
Dermawan mengajak Rissa menuju ke kamar mereka setelah tadi Rissa di bawa keliling keliling rumah untuk melihat seisi rumah. Saat Rissa masuk kedalam kamar Dermawan gadis itu terperangah saat melihat banyak sekali medali dan piala yang tersimpan didalam lemari kaca. Rissa melihatnya lebih dekat
"Ini milik mas semua?" tanya Rissa
"Iya,, ini medali dan piala lomba cerdas cermat tingkat nasional, olimpiade sains dan juga beberapa lomba lainnya." jawab Dermawan
Rissa terkagum kagum, dia mana pernah ikut lomba seperti itu, dapat pial saja belum pernah, palingan lomba 17an di kampung, lomba makan kerupuk dan balap karung, hadiahnya pun hanya buku tulis dan juga pensil.
"Waahhh,, mas hebat yah,," ucap Rissa, dia kaget lagi saat melihat Dermawan berfoto dengan orang orang bule yang dia pajang di atas meja belajar
"Wah,, temen temen mas juga banyak orang bule ya?" ucap Rissa sudah terlihat katrok saja, karena memang dia belum pernah melihat orang berbeda bangsa.
Dermawan terkekeh, lalu menghampiri Rissa dan memeluk gadis itu. Dikecupnya pipi kanan Rissa lalu Dermawan menjatuhkan dagunya di pundak istrinya
"Itu temen temen mas di kampus dulu, ini namanya Justin, Axel, dan Louis. Mereka tinggal di Jerman" jawab Dermawan
"Mas kuliah di luar negeri?!" tanya Rissa
"Iya, kan mas sudah pernah cerita kalau mas mahasiswa pindahan" jawab Dermawan
Rissa mengingat ingat, iya sih bilang begitu, tapi Rissa tidak tanya dari kampus mana. Yang dia tau, Dermawan pindah karena ingin menemani ibunya ya sedang sakit.
" Sudah,, ada hal lain yang lebih penting dari ini" ucap Dermawan lalu meletakkan kembali bingkai foto itu ke tempatnya
"Apa mas?" tanya Rissa
Dermawan menarik Rissa dan mendudukkan gadis itu di atas ranjangnya.
"Menghabiskan waktu berdua bersamamu!" jawabnya, kemudian meraup bibir manis istrinya dengan begitu rakusnya.
Meski belum bisa menyatu, masih banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk membangun rasa cinta didalam dadaa agar semakin membara. Keduanya terus memupuk rasa cinta agar semakin tumbuh dan sulit untuk di pisahkan.
..........
Hari berikutnya,,
Pagi pagi sekali, setelah Rissa bangun dari tidurnya. Gadis itu ingin membuat sarapan spesial untuk suaminya, namun begitu sampai di dapur Rissa melihat semua pelayan tengah sibuk mempersiapkan masakan ini dan itu. Melihat Rissa datang, bik Atik langsung menghampirinya
"Non Rissa butuh apa?" tanya bibik
__ADS_1
"Ah,, itu,, aku ingin membuatkan bubur Ayam untuk mas Awan" jawab Rissa
"Hah? tapi,, kami sudah akan membuat bubur ayam juga Non. Biar kami saja non yang memasak,," ucap bibik
"Tidak papa bik, Rissa ingin memasak juga. Mari kita masak bersama sama" jawab Rissa
Para pelayan merasa tidak enak karena Rissa malah ikut masak bersama mereka, meski terlihat gadis itu tampak biasa saja, tapi mereka khawatir bisa saja setelah ini mereka di berhentikan dari pekerjaan mereka.
"Kalau non Rissa yang masak, nanti kami di pecat gimana? kami mau kerja apa?" keluh seorang pelayan, saat melihat begitu lihainya Rissa dalam mengolah makanan
"Tidak perlu risau, kalian tidak akan di pecat karena aku ikut memasak." jawab Rissa
Dari kejauhan Dermawan melihat istrinya sedang mengakrabkan diri dengan para pelayan di rumah itu. Tidak ingin mengganggu, Kemudian Dermawan kembali ke kamar karena ada pekerjaan.
Selesai membuat bubur ayam, Rissa pergi ke kamar untuk mengajak suaminya sarapan.
Ceklek
Rissa masuk kedalam kamar dan melihat Dermawan sedang berada di depan meja belajarnya
"Mas,, lagi apa?" tanya Riss saat menghampiri suaminya
"Membuat Anggaran untuk pembangunan Rumah sakit. Mas sudah menjual beberapa Asset Ibu dan semuanya sudah laku, jadi pembangunan itu sudah bisa di lakukan dalam waktu dekat" jawab Dermawan
"Mas minta bantu teman untuk menjualnya" ucap Dermawan
"Ohh begitu,, apa mas sudah ada gambaran rumah sakitnya?" tanya Rissa
"Sudah terbayang, nanti mas akan hubungi teman mas seorang Arsitek untuk membantu mewujudkan gambarnya" jawab Dermawan
"Hem,, ya sudah, sebelum itu kita sarapan dulu yuk, tadi Rissa buat bubur Ayam spesial untuk suami tercinta" ucap Rissa sambil menangkup wajah Awan dan menatapnya dengan penuh cinta
"Oh iya?? sarapan yah? tapi mas mau makanan pembuka dulu" jawab Dermawan
Riss tersenyum, lalu melabuhkan kecupan pada bibir suaminya
"Gak cukup satu! mas mau semuanya!" ucap Dermawan lalu menggendong Rissa
"Maksudnya mas?" tanya Rissa terlihat bingung
__ADS_1
"Mas tau kamu sudah selesai datang bulan kan!" bisik Dermawan
Deg!
"Kok mas tau?" tanya Rissa, padahal Rissa diam diam mandi dan menjalankan ibadah saat Dermawan pergi ke musholah.
Dermawan menyeringai, kemudian menurunkan Rissa dan mulai membuka kancing piyaman nya. Dilihat dari wajahnya, Rissa terlihat sangat gugup
"Itu Hair dryer Nya masih ada di atas meja!" jawabnya lalu meraup bibir ranum Rissa dengan sangat menuntut. Rissa di buat kalang kabut, meski mereka sering melakukan, tapi tidak sejauh itu, dan ini adalah yang pertama kali bagi mereka, jelas Rissa merasa sangat gugup.
Ketika semua sudah terlepas, Rissa langsung panik, dan berusaha menutup apa yang bisa dia tutup, tapi percuma
"Mas,, aku gugup,," ucapnya saat melihat Dermawan yang menatapnya lain,
Dermawan tersenyum, sebenarnya dia juga gugup. Apalagi ini kali pertama untuk keduanya,
Yang membuat gugup bercampur takut, akhirnya menghilang diganti dengan nikmat yang tak tergantikan. Tak cukup sekali teguk, karena mereka ingin terus mengulangnya. Rissa sempat meringis saat dinding pertahanannya di tembus dengan kuatnya. Meski sudah dengan hati hati, tapi tetap saja rasanya sangat menyakitkan dan,,,,
"Masss,,,"
Hah! ternyata ringisan nya hanya sebentar saja, buktinya, setelah itu Rissa tampak sangat menikmatinya, dan bahkan Rissa yang menginginkan Awan membawanya terbaaaang hingga ke bulan.
Dan akhirnya, Mereka tidak jadi sarapan,,,
Pagi itu mereka habiskan untuk menggapai puncak kenikmatan yang selama ini hanya ada dalam bayangan.
"Maaasss Awaaaann,,,"
.
.
.
.
.
Jiaaahhh biasanya gimana to oma? 🤣
__ADS_1