
Bab. 47
"Jangan terlalu keras, Om!" teriak seorang gadis yang berada di bawah Kungkungan seorang laki-laki matang. Laki-laki itu tampak menggebu dalam melakukan kegiatannya.
Plak!
Suara tamparan beriiringan dengan suara teriakan sang gadis itu bercampur menghiasi ruangan berukuran enam kali delapan meter. Lumayan cukup besar untuk di gunakan main berdua seperti sekarang ini.
"Saudara tirimu itu apa sudah punya pacar?" tanya laki-laki itu masih terus melakukan kegiatannya.
Wajah sang gadis langsung berubah ketika pria yang saat ini mengacak dirinya di bawah sana malah membahas mengenai Gina.
"Kenapa memangnya?" ada rasa penasaran dalam diri Resa.
Ya. Gadis yang tengah melayani pria di atas tubuhnya saat ini ialah Resa.
__ADS_1
"Buat aku janji temu dengan dia. Aku kasih vila yang ada di Bali, kalau sampai kamu bisa buat dia di atas ranjangku," ujar pria matang itu tersenyum penuh arti pada Resa. Lalu tangannya menampar paha Resa dengan begitu keras serta menghentak secara bersamaan.
Tentu saja, iming-iming itu sangatlah menggiurkan. Lagi pula Resa juga tidak memiliki perasaan pada pria yang ia layani saat ini. Kalau tidak karena kartu tanpa batas yang diberikan oleh pria ini, Resa tidak akan mau melayaninya. Di tambah lagi pria ini suka main kasar dan tidak kenal waktu jika menginginkan dirinya.
Resa melingkarkan kakinya di pinggang pria itu. "Oke, deal!"
Memang dasarnya bibit kalajengking, mau gimana pun juga sudah pasti akan mencelakai orang di sekitarnya demi mendapat apa yang dia mau.
Lagi pula kalau Gina berhasil berada di ranjang pria ini, otomatis dirinya tidak perlu terlalu sering melayani pria yang memiliki penyakit hip3r tersebut. Karena jelas dia akan kecanduan sama barang baru. Pikir Resa. Ini sangat menguntungkan dirinya. Gina yang bekerja, dia yang mendapat keuntungan. Belum lagi Resa bisa menggunakan keadaan Gina nanti untuk menggeser posisi gadis itu.
"Kita berhenti dulu di sini, Om!" ujar Gina secara tiba-tiba ketika mobil yang dikemudikan oleh om Dias melewati sebuah kedai makanan yang berada di pinggir jalan.
Untung saja di belakang masih ada jarak untuk mobil lain. Sehingga tidak terlalu mengejutkan pengendara di belakangnya.
"Mau ngapain, Nona?" tanya om Dias ketika menghentikan mobilnya di tepi jalan.
__ADS_1
Gina meraih tasnya dan mengambil dompet kecil dari dalam. "Om mau juga?" tanya wanita itu menatap om Dias. Sedangkan om Dias terbengong, tidak mengerti apa yang di maksud oleh Gina.
"Mau apa?"
"Itu loh, Om! Aku mau beli itu bentaran. Om mau nggak?" tawar Gina sambil menunjuk ke arah kedai kebab yang ada di pinggir jalan.
Om Dias melihat ke arah yang ditunjuk oleh Gina. Lalu menganggukkan kepala samar.
"Boleh juga." balasnya.
Karena percuma saja kalau om Dias tolak. Pasti ujung-ujungnya Gina tetap akan memaksa dirinya untuk memakan makanan yang wanita itu beli.
Bergegas Gina turun dari mobil dan menuju ke kedai kebab yang ada di depannya. Akan tetapi, belum juga sampai di kedai itu, ada dua orang yang tiba-tiba saja turun dari mobil dan langsung menarik paksa Gina hingga membawanya masuk ke dalam mobil mereka.
Om Dias tersentak dengan kejadian itu. Berusaha mengejar nona mudanya, tetapi terlambat. Mobil itu melaju dengan kecepatan penuh. Bahkan dompet yang Gina bawa sampai terjatuh di tempatnya tadi di culik.
__ADS_1
Maaf, cuma mau kasih pengumuman. Si Hiro aku taruh di Fiz zo. Judulnya My Possessive Boss (Hiro). Ketik sesuai judul itu ya, Yaang. Atau bisa ketik Lee Yuta di pencarian. kali ini aku main jauh😌 Aku tunggu di sana, Yaang.