Gadis Penari Sang Presdir

Gadis Penari Sang Presdir
Chap. 59


__ADS_3

Bab. 59


Dibawa pulang oleh Gina dan kebetulan bertemu dengan kedua orang tuanya, jelas saja Naka tidak akan membuang kesempatan bagus. Sebagai seorang pengusaha, dia selalu memanfaatkan peluang yang ada di depan matanya.


Sama seperti sekarang. Pria itu dengan percaya diri dan nada yang tegas, Naka mengakui kalau dirinya menghamili Gina. Bukan hanya membuat keluarga Gina terkejut, tetapi Gina juga dibuat terkejut oleh Naka.


"Kamu bicara apa sih, Mas!" protes Gina dengan wajah tak suka. "Siapa juga yang hamil," lanjutnya lagi sembari membuang muka.


Naka tersenyum melihat reaksi Gina. Wanita itu pikir dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi. Mungkin dia bisa membohongi om Dias. Tetapi tidak untuk Naka.


"Yang aku katakan benar 'kan, Sweety?" bisik Naka tepat di telinga Gina. Membuat Gina membeku dan tidak bisa gegabah menanggapi ucapan Naka barusan.


Ingat, Naka merupakan seorang Presdir yang memiliki insting yang kuat serta otak yang cerdik. Jelas, untuk membohongi dirinya tidak akan mudah. Kecuali dalam hal-hal tertentu. Contohnya seperti perasaan wanita yang sangat rumit dipecahkan.

__ADS_1


"Kau anggap putriku apa, Bocah sialan!" kali ini Marhen memasang wajah marah. Tidak terima jika putrinya dikata hamil dengan pria sialan yang ada di hadapannya.


Gina cukup terkejut dengan reaksi daddy-nya. Tidak menyangka kalau pria itu akan marah. Padahal ini hanya statemen dari Naka. Belum pembenaran dari dirinya.


Ya. Gina memang hamil. Wanita itu memilih menyembunyikan dari orang yang ada di sekitarnya, karena Gina memiliki rencana tersendiri mengenai kehamilannya tersebut. Oleh sebab itu, Gina berusaha bersikap biasa, meskipun setiap pagi mengalami morning sickness. Walau tidak separah seperti yang sering kali terjadi di sekitarnya.


Naka menarik sebelah bibirnya ke atas ketika menatap Gina. Tatapan pria itu pun penuh makna, di mana membuat Gina salah tingkah sendiri dibuatnya. Lalu kemudian menatap serius ke arah Marhen.


"Saya menganggap putri Pak Marhen Cakradinata sebagai seorang wanita yang sangat berharga. Oleh sebab itu saya memilih jalan yang paling mudah demi bisa memiliki putri Bapak. Anda tenang saja, semua kebutuhannya akan saya cukupi. Saya tidak akan membiarkan putri dan calon cucu anda kekurangan sedikit pun," ucap Naka dengan tatapan seriusnya. Namun kalimat yang dia lontarkan cukup terdengar kurang ajar sekali di telinga Marhen.


"Kau ...!"


Sampai-sampai Salma yang selalu menempel seperti lintah di sisi Marhen, menenangkan suaminya. Mengusap lengan dengan memberikan kata-kata yang justru semakin mematik amarah Marhen semakin memuncak.

__ADS_1


"Itu karena terlalu dibebasin sama Mbak Ester, Mas. Makanya Gina jadi liar kayak gitu. Main tidur sama pria yang bukan suaminya. Bikin malu keluarga Cakradinata aja!" timpal Salma dengan wajah julidnya.


Gina sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan mama tirinya. Wanita itu lebih panik memikirkan bagaimana caranya berkilah pada Naka mengenai kehamilannya. Karena jujur saja, ia belum siap memberitahukan kebenarannya.


Gina mencebikkan bibirnya. "Tante nggak punya cermin ya, di kamar? Atau perlu Gina belikan yang besar? Hmm?" sahut Gina dengan senyuman menyebalkan di mata Salma. Membuat wanita yang berada di sisi Marhen mengeram kesal.


Tentu saja hal itu semakin membuat Gina senang. Karena Salma merasa dipermalukan oleh pernyataannya barusan.


"Aku bukan Cakradinata, Tante. Margaku Kusumajaya, kalau Tante lupa," sahut Gina dengan senyuman tengilnya.


Marhen memejamkan mata sembari memijit pelipisnya yang terasa sakit. Memang benar yang di ucapkan oleh Gina, dia memakai marga Kusumajaya di belakang namanya. Bukan marga darinya. Karena kesalahan yang Marhen perbuat, sehingga Ester—istri pertamanya itu bersikeras memberi marga keluarganya di belakang nama Gina.


Sementara Ester tidak bersuara sedikit pun. Wanita paruh baya itu menatap Gina dengan tatapan seribu makna. Ekspresinya datar. Namun, tatapannya terlihat sangat mengerikan jika diperhatikan.

__ADS_1


Maaf, dua hari kemarin sibuk, Yaang.


__ADS_2