
Padahal hari ini adalah hari ospek pertama. Tapi aku terlambat datang ke kampus karena bangun kesiangan. Sialnya aku juga harus memperkenalkan diri sendirian di depan para calon mahasiswa baru. Aku mendelik pada Adrian tapi dia malah berteriak dan mendorongku ke depan.
Sebenarnya aku sudah menolak untuk ikut acara semacam ini, tapi lagi-lagi Adrian memaksaku.
Sudah kubilang padanya kalaupun aku mau ikut, aku hanya akan duduk di pojokan dan tidak akan bantu-bantu.
"Pokoknya loe ikut aja, biar jadi pajangan"
Jadilah, sekarang aku membuktikan kata-kataku itu dengan duduk di belakang mereka sambil setengah ngantuk. Hari ini Nayla juga ikut ospek. Aku melihatnya duduk di tengah para calon mahasiswa dengan atribut ospek yang membuatnya terlihat lucu. Dia maju ke depan dan memperkenalan diri dengan kikuk.
"Nayla?" teriakan Adrian membuatku terkejut sendiri. Dia benar-benar niat menjalankan rencananya?
Entah mengapa aku kesal memikirkam itu. Apalagi ketika dia menghampiri Nayla yang berhenti di tepi lapangan karena kelelahan. Dia mengambilkan botol air dan mengatakan pada semua oranag "sedang menjalankan misi mencari jodoh"
Semua orang tertawa, kecuali aku. Mereka paham sifat Adrian yang lihat cewek cantik dikit langsung nengok. Bahkan mereka menyemangati Adrian, yang mana membuatku makin menahan amarah.
Setelah acara usai aku dan Adrian pergi makan bersama di kantin. Dia masih membawa botol minuman itu sejak tadi. Memeluknya seperti bayi.
"He... he... Dapet bekas bibirnya calon doi" katanya entah sudah keberapa kali.
"Ternyata lebih manis aslinya daripada di foto"
Aku membiarkannya mengoceh panjang lebar. Sebenarnya aku masih kesal padanya.
__ADS_1
"Loe kenapa telat?" bakso pesanan Adrian datang, sementara aku memesan nasi goreng.
"Ketiduran".
"Untung temen sendiri"
Sesekali aku melirik botol minuman itu, ingin rasanya kubuang jauh-jauh.
"Tapi seriusan, itu cewek tipe gue banget. Beda sama cewek lainnya. Loe tahu nggak, dia manggil gue mas, kang mas kali maksudnya" Adrian tertawa sendiri.
"Mas kang ojek mungkin" kataku, kesal tanpa alasan.
"Ya kali kang ojek ganteng gini"
"Yaelah, mentang-mentang ganteng, temen sendiri di dihina. Bayarin bakso gue"
Aku menendang kakinya, Adrian mengaduh dan balas menjitak kepalaku. Bagaimana pun juga kami bisa tertawa bersama meskipun aku kesal padanya.
Aku dan Adrian sedang berjalan menuju kelas sambil membahas rencana malam keakraban setelah ospek selesai nanti. Rencananya dia ingin membuat acara yang bisa membuat para siswa makin dekat, tidak ketinggalan dia mengatakan akan mendekati Nayla saat itu. Setiap kali mendengar rencananya aku merasa sangat kesal.
"Eh, itu bukannya Nayla?' tiba-tiba Adrian berhenti berjalan, sambil melongok ke gerbang.
Lah, benar, ngapain tu anak masih di sini? Perasaanku makin tidak enak saat Adrian menunjukan senyum soknya sambil berjalan ke arah gerbang, meninggalkanku begitu saja. Aku hanya memperhatikan mereka berbicara agak lama, sepertinya Adrian menawarkan diri untuk mengantarkan Nayla pulang tapi Nayla menggeleng sambil tersenyum. Ha..ha.. Entah mengapa aku senang dia melakukannya.
__ADS_1
Adrian lalu mengeluarkan ponselnya dan tampak mngetik sesuatu, begitu juga Nayla. Jangan-jangan mereka bertukar nomer...
Tanpa sadar aku mengumpat sendiri. Tidak lama kemudian Adrian berjalan ke arahku dengan senyum paling lebar.
"Gue dapet nomernya he..he..."
"Loe duluan aja, gue mau ketemu klien bentar. Nanti gue balik lagi"
"Terserah loe, gue lagi seneng. Jangan ganggu"
Aku menunggu sampai Adrian masuk ke kelas. Setelah itu aku pergi ke parkiran. Sial.. Ini kenapa motor pada parkir di sini sih. Nggak ada waktu lagi, aku menyingkirkan motor itu satu-persatu, sambil sesekali menoleh ke gerbang. Nayla masih duduk di sana, sambil menggenggam ponselnya. Saat aku sudah hampir selesai, sebuah mobil hitam berhenti di depan gerbang. Nayla melambaikan tangannya yang dibalas penuh semangat oleh pak Raden.
Aku menghembuskan nafas berat. Luar biasa jengkel. Padahal tinggal sedikit lagi. Kalau saja motor-motor sialan ini tidak parkir di sini.
Kuputuskan untuk masuk ke dalam mobil dan memejamkan mata.
Kenapa hari ini mood ku jelek sekali, apalagi saat melihat tingkah Adrian yang berusaha mendekati Nayla. Apa yang salah? Aku malu mengakuinya, tapi rasanya aku sedang cemburu tanpa alasan.
Dia bukan siapa-siapa ku. Bertemu juga baru beberapa kali. Tapi perasaanku sudah dibuat tidak karuan begini.
Apa jangan-jangan...
Aku dipelet?
__ADS_1