Gadis tangguh masuk novel

Gadis tangguh masuk novel
*Episode 64


__ADS_3

Setelah selesai menguji kesabaran Kenza dan Lila, mama Lila pun mulai membuka cerita.


Ternyata, novel yang mereka baca itu adalah novel yang kedua mama dapatkan dari kakek buyut mereka dulu. Novel itu sengaja dibuat dengan sungguh-sungguh karena ingin mengikat kedua keluarga.


Dahulunya, saat ilmu dan kepercayaan masih segar, mereka langsung memikirkan untuk membuat buku tersebut sebagai alat pertemuan dua orang atau sepasang anak dari keturunan mereka yang tidak ingin di jodohkan.


Semua itu bukan tanpa alasan. Karena sebelumnya, mereka telah gagal dalam menjodohkan kedua anak mereka. Karena kegagalan itu, mereka membuat buku tersebut agar jangan gagal lagi.


Sementara cincin yang Kenza dan Lila pakai, kenapa bisa ada di jari manis mereka saat bangun, ya itu karena kedua mama yang memakaikan cincin tersebut saat tengah malam ketika keduanya masih tidur.


"Nah ... gitu ceritanya," ucap mama Kenza setelah mama Lila selesai bercerita.


"Jadi ... semua yang kami alami itu nyata, Ma? Tante?" tanya Kenza masih tidak percaya.


"Iya ... bisa dibilang gitu." Mama Lila menjawab.


"Tunggu! Aku masih gak percaya dengan apa yang kalian katakan. Novel bisa bikin kita jatuh cinta satu sama lain. Apa jangan-jangan, novel ini ada peletnya lagi, Ma." Lila bicara dengan nada agak kesal.


"Nah ... benar apa yang, Ria katakan. Jangan-jangan, kalian main pelet nih." Kenza langsung membenarkan.


"Hush! Anak muda ini pikirannya kok ngelantur ke mana-mana sih. Gak ada yang namanya pelet di sana tahu gak. Enak aja bilang pelat-pelet pelat pelet." Mama Kenza berucap dengan nada kesal.


"Iya nih kalian berdua. Gak ada yang namanya pelet di sana. Novel itu emang ada kekuatan magisnya. Hanya saja, itu tidak termasuk pelet. Jika novel itu ada peletnya, bukan kalian berdua generasi yang akan mempersatukan kedua keluarga. Tapi, kakek dan nenek kalian berdua."


Semakin dibuat bingung dengan penjelasan itu, Lila dan Kenza hanya bisa saling pandang satu sama lain. Ingin bertanya, takut kena semprot lagi. Soalnya, barusan mereka berdua sudah sukses memancing emosi kedua mama.


"Masih bingung? Iya, kan?" tanya mama Kenza pada keduanya.


"Gini nih cerita. Novel itu warisan. Kakek dan nenek kalian, tepatnya kakek kamu Kenza, dan nenek kamu Lila. Mereka juga pernah masuk ke dalam, mengalami hal yang sama. Bertemu dalam novel dan berusaha menjalani kehidupan penuh cinta. Sayangnya, mereka tidak bisa saling jatuh cinta. Karena setelah bangun dari mimpi itu, mereka tidak ingin melanjutkan kisah mereka lagi. Mereka lebih memilih mengakhiri semua itu."


"Iya. Jika kakek dan nenek kalian bisa saling mencintai. Maka novel itu sudah tidak ada gunanya lagi. Kalian berdua tidak akan bertemu dalam kisah yang sama dengan kakek dan nenek kalian."

__ADS_1


"Jadi .... " Lila menggantungkan kalimatnya.


"Ya seperti itulah. Sekarang mama tanya pada kalian berdua. Kalian saling cinta? Ingin melanjutkan hubungan kalian sebagai sepasang kekasih di dunia nyata atau tidak?"


"Tentu saja aku mau. Tidak akan aku lepaskan dia dari genggaman ku kali ini. Karena selamanya, dia akan menjadi wanitaku," ucap Kenza dengan cepat tanpa ragu.


"Ken .... "


"Mas, Sayang. Panggil aku, mas. Kita sudah sepakat bukan?"


"Untuk kedua mama. Tolong nikahkan kami sekarang juga."


"Hah? Yang benar aja kamu. Gak sabaran banget jadi manusia." Mama Kenza agak kaget. Tapi, sangat-sangat bahagia.


"Aku benar, Mama. Sudah cukup banyak waktu yang aku buang selama berada di dunia mimpi. Aku tidak ingin menunggu lagi. Pernikahan harus segera di langsungkan. Kalau bisa, hari ini juga."


"Sabarlah sedikit. Semua butuh proses lho ya anak-anak. Kan kita harus bikin persiapan dulu. Jika nikah mendadak, maka pandangan orang terhadap kalian akan berbeda."


"Nah, kamu sudah dengar apa yang pangeran mu katakan, Lila. Kami tidak bisa berbuat banyak. Semua keputusan ada di tangan kamu, Nak. Jika kamu setuju, maka pernikahan akan kami adakan secepat mungkin."


"Mama .... " Lila memanggil mamanya dengan nada bingung.


Sang mama malah tersenyum lebar menanggapi hal itu.


"Seperti yang calon mertuamu katakan, Lila. Semua keputusan ada di tangan kamu. Lagian, apa lagi yang mau kamu tunggu. Usia seperti kamu ini, sudah layak menikah kok."


"Aku tahu mama pasti akan setuju. Namun ... besok itu .... "


"Karier yang kamu miliki itu tak selamanya harus kamu kejar, Lila. Ada kalanya, kamu harus tiba-tiba berhenti. Menghilang dari dunia karier tersebut. Karena seperti yang telah mama katakan, ketenaran dan gelar, itu tidaklah terlalu penting. Karena semua itu tidak akan menjamin kamu bisa bahagia."


"Namun, semua ada di tangan kamu. Kebahagiaan yang akan kamu raih, ada pada pilihan yang akan kamu buat sekarang. Mama sebagai orang tua, hanya bisa merestui apapun yang kamu pilih. Ya meskipun akan ada hati kecewa jika pilihan kamu itu tidak sesuai dengan apa yang mama harapkan. Tapi ... hidup kamu, ya memang kamu yang menentukan."

__ADS_1


Panjang lebar mamanya menjelaskan. Akhirnya, Lila berani juga mengambil keputusan besar ini.


"Jika mama memang benar-benar menyerahkan semua keputusan di tangan aku. Maka aku akan putuskan untuk .... "


Lila tiba-tiba menggantungkan kalimatnya. Membuat mereka yang ada di situ, menatap penasaran dengan dada yang berdetak kencang. Terutama Kenza. Dia sangat berharap, juga begitu cemas dengan keputusan yang akan Lila ambil sekarang.


"Katakan langsung, Ria. Jangan buat aku mati mendadak karena penasaran," ucap Kenza.


"Sabar, Ken. Yang penasaran bukan hanya kamu. Tapi kami juga."


"Aku telah mengambil keputusan dengan pertimbangan masak-masak. Aku menerima tawaran Kenza untuk menikah dengannya secepat mungkin. Karena .... "


Tanpa menunggu Lila menyelesaikan ucapannya lagi, Kenza langsung menarik Lila ke dalam pelukan. Dia yang terlalu bahagia, tidak bisa menahan diri lagi sekarang. Tidak memikirkan tatapan kesal kedua mama, dia terus memeluk Lila dengan erat.


_____


Besoknya, hari yang seharusnya adalah hari pertandingan buat Lila, kini malah berubah menjadi hari pernikahan. Ya meskipun pernikahan mereka diadakan dengan acara sederhana, tapi mereka terlihat sangat bahagia.


Ijab kabul dengan seadanya itu dilakukan di kediaman Lila. Hanya mengundang tetangga dari kedua belah pihak saja.


Setelah ijab kobul selesai, keduanya langsung menuju hotel bintang lima. Di sana, mereka akan melanjutkan malam hangat yang selama ini mereka impikan.


Ternyata, cinta memang perasaan yang sangat rumit. Bertemu dalam mimpi, berakhir di dunia nyata dengan penuh kebahagian. Meski sempat merasa kecewa, tapi semua itu telah terbayarkan dengan pertemuan yang dilanjutkan dengan pernikahan.


_____


Satu tahun kemudian, Lila akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan. Kehidupan keduanya makin bahagia dengan kejutan-kejutan romantis yang Kenza berikan buat Lila. Sementara Lila, dia sudah memutuskan menghilang buat selamanya dari seni bela diri.


Menghilang tanpa kabar yang awalnya membuat dia jadi pembicaraan hangat. Tapi lama kelamaan, mereka perlahan melupakan dirinya juga.


Itulah yang namanya gelar. Lama kelamaan, akan dilupakan juga. Lila bersyukur karena dia tidak salah dalam memilih waktu itu. Ternyata, pilihan yang awalnya dia ragukan, tapi karena memikirkan hati sang mama, akhirnya meyakinkan diri dengan seyakin-yakinnya buat memilih. Dan pilihan itu kini mengantarkan dia pada kebahagiaan yang sesungguhnya. kebahagiaan yang utuh yang terasa sangat manis.

__ADS_1


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ SELESAI\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2