
Setelah sempat diam berapa saat, Dermawan memilih untuk sedikit menjauh dari Rissa dan Ibu Nani yang sedang bercerita. Rissa melihat Dermawan menjauh, tapi gadis itu hanya berfikir, pasti Dia sedang bernegosiasi dengan pemilik rumah. Jadi gadis itu tidak ikut mendengar percakapan mereka.
"Bu,, Awan ada di depan rumah yang di kontrakan di jalan Kenangan No. 1205, kenapa nomer yang tertera nomer ibu?" tanya Awan
"Loh, kamu ada disana? memang siapa yang mau ngontrak?" tanya Ibu Wina
"Rissa bu, Awan sama Rissa lagi cari kontrakan, semalam dia di usir dari kontrakan karena nunggak sebulan" jawab Dermawan
"Ya Allah, kasihan sekali gadis itu,,," sahut Ibu Wina
"Jadi ini rumah siapa bu?" tanya Dermawan
"Itu rumah ibu wan, itu salah satu Asset milik ibu . Kalau Rissa butuh tempat tinggal, biarkan dia tinggal disana daripada kosong" jawab Ibu Wina
"Jadi itu rumah ibu? papa tau Ibu beli rumah?" tanya Dermawan
" Enggak, papa gak tau. Itu rumah, yang belikan kakekmu dulu. Rumah itu dekat dari kampus, kadang ibu istirahat disana kalau malas pulang kerumah" jawab Ibu Wina
"Ohh gitu,, ibu gak papa ya, kalau Rissa yang nempati rumah itu?" tanya Dermawan lagi
"Iya gak papa, ibu malah seneng rumah itu ada yang nempati. Kelak rumah itu akan ibu berikan kepada mu Wan" jawab Ibu Wina
"Terima kasih bu, kalau begitu, awan bilang dulu sama Rissa" ucap Dermawan
"Jangan katakan kepada gadis itu sekarang jika rumah itu adalah rumah ibu Wan. Ingat kata ibu, Carilah gadis yang benar benar bisa mencintai kamu tanpa melihat siapa kamu sebenarnya. Karena Kita tidak akan pernah tau mana yang tulus cinta dan mana yang hanya mengincar harta." ucap Ibu Wina
__ADS_1
Ibu Wina meneteskan air mata setelah mengatakan hal itu kepada Dermawan, putranya. Wanita paruh baya itu kembali teringat akan penghianatan suaminya dengan sahabatnya Rita. Ternyata selama ini mereka berdua ada hubungan lain dari sekedar sahabat. Bahkan papanya Awan mau menikah dengan Ibu Wina karena Ibu Wina adalah anak tunggal dari salah satu orang terkaya di kota mereka.
Karena cinta membutakan segalanya, sampai Ibu Wina masuk kedalam perangkap dan akhirnya menikah dengan papanya Awan. Ingin rasanya berpisah, tapi,, ibu Wina mengingat dulu Adi lah yang menyelamatkan nyawa kedua orang tuanya dalam musibah besar menghantam keduanya. Hingga ibu Wina memiliki rencana lain dengan memiliki asset sendiri secara diam diam. Bukan hanya rumah, tapi juga tanah, kebun, dan bangunan lain yang dia miliki tanpa sepengetahuan pak Adi, karena dulu sebelum Ibu Wina sakit sakitan, Ibu Wina lah pemimpin rumah sakit menggantikan papanya.
"Baik,, Awan akan ingat itu bu" ucap Dermawan
Setelah berbincang dengan ibunya, Dermawan menghampiri Rissa
"Gimana mas?" tanya Rissa
"Sewanya murah kok Riss, bayarnya juga bisa dicicil terserah" jawab Dermawan
"Murahnya berapa mas?" tanya Rissa
"Cuma 5 juta setahun, nyicilnya terserah yang penting rumah ini di bersihkan dan di jaga dengan baik" jawab Dermawan
"Yang bener kamu nak? kalau memang segitu, sudah pasti rumah ini gak akan kosong lama" ucap Ibu Nani
"Lah,, saya kan sudah nego nego bu, dapetnya segitu. Jadi rejeki kami" jawab Dermawan
Rissa menghitung hitung sebentar, dengan sewa segitu, gadis itu merasa masih bisa untuk mencicil pembayarannya kepada Dermawan. Dia akan menyisihkan hasil jualannya setiap hari dan pada akhir bulan akan membayarkan kepada Dermawan.
"Kalau segitu, aku mau mas" jawab Rissa
"Oke,, sekarang kita ambil barang barang mu, nanti mas akan ke rumah yang punya kontrakan untuk bayaran sewa dan mengambil kuncinya . Kita bersihkan dulu rumah ini sebelum kamu tempati" ucap Dermawan
__ADS_1
"Baik mas,, aku setuju" Jawab Rissa
Kemudian Dermawan dan Rissa pamit kepada ibu Nani. Dermawan mengantar Rissa ke musholah tempat gadis itu menitipkan barang barang. Setelah itu Dermawan pulang kerumah sedangkan Rissa menuju ke rumah kontrakan nya yang baru dengan menaiki becak dengan membawa barang barangnya. Rasanya Rissa senang sekali bisa pindah ke rumah yang lebih layak dan juga murah sekali sewanya.
............
Dermawan sampai dirumah, kemudian pemuda itu bertanya kepada pembantu dirumah itu, apa papanya pulang atau belum. Mereka mengatakan jika pak Adi belum pulang,
Kemudian Dermawan menyelinap masuk kedalam kamar orang tuanya untuk mengambil kunci yang di simpan ibu Wina sesuai arahan ibunya. Setelah mendapatkan kunci rumah itu, saat akan mengembalikan tumpukan dokumen di dalam brangkas, Dermawan teralihkan pada sebuah foto lama yang tertindih di antara map dokumen. Lalu Dermawan melihat foto siapa yang ada di dalam nya.
"Papa? tante Rita? utomo?"
Mereka bertiga sedang berfoto bersama dengan latar tugu monas di belakangnya.
"Ada hubungan apa dengan mereka bertiga?"
.
.
.
.
.
__ADS_1
Ayo selidiki 😌