
Di rumah keluarga Adikarsa,,,
Ibu Rita sudah seperti nyonya besar saja di rumah itu. Pagi pagi, dia sudah menyuruh para pembantu untuk menyiapkan sarapan kesukaannya, pak Adi dan utomo. Begitu banyak makanan terhidang di atas meja, sudah seperti hajatan saja melihat berbagai macam menu masakan yang ada disana
"Ternyata begini, rasanya menjadi nyonya besar di keluarga kaya! sangat menyenangkan!" gumam ibu Rita
Lalu Ibu Rita memanggil utomo di kamarnya, dan setelah itu Ibu Rita masuk kedalam kamar pak Adi tanpa permisi.
Pak Adi yang baru saja selesai memakai pakaian kerjanya cukup kaget melihat kedatangan Rita
"Selamat pagi mas,," sapa Rita lalu menghampiri pak Adi
"Pagi,, kenapa masuk ke dalam kamarku?" tanya pak Adi
Ibu Rita menyentuh dasi pak Adi dan membenarkan posisinya
"Memangnya kenapa? kan sebentar lagi kamar ini juga jadi kamar ku mas,," jawab Ibu Rita
"Tapi itu kan belum,," jawab pak Adi
"Segera urus pernikahan kita mas, biar aku jadi nyonya di rumah ini" ucap ibu Rita
"Tidak bisa sekarang, ada hal yang harus mas selesaikan sebelumnya" ucap pak Adi
"Apa?" tanya Ibu Rita
"Pengalihan kepemilikan rumah sakit atas namaku" ucap pak Adi
"Apa hanya itu peninggalan mendiang istrimu? rumah ini?" tanya Ibu Rita
Lalu pak Adi berjalan menuju ke brangkas, dia baru ingat, jika rumah itu masih atas nama ibu Wina. Tapi saat pak Adi membuka Brangkas, pak Adi tidak menemukan sertifikat rumah
"Dimana Wina menyimpan sertifikat rumah ini?" ucap pak Adi, sudah seperti maling saja dirumahnya sendiri.
Melihat pak Adi tidak menemukan sertifikat rumah, Ibu Rita berjalan ke lemari dan mencari di sana. Tapi Yang di temukan wanita itu hanya pakaian pak Adi dan mendiang ibu Wina. Mereka tidak tau saja jika Dermawan lah yang sudah mengambil sertifikat rumah dan juga perhiasan ibunya saat pemuda itu menyelinap masuk kedalam kamar dan meletakkan camera tersembunyi di kamar itu.
__ADS_1
"Apa mungkin Wina menyimpannya di tempat lain mas?" tanya Rita
"Aku juga tidak tau, aku akan membuat janji bertemu dengan Frans, aku yakin dia tau semuanya!" ucap pak Adi
Di rumah ibu Wina,
Rissa baru saja kembali dari rumah tetangga yang berjualan baju. Gadis itu membelikan pakaian untuk Dermawan, tidak mungkin pemuda itu akan terus memakai pakaian nya, mau di taruh di mana muka gantengnya.
Saat Rissa baru saja sampai, gadis itu melihat Dermawan yang baru saja keluar dari kamar mandi belakang. Hanya memakai handuk putih sepinggang, wajah Rissa tiba tiba memerah, jadi teringat kejadian semalam.
Dermawan sangat terkejut saat bibirnya di kecup, sedang pelakunya langsung tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Ternyata rasanya sama mas, sama seperti yang ada di dalam mimpiku" kekeh Rissa
"Maksudmu?" tanya Dermawan
Rissa cekikikan, merasa lucu sekali dengan dirinya sendiri. Kenapa dia jadi semesuum itu sih?
"Hihi aku sempat bermimpi berciuman denganmu mas, dan ternyata rasanya sama! manis" ucap Rissa mengatakan sejujurnya kepada Dermawan.
"Mesumm sekali sihhh kamu!!" ucap Dermawan dengan mencubit hidung mancung Rissa.
"Jangan macem macem mas! nanti aku cium loh!" kekeh Rissa, dengan mencoba melepaskan tangan Dermawan
"Ketagihan bener kamu yah?!" ucap Dermawan dan Rissa langsung mengangguk
Dermawan langsung menangkup wajah Rissa dan menyesap kedua bibir gadis itu bergantian. Sumpah demi apa, Rissa ingin menjerit saat di balas dengan rasa yang jauh lebih mendebarkan. Rasa jantungnya meletup letup karena sangking senangnya.
Lamunan Rissa tersadar saat tangannya di sentuh dengan tangan yang dingin.
"Mas bisa masuk angin kalau kamu cuma berdiri natap mas begitu" ucap Dermawan dengan tersenyum
Rissa memalingkan wajahnya menahan malu
"Maaf mas, aku akan siapkan sarapan untuk kita" ucap Rissa lalu pergi dari hadapan Dermawan.
__ADS_1
"Ternyata dia bisa malu malu juga!" kekeh Dermawan
Lalu Dermawan masuk kedalam kamar dan berganti pakaian yang Rissa belikan. Setelah selesai, Dermawan keluar dan Rissa sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Karena hari ini hari keduanya libur kuliah, jadi mereka tidak akan bersiap untuk ke kampus.
"Sarapannya sudah siap mas,, tapi cuma adanya ini" ucap Rissa
Dimeja makan hanya ada nasi, telur goreng, dan sambal tempe juga lalapan.
"Tidak masalah, ini pun sudah lebih dari cukup" jawab Dermawan lalu duduk bersama Rissa.
Kemudian Rissa mengambilkan nasi dan juga lauk untuk Dermawan
"Mas hari ini mau kemana?" tanya Rissa
"Mas mau ke rumah sakit, ada sesuatu yang ingin mas kerjakan disana" jawab Dermawan
"Apa mas? apa aku bisa ikut membantu mas?" tanya Rissa
Dermawan berfikir sebentar, lalu pemuda itu mengangguk. Boleh, mas juga akan butuh bantuan mu.
Selesai sarapan, keduanya langsung menuju ke rumah sakit. Rissa dan Dermawan menyamar menjadi petugas kebersihan, lalu Dermawan meminta Rissa mengambil kamera tersembunyi yang ada di ruang rawat ibunya, sedang dia akan mengambil kamera tersembunyi yang ada di ruang kerja papanya.
Dilain tempat, pak Adi dan Ibu Rita juga sedang menuju ke rumah sakit.
.
.
.
.
.
kembang kopi nya di tunggu yak 😌
__ADS_1