita program anak lagi yank?" tanya pak Dermawan kepada Ibu Marissa
"Ehem! nanti mama pikirkan!" jawab ibu Marissa
"Angga ikut ya maaa" ucap Angga
"Ikut kemana?" tanya mama Rissa
"Buat adiknya"
Semua orang dewasa yang ada di dalam mobil langsung melongo .
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
wkwkwwkwkwkwkk Bapaknya Rangga kalem gaesss waktu kecilnya. Dia mirip papanya😅 kalau adiknya,,,, yaaaahhhhh kalian tau lahh bayangan nya kyk apa😌
Maaf baru update, akuh sakit gaess, badan lemess 😢