Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Tidak Adil


__ADS_3

Sementara itu, Di rumah sakit,,,


Yang di tunggu tunggu akhirnya muncul juga, pak Frans yang sejak tadi di tunggu pak Adi baru saja sampai di ruangan pak Adi.


Kedatangan pak Frans di sambut dengan sangat ramah, bahkan jamuan makan siang juga sudah di siapkan khusus untuk pak Frans. Di samping itu, Ibu Rita sedang berada di privat room untuk menguping pembicaraan pak Adi dan pak Frans.


"Silahkan duduk pak Frans" ucap pak Adi


"Terima kasih tuan" jawab Frans kemudian duduk


Frans melihat di ruangan itu banyak makanan dan minuman, pasti pak adi sudah menyiapkan semua itu, pikirnya.


"Apa mau makan dulu? atau minum dulu?" tanya pak Adi


"Ah tidak pak, nanti kalau saya haus saya ambil minumnya sendiri, saya lihat banyak sekali pilihan minuman disini" ucap Pak Frans


"Iya,, ini semua kami persiapkan untuk anda, jadi anda bebas untuk memilih yang mana" Jawab pak Adi


"Terima kasih, anda terlalu repot repot menyiapkan ini semua untuk saya. Oh iya, ada apa anda ingin bertemu dengan saya?" tanya pak Frans


Pak Adi tersenyum sebentar,

__ADS_1


"Begini pak, saya tau anda cukup dekat dengan keluarga istri saya Wina. Dan anda juga menjadi kuasa hukum kepercayaan keluarga kami sejak lama. Tentu sebelum Wina meninggalkan kita semua, Wina istri saya sempat berhubungan dengan anda soal Asset aset keluarga kami, benar kan?" tanya pak Adi


Tebakan Wina dan Frans memang benar, Adi akan mengejar harta keluarga wina setelah kepergiannya. Untung Wina segera bertindak setelah mengetahui jika selama ini suaminya diam diam berselingkuh dengan sahabatnya.


"Oh soal itu,, iyaaa, memang Ibu Wina pernah bertemu dengan saya sebelumnya membahas soal ini. Dan saya di percayakan untuk mengurus Asset asset yang di tinggalkan Ibu Wina. Tapi,, dalam surat wasiat itu, Semua Asset ibu Wina di berikan untuk putra kalian Dermawan. Termasuk rumah sakit ini" ucap pak Frans


"Apa?!" Bukan Pak Adi saja yang terkejut, tapi Ibu Rita yang bersembunyi di privat room juga ikut terkejut


"Iya tuan" Lalu Pak Frans mengeluarkan salinan surat wasiat yang di buat oleh Wina dan memberikannya kepada pak Adi. Sengaja hanya di berikan salinannya, jika yang aseli ditakutkan pak Adi murka dan langsung merobek surat wasiat itu.


Dengan cepat pak Adi membaca surat wasiat yang di tinggalkan Wina melalui kuasa hukumnya dan pak Adi di buat tercengang, sepeserpun Ibu Wina tidak memberikan Aset nya kepada Pak Adi, bahkan rumah sakit itu juga di berikan kepada Awan. Yang membuat pak Adi makin tercengang ternyata Wina memiliki banyak harta lain yang selama ini dia simpan tanpa dia ketahui.


Rasanya pak Adi ingin marah, perjuangannya selama ini terasa sia sia, dia melakukan segala cara untuk menguasai harta keluarga istrinya nyatanya tidak membuahkan hasil, sepeserpun dia tidak mendapatkan, bahkan Wina hanya menyebutkan jika pak Adi hanyalah pimpinan rumah sakit dan akan di gaji sebagaimana mestinya di posisi itu.


"Semua karena Dermawan! Kenapa Dermawan harus hadir dalam keluarga ini!" Pak Adi membatin.


Memang Dermawan adalah anak yang lahir tanpa diinginkan oleh pak Adi saat itu. Kenapa begitu? Jelas, karena tujuan utama pak Adi menikah Ibu Wina hanya karena menginginkan harta keluarganya. Pak Adi sampai rela memasang alat kontrasepsi pria agar tidak bisa membuahi Wina, tapi takdir berkata lain, Dermawan hadir di tengah tengah keluarga mereka.


"Rumah sakit dan rumah besar itu hanya milikku!" pak Adi membatin


"Jika tuan berkenan, untuk mengembalikan rumah sakit ini kepada Dermawan, saya siap untuk membantu mengurusnya" ucap pak Frans

__ADS_1


"Ah itu nanti saja pak, lagian Dermawan kan masih kuliah, dia tidak akan bisa menjalankan rumah sakit ini sendirian. Biarkan dia selesai kuliah dan menjadi dokter, setelah itu, dia harus belajar lagi untuk menjadi pemimpin rumah sakit. Takutnya dia bukan membuat rumah sakit ini maju tapi malah membuatnya hancur" jawab pak Adi


"Ternyata benar kata Ibu Wina, Pak Adi tidak akan mau begitu saja memberikan rumah sakit ini kepada putranya" pak Frans batin


"Tapi ingat ya pak, didalam surat wasiat itu tertera, jika rumah sakit ini di berikan kepada Dermawan putra anda. Jadi jika waktunya sudah tiba nanti, anda harus memberikan rumah sakit ini, bagaimanapun rumah sakit ini adalah peninggalan kakeknya Dermawan" ucap pak Frans dan pak Adi diam saja


"Kau tidak perlu mengajariku!" pak Adi membatin


"Jadi Mas Adi gak dapet apa apa dari wanita itu?! percuma bertahun tahun menikah tapi dia tidak bisa mendapatkan Aset apapun dari keluarga itu! Dasar tidak bisa di andalkan!" Rita mondar mandir merasa kesal setelah mendengar ucapan Frans jika ternyata Wina tidak memberikan Aset apapun kepada suaminya. Dan semua hartanya di berikan kepada putranya sendiri.


"Gak! aku gak boleh diam saja! aku akan bertindak! rumah sakit ini harus jadi milikku dan Utomo!" ucap Ibu Rita.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Gila Harta😑


__ADS_2