Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Judes Banget


__ADS_3

Rissa dan Dermawan sudah berada di ruang ganti khusus petugas kebersihan. Keduanya juga sudah berganti pakaian seragam kebersihan, setelah tadi di bantu oleh petugas yang mengenal Dermawan. Keduanya juga merubah penampilan mereka agar tidak di kenali.


"Sudah siap?" tanya Dermawan kepada Rissa


"Sudah mas!" jawab Rissa dengan semangat


" Oke,, kita berangkat sekarang!" ucap Dermawan


"Mas tunggu!" Rissa menahan lengan Dermawan


"Ada apa?"


Cup!


Dermawan di buat menganga saat pipinya tiba tiba di kecup oleh Rissa.


"Biar tambah semangat!" ucap Rissa didepan wajah Dermawan yang masih terkejut.


Sungguh Dermawan ingin sekali menyesap bibir pink itu lagi, yang sudah menjadi candu nya sejak semalam dan rasanya masih melekat juga terngiang ngiang dalam pikirannya. Dermawan merasa kesal karena Rissa berani beraninya mencium dirinya dalam kondisi seperti ini.


"Awass ya kamu! nanti setelah misi selesai, gak akan mas beri ampun!" ucap Dermawan dengan gemasnya pada Rissa


Gadis itu terkekeh, sudah tidak ada takut takutnya meski di ancam, bagaimana bisa takut, jika Rissa senang mendapat hukuman itu.


"Rissa tunggu mas!" kekeh Rissa kemudian berlalu pergi.


Dermawan menganga saja, ternyata gadis yang dia cintai itu cukup bar bar, tapi dia suka. Lalu keduanya berpencar, Rissa ke ruangan pasien tempat Ibu Wina waktu itu di rawat, sedangkan Dermawan ke ruang kerja papanya.


Sampainya Rissa di ruang rawat inap VVIP, ternyata ruangan itu sudah di tempati pasien lain, lalu Rissa masuk ke dalam dan meminta izin pada pasien untuk membersihkan ruangan itu. Sambil bersih bersih, Rissa mencari kamera yang di sembunyikan Dermawan.


"Ini dia!" Rissa membatin, lalu Rissa mengambil kamera kecil itu dan memasukkan kedalam kantong bajunya. Setelah misi selesai, Rissa pamit keluar kepada keluarga pasien dan tidak meninggalkan kecurigaan sama sekali. Lalu Rissa segera berganti pakaian setelah tugasnya selesai.


Di tempat lain, Dermawan sudah masuk ke dalam ruang kerja papanya. Dengan cepat pemuda itu mencari kamera yang dia sembunyikan di ruangan itu. Setelah berhasil mengambil kameranya, Dermawan berniat segera keluar, tapi saat pintu di buka, Dermawan terkejut saat melihat Papanya dan Ibu Rita sedang berjalan menuju ke arah ruangannya.


Dermawan mengurungkan niatnya untuk keluar, lalu pemuda itu kembali masuk dan akan mencari yang lain.


"Aku sudah membuat janji bertemu dengan Frans, besok dia baru sampai di kota ini" ucap pak Adi


"Bagus mas, lebih cepat lebih baik. Jangan di tunda lagi" sahut ibu Rita.


"Aaaaaaa!" Ibu Rita terkejut saat bahunya di tabrak oleh orang lewat dan ternyata itu Rissa yang tadi berjalan cepat karena ingin menyusul Dermawan.


"Maaf bu, saya tidak sengaja" ucap Rissa


"Kalau jalan itu pake mata! gak lihat kamu ada orang lain jalan juga!" ucap Ibu Rita dengan kesal


"Maaf saya tergesa gesa,,," jawab Rissa, Rissa sedikit kaget saat melihat pak Adikarsa, wajahnya seperti tidak asing, tapi mirip siapa.


"Sudah lah, tidak perlu di perpanjang" ucap pak Adi.

__ADS_1


"Ya aku maafkan! beruntung kamu, karena aku tidak ada waktu untuk meladeni kamu!" ucap ibu Rita, kemudian berlalu pergi bersama pak Adi


"Ck! sombong sekali ibu itu!" gumam Rissa


Rissa melihat Kedua orang tua itu menuju ke ruangan dimana Dermawan berada, gadis itu jadi was was, takut kalau disana masih ada Dermawan. Gadis itu langsung berfikir untuk menyelamatkan kekasihnya.


"Pak,,," ucap Rissa menghampiri Pak Adi dan Ibu Rita


Kedua orang tua itu berbalik badan dan melihat Rissa berjalan cepat ke arah mereka


"Ada apa lagi?!" ucap Ibu Rita dengan ketus


"Pak,,, saya mau tanya pak, apa Bapak bekerja di rumah sakit ini? di rumah sakit ini ada lowongan kerja ya pak?" tanya Rissa kepada pak Adi


"Lowongan kerja?" tanya pak Adi


"Iya pak,, saya sedang mencari pekerjaan, siapa tau disini ada lowongan kerja untuk saya" jawab Rissa


Pak Adi dan Ibu Rita menatap Rissa dari atas sampai bawah. Meniti penampilannya yang biasa saja meski wajahnya terlihat cantik.


"Disini tidak buka lowongan kerja! lebih baik kamu cari di tempat lain!" yang menjawab ibu Rita.


"Kok ibu yang jawab? kan saya tanya bapak nya" ucap Rissa merasa tidak suka dengan ibu Rita


"Sama saja! mau saya ataupun mas Adi itu sama saja! sana pergi!" sungut ibu Rita


Rissa melihat Dermawan keluar dari pintu dengan pelan pelan. Keduanya saling menatap sebentar, lalu Dermawan kabur lebih dulu


"Ngeyel kamu ya! sudah sana pergi!" ucap ibu Rita


Rissa diam saja, lalu gadis itu pergi begitu saja tanpa ingin berdebat lagi. Dan lagian Dermawan sudah keluar jadi dia bisa pergi dengan tenang.


Kemudian Ibu Rita dan Pak Adi masuk ke dalam ruangannya.


..........


Di persimpangan jalan, Rissa dan Dermawan bertemu. Kemudian keduanya langsung naik kedalam angkutan kota menuju ke kontrakan Rissa.


"Bagaimana?" tanya Dermawan


"Beres mas, ini kameranya" ucap Rissa saat memberikan kamera itu kepada Derawan


"Bagus, terima kasih" ucap Dermawan saat menerima kamera itu


"Itu gak gratis mas, mas harus bayar aku yah!" kekeh Rissa


"Bayar?"


"Bayar pake ciuman!" bisik Rissa dan Dermawan terkekeh

__ADS_1


"Apa tidak ada pikiran lain yang kamu pikirkan Rissaaaa" ucap Dermawan


"Gak ada mas" jawab Rissa santai saja


Dermawan menghela nafas, dekat dengan Rissa itu malah jadi godaan terbesar dalam hidupnya. Ingin segera menghalalkan agar semua lebih tenang, tapi hatinya belum merasa tenang jika malasah keluarganya belum menemukan titik terang.


Sampai di kontrakan, Rissa dan Dermawan sudah di tunggu seseorang yang tidak Rissa kenal. Tapi nampaknya Dermawan mengenalnya. Orang itu mengantarkan tas, yang isinya Rissa tidak tau. Setelah mengantarkan itu, orang tersebut pamit pergi kepada Dermawan.


"Dia siapa mas?" tanya Rissa


"Teman" jawab Dermawan, padahal dia adalah pelayan setia di rumah ibunya.


Lalu Dermawan mengajak Rissa untuk masuk kedalam rumah.


Rissa ke dapur mengambil air minum, sedang Dermawan mengeluarkan laptop dan juga kamera yang dia ambl dari rumah sakit. Lalu pemuda itu memindahkan video yang terekam dari kamera itu kedalam laptopnya. Membutuhkan waktu sedikit lama, karena Camera itu sudah terpasang sebelum ibu Wina meninggal.


"Bagaimana mas?" tanya Rissa saat datang membawa minuman


"Belum selsai memindai" jawab Dermawan


"Ini laptop mas ya?" tanya Rissa,


Pada jamannya, laptop itu masih barang langka, karena harganya yang cukup tinggi dan hanya orang orang tertentu yang memilikinya.


"Iya, hadiah dari ibu saat ulang tahun mas dulu" jawab Dermawan dan Rissa manggut manggut saja


"Apa mas Awan anak orang kaya? Laptop ini kan sangat mahal?" Rissa membatin


Lamunan Rissa buyar saat Dermawan kembali menatap nya


"Jadi mau ambil bayaran mu?" tanya Dermawan saat mereka saling menatap


Bibir Rissa langsung mengembang seketika


"Jadiii dong masss"


.


.


.


.


.


.


Wkwkwk gercep banget jawabnya ya oma 🤣😌

__ADS_1


Fix ini yang Messum Oma yah bukan Opa, dan nurun 100% ke anak2 nya, terutama ke Liora pleeekkk banget 🤣


__ADS_2