
Dengan penuh gaya sosialita, Ibu Rita turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke lokasi pembangunan rumah sakit Awan. Kemudian Ibu Rita menghampiri salah satu pekerja yang saat itu sedang bekerja
"Permisi pak" ucap Ibu Rita
"ada apa bu?" tanya pekerja
"Mau tanya, rumah sakit ini milik siapa ya ?" tanya ibu Rita
"Ohh,, kami kurang tau bu, kami hanya pekerja saja. Mungkin yang tau boss kami, coba ibu tanya saja" jawabnya dengan menunjuk salah seorang pria yang ibu Rita yakini itu boss mereka. Tidak ingin membuang waktu, Ibu Rita segera menemuinya dan bertanya hal yang sama
"Ohh,, pemilik rumah sakit ini namanya Ibu Nur Rahman " jawabnya
Ibu Rita berkerut kening, dia merasa asing dengan nama itu. Karena sudah mendapatkan informasi itu, ibu Rita langsung pergi. Tak lama Dermawan dan Rissa sampai di lokasi.
Rissa dan awan melihat proses pembangunan rumah sakit itu, per hari ini sudah hampir masuk tahap pertengahan, mungkin beberapa bulan lagi sudah selesai. Karena Rissa sudah berjanji untuk tidak melakukan hal aneh aneh lagi, jadi bumil satu itu menggandeng tangan suaminya agar tidak kemana mana.
Cukup lama mereka disana, dan setelah itu mereka pulang bersama. Sebelum pulang, mereka mampir ke toko buah karena Rissa ingin membeli buah buahan untuk Rujakan.
Saat sedang memilih jambu air, Rissa dan awan melihat ibu Rita yang juga ada di toko yang sama dengan mereka.
"Wah, ternyata kita ketemu disini yah,," ucap Ibu Rita
Dermawan yang ingin menjawab, di larang Rissa, ibu hamil itu maju ke depan untuk menghadapinya
"Sudah lama sekali ya bu kita tidak bertemu, bagaimana kabar rumah sakit sekarang? apa baik baik saja atau mau bangkrut?" tanya Rissa
"Hah! kamu tidak perlu khawatir, rumah sakit itu sangat baik baik saja di tangan saya! bahkan jauh lebih baik!" jawab Ibu Rita dengan penuh ketegasan
__ADS_1
"Ohh iya,, wahh,,,ibu sangat menikmati hasil rampokan yah?? huh,, benar benar tidak tau malu!" cetus Rissa
Merasa di permalukan di depan umum, Ibu Rita mengangkat tangan dan hendak menampar mulut pedas Rissa. Tapi gadis itu menahan tangan ibu Rita yang saat itu menatapnya dengan tajam
"Ibu mau menampar saya? ibu tersinggung ya? berarti benar yahh ucapan saya? huh! benar benar tidak tau malu!" Rissa membanting tangan ibu Rita dengan kasar
"Ka,,,,!"
Belum sempat ibu Rita menjawab ucapan Rissa, Gadis itu sudah menyumpal mulut ibu Rita dengan jambu air
"Stop! jangan bicara lagi! Biar fakta saja yang bicara!" ucap Rissa dan Ibu Rita semakin melotot
"Ayo mas kita pergi" ucap Rissa lalu menggandeng tangan Dermawan dan mengajaknya pergi.
Kejadian itu menjadi bahan tontonan pengunjung toko, tidak ada yang membantu Ibu Rita setelah mendengar ucapan Rissa jika wanita itu sudah merampas harta milik gadis itu. Malah mereka terkagum kagum dengan sosok Rissa yang pemberani. Karena sangat merasa malu, cepat cepat ibu Rita pergi dari toko itu dan meninggalkan belanjaannya begitu saja.
...........
Pulang dari belanja buah, Rissa langsung membuat rujakan di bantu para pelayan di rumah besar itu. Sementara Dermawan memilih untuk ke ruang kerja menunggu Rissa dan juga menyelesaikan pekerjaannya.
Tak lama kemudian, Rissa masuk dengan membawa rujakan yang dia buat bersama pelayan.
"Rujak nya sudah siaaappp" ucap Rissa lalu menghampiri suaminya
Meski Rissa sering merecoki Dermawan saat bekerja, tapi pria itu sama sekali tidak pernah marah, dia selalu tersenyum dan menyambut istrinya datang.
"Mana? sini mas coba" ucap Dermawan menyambut istrinya
__ADS_1
Rissa meletakkan sepiring rujak buah di atas meja kerja suaminya, kemudian bumil cantik itu duduk di pangkuan suaminya.
"Ada rujak lain yang lebih enak lohh mas" katanya dengan centil
"Apa?" tanya Dermawan
Rissa tidak menjawab dengan ucapan, melainkan dia menunjuk bibirnya yang minta di kecup.
Dermawan terkekeh, dengan senang hati dia akan memberikannya
"Ini jauh lebih pedassss yah dari cabe! Cup!"
Rissa terkekeh, dia tau jika Dermawan sedang menyindirnya.
.
.
.
.
.
Rujak e oma bikin ngiler 🤤
__ADS_1