
"Mas,, ini Rissa buatkan teh hangat"
Rissa yang baru saja sampai di ruang tamu dengan membawa secangkir teh hangat meletakkan teh itu di atas meja untuk suaminya. Dermawan yang baru saja mematikan sambungan telfon berbalik badan dan menatap istrinya tanpa berkedip.
Malam itu Rissa hanya menggunakan daster rumahan seperti biasa, mungkin karena baru pertama kali melihat istrinya berpakaian seperti itu, Dermawan sudah terkagum kagum
"Ke,,napa mas menatapku begitu?" tanya Rissa sambil melihat penampilannya dari atas kebawah mengikuti arah pandang suaminya.
"Cantik sekali istriku,," puji Dermawan lalu menghampiri istrinya
Rissa terkekeh, belum genap 1 hari mereka menikah, ntah sudah berapa kali Dermawan memujinya cantik. Sungguh, hatinya jadi berbunga bunga karena di puji cantik oleh suaminya.
"Eeehhhh! jangan cium cium, sana bersih bersih dulu mas,,,! nanti baru boleh cium!" ucap Rissa dengan menahan wajah suaminya dengan telapak tangannya saat Dermawan sudah ingin menjangkau bibirnya
"Ck! dikit aja sihhhh!" cetus Dermawan
"Gak ada dikit dikit, itu bauk asem! sana bersih bersih, pakaian mas juga sudah Rissa siapin" jawab Rissa
"Hemm,, iya deh,,," jawab Dermawan dengan malas.
Melihat Rissa lengah, Cup!
Dengan cepat Dermawan mengecup bibir istrinya itu lalu kabur dari pandangan istrinya, Rissa pun sampai menganga melihat tingkah Dermawan yang ada ada saja, membuat kaget tapi manis juga. Gadis itu tersenyum lalu pergi memeriksa pintu, jendela dan yang lainnya.
Sementara itu di rumah utama,
Pak Adi yang sangat terkejut mendengar Dermawan sudah beristri langsung mencengkram kerah kemeja pak Samsul dan menatapnya dengan tatapan tajam
"Katakan dengan benar samsul!" ucap pak Adi dengan penuh emosi
"Sa,,ya sudah mengatakan yang sebenarnya tuan, Den Awan memang sudah menikah dengan Non Rissa. Akad nikahnya saja tadi pagi di kampung halaman Non Rissa di Semarang" Jawab pak Samsul
"Apa?!" pak Samsul melepaskan cengkraman tangannya dan memijit kepalanya yang terasa pening. Hal sepenting ini dia sampai tidak tau, bahkan Dermawan tidak pernah mengenalkan Rissa itu kepada dirinya.
"Siapa Rissa?!" tanya pak Adi
"Teman kuliah Den Awan tuan" jawab pak Samsul dengan menunduk
Pak Adi terlihat resah, dan juga emosi, dia ingin penjelasan lebih dari Awan, kenapa dia menikah tanpa persetujuan dirinya.
__ADS_1
"Antar Aku ke rumah mereka!" ucap pak Adi
"Tapi tuan, ini sudah malam, pasti mereka juga sudah tidur karena kelelahan dari perjalanan jauh" jawab Pak Samsul, karena pak Samsul juga merasa sangat lelah karena menyetir saat di perjalanan
"Aku minta sekarang!" sarkas pak Adi
Tidak bisa membantah, lalu pak Samsul mengangguk dan mengikuti kemauan pak Adi. Mereka lalu masuk kedalam mobil dan menuju ke rumah Ibu Wina.
...........
Dermawan tidak ingin berlama lama di dalam kamar mandi, jelas karena ada yang lebih menyenangkan daripada menghabiskan waktu di dalam sana. Sudah ada istri yang menunggu, tentu Dermawan ingin menghabiskan waktu malam panjang ini bersamanya.
Dermawan menyaut handuk dan melilitkan di pinggang, setelah itu ia keluar dari dalam kamar mandi. Senyumnya langsung mengembang saat melihat Rissa yang sedang membereskan barang barang mereka. Dengan langkah panjang, Dermawan menghampiri Rissa dan langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Maaassss,,," Rissa kaget,
"Besok saja beres beresnyaaa" bisik Dermawan
Rissa menghela nafas, " Iya" Jawab nya lalu meletakkan kembali pakaiannya di dalam tas.
"Itu bajunya di pakai dulu, nanti masuk angin loh" ucap Rissa
Dermawan membalikkan badan Rissa dan mereka saling menatap
Rissa terkekeh, ternyata suaminya bisa genit juga.
"Manja!"
Lalu Rissa melepaskan tangan Dermawan dan mengambil pakaiannya. Sudah seperti anak kecil saja, Rissa memakaikan kaos untuk suaminya
"Celananya sekalian dong" kekeh Dermawan
Wajah Rissa tiba tiba memerah,
"Iiihhh masss, pake sendiiriii, Rissa loh masih datang bulan" ucap Rissa lalu memberikan celana kepada suaminya, Dermawan terkekeh,
"Ya udah kalau gitu , gak usah pake celana!" sungut Dermawan
Rissa mencibik, lalu mau tidak mau gadis itu mengambil celana Suaminya lagi dan akan memakaikannya.
__ADS_1
"Aaaaaaaa!" Rissa menjerit saat Dermawan tiba tiba melepaskan handuknya
"Mas burungnya lepas!" Teriak Rissa dengan mata yang terpejam
"Bahahahahahahaha" Terdengar gelegar tawa dari Dermawan karena berhasil mengerjai istrinya.
Rissa perlahan membuka mata dan melihat suaminya sudah memakai celana.
"Massss Awaaannnnn?!" Sungut Rissa dengan wajah memerah, antara malu dan marah menjadi satu
"Awaasss kamu masss!" Ucap Rissa saat Dermawan sudah kabur ke atas ranjang.
Rissa melompat dan langsung naik di atas tubuh suaminya, gadis itu menggelitik suaminya hingga Dermawan tertawa terpingkal pingkal.
Tiba tiba tawa mereka lenyap saat mendengar bel rumah berbunyi.
"Siapa mas?" tanya Rissa
"Mas juga tidak tau, Ayo kita lihat" ucap Dermawan
Kemudian Rissa turun dari atas tubuh suaminya dan keduanya segera melihat siapa yang bertamu malam malam.
"Apa kita akan di grebek pak RT?" tanya Rissa
"Mungkin saja" jawab Dermawan lalu membuka pintu.
.
.
.
.
.
.
Bukan pak RT itu tapi bapak mu Wan 😅
__ADS_1
Rissa pake dress beginian kali yahh sampai opa terpesona 😅