Gadis Penari Sang Presdir

Gadis Penari Sang Presdir
Chap. 49


__ADS_3

Bab. 49


Flashback On.


"Jangan macam-macam lo sama gue!" sentak Nala dengan amarah yang langsung membuncah. Melayangkan beberapa pukulan di perut Gibran.


Gribran meringis mencoba untuk bangkit, sedangkan Irham segera mencegah Naka yang seolah kesetanan itu agar tidak membunuh sahabatnya sendiri.


"Gue nggak macam-macam sama lo. Gue emang tau keberadaan Gina, dan lo bakalan tidak menyangka akan sebuah fakta yang selama ini dia sembunyikan," ujar Gibran meringis miring. "Lo ternyata selama ini tertipu, Bro! Siapa yang mengira, ternyata seorang Presdir Naka Kamajaya ternyata bisa ditipu oleh gadis ingusan seperti Gina." sindir Gibran yang semakin membuat Naka menahan geramnya. Sedang tangan masih ditahan oleh Gibran.


"Tenang, Bos. Walau dia agak eror, tapi informan dari dia emang beneran akurat. Lo udah buktiin sendiri, kan?" ucap Irham mencoba meredakan amarah Naka mengenai keahlian Gibran yang satu ini.

__ADS_1


Naka mengatur napas. Oke, kali ini dia akan menahan egonya agar tidak melenyapkan teman laknat seperti pria yang ada di hadapannya sekarang ini.


"Nggak usah buang waktu. Cepet katakan, atau gue bikin perusahaan lo rata!" ancam Naka dengan napas kasar. Pria itu bisa menahan emosi, tetapi tidak bisa menghilangkan amarahnya begitu saja.


Meski sudah mendapat beberapa pukulan, akan tetapi Gibran bersikap begitu santai. Pria itu malah membenarkan duduknya. Kali ini dia memilih duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Naka.


"Lo lihat, dia ngelove postingan gue semalam," ucap Gibran seraya memperlihatkan ponselnya pada Naka. Naka melihat itu.


Pjn begitu dengan Irham yang mendekat dan berdiri di dekat meja kerja atasannya.


Naka semakin memanas hatinya. Kenapa dua orang bajingan ini malah sudah follow-an dengan wanitanya? Sedangkan dirinya sama sekali tidak tahu. Hanya tahu nomor ponselnya Gina saja.

__ADS_1


"Udah, marahannya nanti aja kalau udah ketemu dia. Lo hajar aja udah di ranjang. Yang terpenting itu Gina yang sebenarnya. Latar belakang dia bakalan bikin lo geleng kepala," ujar Gibran memutus tatapan Naka yang begitu tajam ke arah Irham.


Kali ini Naka menurut. Dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Gibran. Pria itu kemudian membuka sebuah file di emailnya. Mungkin hasil dari penelusurannya mengenai sosok Gina.


"Gila, kan? Tuh, liat. Kalian pasti nggak pernah menyangka. Tau gini gue aja yang hamilin dia pas ketemu di Naimos. Nggak akan gue kasih ke lo. Sayangnya dia udah lo bobol duluan," ujar Gibran seraya menampilkan wajah menyesal nya.


Naka tidak menghiraukan. Dia teramat sangat penasaran dengan latar belakang Gina yang berhasil wanita itu sembunyikan darinya.


"Gila!" seru Irham yang juga membaca info tentang Gina di layar ponsel Gibran. "Anak pertama Marhen Cakradinata dan Ester Kusumajaya?" ulang Irham memastikan ulang.


"Yup! Ternyata dia Nona Muda dari keluarga yang sangat berpengaruh di Surabaya. Kita dikibulin, Bro!" ujar Gibran membenarkan seraya tertawa.

__ADS_1


"Terus kenapa dia nggak makai nama keluarganya?" ada sesuatu yang janggal di sini menurut Irham. Sedangkan Naka memilih untuk melanjutkan membaca mengenai wanita yang sudah ia titipi benihnya.


"Menurut informan gue tadi, ada permasalahan internal dalam keluarga. Sehingga Gina nggak mau makai nama papanya. Dia lebih memilih memakai nama Kusumajaya di belakang nama aslinya. Kalau yang selama ini dia pakai di sini, itu hanya nama bagian depannya saja," jelas Gibran begitu yakin dengan penemuannya kali ini.


__ADS_2