
"Assalamualaikum" ucapan Dermawan pertama kali saat bertemu dengan kekasihnya
"Wa'alaikumsalam" jawab Rissa
"Ada apa mas?" tanya Rissa tanpa ingin basa basi
"Gak di suruh masuk?" tanya Dermawan dengan tersenyum
Rissa sebenarnya masih enggan berbicara dengan Dermawan, tapi mengingat rumah itu juga dia yang membayar sewa, jadi Rissa memberi jalan dan mempersilahkan Dermawan untuk masuk. Kemudian keduanya duduk bersama di sofa ruang tamu, tapi Rissa tidak ingin menatap Dermawan lagi.
"Mas disini, kenapa yang kamu tatap tembok Ris?" tanya Dermawan
"Katakan saja apa yang ingin mas bicarakan?" jawab Rissa dengan nada sedikit ketus
"Kamu sakit apa? tadi mas cari kamu di kampus, kata temanmu kamu sakit" ucap Dermawan dengan menyentuh tangan Rissa
Rissa menarik tangannya,
"Hanya sakit perut datang bulan" jawab Rissa
"Sudah minum obat?"tanya Dermawan dengan pelan pelan kembali menyentuh tangan Rissa
"Jangan pegang pegang massss!" Rissa kesal tapi menurut Dermawan gadis itu terlihat sangat manja
"Beneran gak mau di pegang? gak mau di cium juga?" goda Dermawan
"Gak mauuu!" Jawab Rissa dengan membuang muka ke samping
Dermawan turun dari sofa dan bersimpuh di depan Rissa. Pemuda itu menatap wajah Rissa meski gadis itu menatap ke arah lain
"Marah kenapa? mas salah apa?" tanya Dermawan dengan lembut
Sungguh, jantung Rissa berdetak tak karuan, dia ingin menjauh dari Dermawan karena dia merasa tidak pantas untuk pemuda itu. Tapi, hatinya terus saja menolak. Menurutnya, Dermawan terlalu sempurna untuk dirinya yang sangat banyak kekurangan
"Mas gak salah apa apa, hanya saja aku merasa kita tidak cocok" jawab Rissa dengan menahan air mata yang akan jatuh. Sungguh bibirnya berkata demikian, tapi hatinya terasa sakit
"Apa yang kamu katakan? kenapa bicara seperti itu?" tanya Dermawan
Rissa diam, tapi air matanya sudah menetes begitu saja, lalu Dermawan mengusap air mata itu dan lembut
__ADS_1
"Jangan merasa rendah diri setelah tau tentang keluarga mas, Rissa,,,"
"Tapi aku cukup tau diri mas, kita beda kasta, dan karena itu kita akan sulit untuk bersama!" jawab Rissa
"Ssssttt,,, mas tidak pernah memandang seseorang dari status, mas suka sama kamu, karena kamu gadis apa adanya yang pernah mas temui. Mas cinta sama kamu itu tulus dari hati mas yang paling dalam Riss,," ucap Dermawan dengan penuh penekanan
Rissa bungkam, gadis itu tidak bisa berkata kata lagi. Merasa beruntung karena di cintai dengan tulus oleh pria seperti itu. Bukan hanya parasnya yang tampan rupawan, tapi hatinya begitu baik juga Dermawan seperti namanya.
"Mas mau nagih janji kamu" ucap Dermawan saat menatap Rissa dengan dalam
" Janji apa mas?" tanya Rissa dengan segukan
"Kamu janji mau nikah sama aku, dan hidup bersamaku" ucap Dermawan
"Menikah?" Tanya Rissa
"Iya menikah," jawab Dermawan
"Mas serius ngajakin aku nikah?" tanya Rissa
"Ya serius! mas serius sama kamu, mas sudah katakan, mas akan bekerja keras untuk kamu setelah kita menikah. Meskipun kita masih kuliah, kita tetap bisa kuliah setelah menikah" ucap Dermawan
Dermawan menggenggam tangan Rissa, dan di tatapnya gadis itu dengan begitu dalam. Dermawan yakin keputusan yang di ambil untuk memilih Rissa menjadi pendamping hidupnya adalah benar.
"Mas tau, kita belum lama kenal, bahkan masih banyak hal yang belum kita ketahui dari diri kita masing masing. Tapi,,"
Dermawan meletakkan tangan Rissa di atas dadanya
"Didalam sini sudah yakin, kamu adalah gadis yang aku pilih untuk menghabiskan sisa umur ini untuk hidup bersama. Setelah menikah, kita bisa lebih saling mengenal, memang mas tidak bisa menjanjikan hidup bahagia terus bersamaku, tapi,,, mas akan berusaha untuk membuatmu terus bahagia...Mas serius sama kamu,,," ucap Dermawan dengan penuh permintaan,
"Mau kan, kamu menikah dengan mas?" tanya Dermawan
Rissa berkaca kaca lagi, Air mata sudah hampir kering kini sudah akan jatuh lagi.
"Mas sungguh sungguh ingin menikahi ku?" tanya Rissa sekali lagi ingin meyakinkan hatinya
"Iya, mas ingin menikahi mu Rissa" Jawab Dermawan dengan sungguh sungguh. Tangan Rissa di genggam erat dan matanya di tatap dengan begitu dalam.
"Percaya pada mas, mas sangat bersungguh sungguh ingin menikahi mu" ucap Dermawan lagi
__ADS_1
Rissa mengangguk cepat dengan menangis, Rasanya sulit mengungkapkan kebahagiaannya saat ini.
"Rissa mau mas,," ucap Rissa dengan menangis.
Dermawan tersenyum lalu mengusap air mata Rissa lagi
"Kalau begitu, ayo kita segera temui keluargamu" ucap Dermawan dan Rissa mengangguk
"Tapi papa mas gimana?" tanya Rissa
"Kita menikah diam diam dulu yah,, karena hubungan papa dan mas belum membaik, masalah kami belum selesai terlebih papa akan menikah dengan tante Rita dan sedang merencanakan untuk menguasai harta peninggalan Ibu. Tapi mas janji, setelah kita menikah, mas akan memperkenalkan kamu kepada papa sebagai istri mas" ucap Dermawan.
"Sebelum kita pergi besok menemui keluargamu, kita ke makam ibu dulu yah" ucap Dermawan lagi
"Iya mas,," Jawab Rissa
"Terima kasih sudah menerima ku" ucap Dermawan
"Mas orang yang baik, tidak mungkin aku menolaknya. Harusnya aku yang mengatakan itu, terima kasih sudah memilih ku yang banyak kekurangan ini" ucap Rissa
"Aku lengkapi kekuranganmu dengan kelebihanku, dan kamu lengkapi kekuranganku dengan kelebihanmu. Kita saling menguatkan satu sama lain, menerima dengan hati ikhlas dan lapang" ucap Dermawan dan Rissa mengangguk.
Keduanya saling tersenyum, dan saling berjanji dalam diri masing masing untuk saling menerima kelebihan dan kekurangan masing masing, saling melengkapi dan saling menguatkan. Keduanya saling berjanji apapun rintangan yang akan mereka hadapi kedepannya, mereka akan hadapi bersama.
"Mas,, katanya tadi mau cium aku?" ucap Rissa dengan tersenyum lebar hingga menampakkan gigi nya yang putih dan rapi.
Dermawan terkekeh, untuk soal yang satu itu anehnya Rissa selalu ingat.
"Ya ya ya,,, sini mas ciummm" jawab Dermawan lalu menangkup wajah Rissa dan melabuhkan banyak kecupan di seluruh wajah gadis itu. Rissa terkekeh geli, mau menolak tapi kuat sekali tangkupan tangan dermawan di wajahnya. Hingga terakhir Dermawan memberikan sesapan cukup kuat di bibir manis yang sejak kemarin mendiaminya tanpa penjelasan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Oma mah, di kasih cium aja udah langsung luluh tuh 🤣 marahnya langsung hilang wkwkwkwwk