Gadis Jerami

Gadis Jerami
Episode 15 : nayla?


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang aneh. Tiba-tiba saja aku bertemu dengan seseorang yang tidak aku kenal, tapi anehnya dia terlihat tidak asing.


Aku sudah masuk ke kamarku untuk tidur siang, sambil menguap aku masuk ke dalam selimut begitu saja. Tapi aku tidak bisa tidur karena tirainya terbuka. Siapa yang membuka tirai kamarku? Semua orang di rumah ini tahu aku benci dengan ruangan terang. Akhirnya dengan malas aku bangun dan menutup tirai lalu kembali lagi ke dalam selimut. Anehnya aku tetap tidak bisa tidur, AC sudah menyala tapi aku tetap merasa gerah. Setelah diingat-ingat aku belum mandi sejak kemarin. Saat sedang sibuk aku bisa jadi orang yang sangat jorok. Aku pun bangun lagi, mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


Di tengah aktivitasku yang sedang mandi, samar-samar aku mendengar pintu kamarku di buka lalu pintu almari juga dibuka. Siapa yang berani masuk kamarku sembarangan? Seperti pengalaman terdahulu, kuambil gayung. Setelah melilitkan handuk, aku berdiri di balik pintu. Hal ke dua selain ruangan terang, aku juga benci kamarku dimasuki secara sembarangan. Tapi kalau orang itu keluar aku akan memaafkannya, anehnya dia malah membuka pintu kamar mandi.


Tidak peduli siapapun itu aku mengayunkan gayung dan memukul dahinya.


Duak...


Tepat sasaran


Dia menjerit dan jatuh sambil memegangi dahinya lalu pingsan.


Bukankah ini gadis tadi? Aku bergerak mendekatinya, memperhatikan wajah polosnya. Sekali lagi aku merasa tidak asing dengannya. Apa aku pernah melihatnya di suatu tempat?


Bodo amat, aku meninggalkannya dan memakai bajuku. Aku tahu sebentar lagi dia sadar, ini bukan kali pertama aku memukul orang yang masuk ke kamarku dengan gayung.


Bukan aku yang kejam, tapi mereka yang tidak tahu aturan.


Setelah selesai berpakaian aku menunggu gadis itu terbangun. Benar saja, ia mulai sadar.


"Loe siapa?"


Entah mengapa aku ingin tertawa saat melihatnya berjalan menjauh lalu berbalik dan menatapku dengan sengit. Reaksi yang tidak asing juga.

__ADS_1


"Kamu yang siapa?"


Sudah salah masuk kamar tapi malah nggak sopan. Aku sengaja menatapnya dengan tajam. Rasakanlah tatapan iblisku ini.


"Keluar" aku mungkin bisa memaafkannya kalau dia langsung keluar tapi dia malah ngejawab lagi. Berani tapi bodoh, dia kira aku akan membiarkannya.


Aku yang kesal mengumpatnya.


Sepertinya aku bertindak terlalu berlebihan, aku tahu dia terkejut, apa mungkin dia akan menangis....


Kejadian itu berakhir setelah mama membuka pintu kamarku dan si gadis itu keluar setelah mengaku kalau dia salah kamar. Giliran ada majikan aja langsung ngaku, dasar....


Anehnya mama malah marah padaku.


"Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus minta maaf"


Dengan malas aku berjalan menuju pintu perpustakaan. Kenapa aku bisa tahu? Jelas saja karena jejak yang ia tinggalkan di lantai. Seingatku aku tidak menyiramnya, kenapa dia bisa basah?


Aku mengetuk pintu dua kali "hoey, buka pintunya?" karena tidak segera di buka aku mengetuk lebih keras. Aku tidak sedang dalam mood bisa basa-basi. Akan kutuntaskan ini dan pergi tidur.


Saat dia membuka pintu aku sedikit terkejut melihat matanya yang sembab, rasa bersalahku tiba-tiba muncul "gue minta maaf" dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Setelah itu aku pergi meninggalkannya dan masuk ke kamarku. Entah kenapa aku diliputi rasa tidak nyaman. Hanya karena melihat gadis tidak dikenal menangis, aku bisa merasa seperti ini?


Ini bukan aku yang biasanya.


Waktu aku terbangun, jam sudah menunjukan pujul 5 sore. Aku berbaring sejenak di atas ranjang sambil memandang langit-langit kamar. Setelah seminggu aku begadang dan kurang tidur akhirnya hari ini aku bisa tidur puas. Aku mencuci wajah dan turun ke bawah, perutku sudah keroncongan apalagi aroma sedap dari dapur itu. Apa yang dimasak bik narmi?

__ADS_1


Penasaran, aku pergi ke dapur. Menemukan bik narmi yang sedang menggoreng capcay kesukaanku.


"Bik, kalau udah mateng kasih tahu ya. Saya mau makan duluan" kataku lalu duduk di kursi sambil meneguk air yang kuambil dari kulkas.


"Lho, udah bangun mas. Ini yang masak bukan saya, saya cuma nerusin" seperti biasa bik Narmi selalu menebar senyum. Pembantu yang tidak pernah marah walau aku bertindak seenaknya. Lagipula aku tidak peduli siapa yang masak.


"Pokoknya kasih tahu aja kalau udah mateng"


"Siap mas"


Aku menelungkupkan kepalaku lagi di meja. akhir-akhir ini aku jadi sering pusing lagi. Mendadak aku teringat gadis tadi.


"Pembantu barunya mana bik?"


"Pembantu baru? Nggak ada pembantu baru mas"


Lah... Terus cewek itu...?


"Ohhh, mungkin maksud mas miral kenalannya nyonya ya. Itu namanya mbak nayla"


Nayla?


"Maaf bik, saya kelamaan ya" dia muncul dari pintu samping dapur. Menghampiri bik narmi sambil merapikan ikat rambutnya. Ia tersenyum, memperlihatkan gigi kelincinya yang lucu. Menyadari kehadiranku dia menoleh dan menutup mulutnya lalu membantu bik narmi menyiapkan makanan.


Nayla?

__ADS_1


siapa nayla?


__ADS_2