Gadis Antik Penjual Bubur

Gadis Antik Penjual Bubur
Masss Sakitt,,,


__ADS_3

2 Bulan sudah berlalu,,,


Sebagai rumah sakit yang baru 2 bulan di resmikan, rumah sakit Tri Medika cukup banyak di kunjungi oleh orang orang yang ingin berobat. Selain itu juga, Rumah sakit itu sering mengadakan program program kesehatan yang menarik diantaranya ada sunat masal gratis, Cek kesehatan gratis, cek kandungan gratis dan lain sebagainya. Semua itu berasal dari ide ide Rissa untuk memperkenalkan rumah sakit Tri Medika ke masyarakat luas, dan itu semua memberikan feedback yang baik untuk rumah sakit.


Program itu berhasil menarik banyak massa, dan Rumah sakit Tri Medika semakin di kenal luas ke seluruh penjuru kota hingga ke pelosok desa . Meski belum mendapat keuntungan banyak, tapi yang terpenting di kenal lebih dulu.


Selama 2 bulan itu juga, Rumah sakit Tri Medika bersaing ketat dengan Rs Sugi Waras milik Dermawan yang di rampas Ibu Rita. Bedanya, mereka tidak memiliki program seperti Tri Medika tapi disana biaya pengobatan sangat murah di bandingkan dengan rumah sakit lainnya. Jelas, 2 bulan terakhir ini, mereka pun mengalami kerugian dan juga banyak rumah sakit lain yang terkena dampaknya akibat kebijakan rumah sakit sugi Waras.


"Kita lihat, seberapa lama mereka bertahan dengan menawarkan biaya murah untuk berobat" ucap Rissa saat melihat laporan dari salah satu pegawai rumah sakit, terkait trobosan dari rumah sakit Sugi waras


"Iya,,," jawab Dermawan


"Untuk tetap bertahan bahkan berani bersaing, kita harus tunjukkan kualitas rumah sakit kita mas" ucap Rissa


"Kamu benar, kita tidak perlu ikut ikutan memasang tarif murah, tapi yang kita berikan adalah pelayanan terbaik rumah sakit untuk kesembuhan pasien" ucap Dermawan


"Oh iya mas, jadi kan nanti kita belanja keperluan lahiran? sudah mendekati hari nya, takutnya sewaktu waktu dia sudah ingin keluar, ini saja kadang sudah terasa kontraksinya" ucap Rissa


"Boleh, sekarang saja mumpung mas tidak ada kerjaan. Semua laporan sudah selesai mas periksa" ucap Dermawan


"Boleh, kalau gitu kita pergi sekarang saja ya" ucap Rissa


"Iya"


Kemudian Dermawan menggandeng Rissa dan keluar dari kamar mereka. Keduanya akan ke pergi ke baby shop untuk membeli keperluan bayi mereka nanti. Memang sengaja tidak mempersiapkan jauh jauh hari, dan mereka juga tidak ingin terlalu berlebihan , karena mengingat bayi itu sangat cepat tumbuh besar. Meski demikian, namanya ibu ibu pasti ada juga sedikit banyak sudah membeli pakaian bayi untuk berjaga jaga.


Sampai di baby shop Rissa langsung berburu perlengkapan bersalin dan juga pakaian untuk bayi mereka nanti. Rissa sangat antusias bahkan ibu hamil itu mengecek satu persatu belanjaannya agar tidak ada yang terlewatkan. Selesai berbelanja, Dermawan mengajak Rissa untuk makan siang lebih dulu sebelum pulang. Lalu keduanya mampir di sebuah resto dan segera memesan makanan.


Saat sedang menikmati makanan, Rissa melihat Ibu Rita bersama teman teman sosialitanya masuk ke dalam resto yang sama.


"Mas, itu ada ibu Rita" ucap Rissa


Dermawan menengok dan melihat Ibu Rita sedang tertawa bersama teman temannya


"Biarkan saja, jangan cari keributan" ucap Dermawan


Rissa mengangguk dan kembali menikmati makanannya tanpa memperdulikan keberadaan ibu Rita yang tak jauh dari meja makannya.


"Waahh,, sekarang jeng Rita kaya raya yahh,, pakaiannya sekarang yang branded branded, liat aja tuhh tas nya, jam tangannya,, semua bermerek terkenal!"

__ADS_1


"Hemm,, iyaaa nihh,, ngiri dehh,, sama jeng Rita. Kapan kapan ajakin kita ke luar negeri dong jeng, kan sekarang rumah sakit jeng Rita rameee banget! pastii untungnya besarr!"


"Makanya kalian harus bekerja keras seperti aku,,," ucap Ibu Rita dengan bangga


"Jadi Jeng di kasih warisan suami jeng rumah sakit itu yah?"


"Iya,, mas Adi kasih rumah sakit itu untuk aku Jeng"


Dermawan pamit ke toilet sebentar dan Rissa masih terus menikmati makanannya, tapi mendengar ucapan ibu Rita yang mengatakan rumah sakit itu di berikan kepadanya, membuat Rissa muak. Lalu Rissa beranjak dari tempat duduk dan menghampiri meja Ibu Rita


"Jangan percaya bu ibu!" cetus Rissa


Ibu Rita kaget saat melihat ada Rissa di resto itu juga


"Gawat!" batin Ibu Rita


"Kamu siapa?" tanya Teman ibu Rita


"Saya mantunya ibu Wina, dan asal ibu semuanya tau, Ibu Rita,,,,"


"Diam kamu!!" sarkas ibu Rita


"Beneran jeng?" tanya teman ibu Rita


"Bohong!" jawab ibu Rita


"Kamu jangan bicara asal ya! saya punya bukti suami saya memberikan rumah sakit itu kepada saya!" jawab Ibu Rita terpancing emosi


"Iya, dokumen itu anda dapatkan karena anda sudah berhasil menipu papa mertua!" jawab Rissa


"Krng ajr!"


Ibu Rita tiba tiba mendorong Rissa dengan cukup kuat dan membuat Rissa terhuyung ke belakang hingga membentur meja


Dug!


"Aaaa!" Teriak Rissa saat merasakan peru sampingnya terasa sakit. Ibu hamil itu pun langsung memegang perutnya


Semua orang kaget karena teriakan Rissa

__ADS_1


"Rissa!" Dari kejauhan Dermawan melihat Istrinya kesakitan


Dengan cepat Dermawan menghampiri Rissa


"Sakitt masss,," ucap nya sambil meringis


"Jika sampai terjadi sesuatu terhadap Rissa dan anak kami, kalian semua akan menanggung akibatnya!" ucap Dermawan memberi peringatan kepada Ibu Rita dan teman temannya.


Melihat kemarahan pemuda itu, semua bergidik ngeri, sudah seperti akan di telan hidup hidup.


Lalu Dermawan menggendong Rissa dan membawanya keluar dari restoran. Dermawan sedikit panik saat melihat di kaki Rissa terdapat darah segar, di sepertinya istrinya itu akan segera melahirkan.


"Menyeramkan sekali anak tirimu, jeng!" cetus teman ibu Rita


"Cih! aku tidak takut dengan ancamannya! lagian salah istri nya itu, suka ikut campur urusan orang lain!" jawabnya


"Apa jeng tidak malu sudah merampas warisan anak tiri jeng sendiri?" tanya teman ibu Rita


"Jaga bicara jeng Fia ya! mas Adi yang memberikan itu kepadaku sebelum dia meninggal! aku tidak merampasnya, paham!" ibu Rita kesal, lalu pergi dari restoran itu begitu saja


"Jika dia memang tidak merampasnya, kepada dia semarah itu?" ucap teman ibu Rita


"Mungkin dia malu karena ketahuan kita!" sahut yang lain


"Bisa jadi begitu, hiihh,,, makan duit haram!" sambungnya.


.


.


.


.


.


.


Udah gak usah mau jadi temennya mak lampir bu, tinggalin aja dah ! 😪

__ADS_1


__ADS_2