Gadis Penari Sang Presdir

Gadis Penari Sang Presdir
Chap. 61


__ADS_3

Bab. 61


Ternyata, menyelamatkan dan mengantarkan wanitanya pulang tidaklah buruk. Karena dampak yang didapat oleh Naka, membuat pria itu senyam senyum terus tanpa sebab yang jelas. Irham yang sedari tadi mengamati atasannya, mengerutkan kening. Menatap heran dengan sikap Naka.


"Kesambet apa baru dapat nomor?" tentu saja Irham tidak bisa diam begitu saja melihat keanehan yang terpampang jelas di depan matanya.


Sedangkan Naka tidak menggubris. Pria itu menikmati ribuan kelelawar yang tengah beterbangan di dadanya. Entahlah. Sangat sulit untuk Naka jabarkan dan jelaskan pada asistennya tersebut.


Irham semakin merinding melihat ekspresi Naka yang semakin aneh. Perlahan pria itu menjauh dari tempatnya. Kalah bisa, ia malam ini menaiki mobil lain bersama dengan bodyguard-nya yang lain.


Namun apalah daya. Sekarang ini Irham-lah yang membawa mobil. Sungguh nasib yang tidak pernah beruntung Irham dapatkan jika berdekatan dengan atasannya.


"Kalo lo kesambet, lebih baik gue pindah mobil aja. Biar ini mobil Bagas yang bawa," ucap Irham memancing Naka agar mau membuka suaranya. Karena merasa horor sekali melihat pria itu senyam senyum tak jelas.


Plak!


Bukannya mendapat jawaban, Irham justru mendapat sebuah geplakan di kepalanya dari belakang.


"Awww! Aset berharga ini, Bro!" pelik Irham menoleh sekilas ke belakang lalu fokus kembali pada kemudinya.

__ADS_1


"Kalo ngomong yang jelas. Mana ada gue kesambet dari rumahnya mertua gue!" protes Naka tak terima dibilang kesambet oleh Irham.


"Ya lagian lo make senyam senyum nggak jelas. Ditanya malah cengengesan. Siapa coba yang nggak anggep lo kesambet. Orang yang baru kenal aja bakalan bilang begitu," balas Irham tidak kalah kesalnya dengan Naka.


Naka tidak menanggapi. Pria itu masih meresapi rasa bahagia yang sangat luar biasa. Daripada memenangkan sebuah tender besar, Naka lebih senang dengan apa yang ia dapatkan. Sebuah restu dari orang yang sangat ia harapkan.


Ckiiittt!


Hampir saja kepalanya terbentur dengan kursi kemudi yang ada di depannya, di kala Irham tiba-tiba saja mengerem dan menghentikan mobilnya di tengah jalan seperti ini. Beruntung tidak ada kendaraan di belakang mereka dan jalanan terbilang sepi.


"Lo mau gue pecat!" sentak Naka.


"Wait wait wait!" Irham menyerongkan tubuhnya dan menoleh ke belakang. "Lo tadi bilang apa? Mertua? Maksudnya?" cecar Irham mengabaikan semprotan Naka.


Naka membenarkan duduknya kembali. "Gue mau dinikahin sama Gina."


"Bagus dong! Itu kan yang lo harapkan dari semua ini. Lo bisa menjerat gadis penari lo itu dan ...." dengan sengaja Irham menggantung kalimatnya, namun tatapannya yang mengarah ke bawah tubuh Naka, membuat Naka mengerti arti dari tatapan tersebut.


"Kalo iri, bilang Ham!" sindir Naka dengan seringai menyebalkan terbit di bibirnya.

__ADS_1


"Ck! Siapa juga yang iri. Gue juga udah punya!" decak Irham, kembali pada posisinya dan menghidupkan mesin mobil yang sempat ia matikan lalu lanjut melaju menuju rumah yang dibeli beberapa waktu oleh bosnya.


Akan tetapi, hingga mobil yang mereka tumpangi sampai di plataran rumah baru Naka yang ada di kita Surabaya, Irham mendapati raut wajah Naka yang tampak banyak beban.


"Kenapa lagi, lo? Bukannya udah dapat restu?" Irham mematikan mesin mobil lalu membuka pintu yang ada di sampingnya. "Wajah lo kayak orang yang nggak punya dana saja buat sewa gedung. Mau gue sewain?" entah mengapa kali ini Irham tertawa senang melihat Naka seperti orang susah saja.


Padahal kalaupun mau menyewa gedung dengan luas satu kampung pun, harta pria itu tidak akan berkurang sedikit pun.


Hembusan napas keluar dari mulut Naka secara kasar.


"Jangan sombong jadi orang. Baru punya tabungan dua miliyar aja udah belagu!" balas Naka.


Irham terkekeh, tak tersinggung sedikit pun. Karena memang benar apa yang dikatakan oleh Naka barusan.


"Terus apa?" desak Irham penasaran.


"Masalahnya orang tua gue. Lo tau sendiri, mereka taunya Gina itu penari club. Bakalan susah ini dapat restunya. Apalagi Papa." Naka merasa perjuangannya akan semakin berat di orang tuanya sendiri.


Ayaaaanggg ... Naka manggil bapak Kabiru apa weh?😭 Yuta lupa😅🤣

__ADS_1


__ADS_2