Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Pesta


__ADS_3

Sore nya Jessy sudah cantik dengan balutan gaun nya yang sangat cantik, Jessy tidak memakai riasan wajah yang terlalu full tapi dia terlihat seperti gadis remaja polos pada umum nya.



"Jess kau membuat ku kesal, jika berdandan seperti ini aku rasa make up sendiri juga bisa" kesal Ambar yang tidak habis pikir dengan pikiran teman nya.


"Well, aku kesini hanya untuk bersenang-senang, hanya itu" sahut Jessy menyebalkan.


"Kau yakin? bukan nya kau ingin melihat burung yang lebih besar?" goda Ambar.


Yang seketika membuat pipi Jessy memerah bak kepiting rebus.


Bukk !


Jessy memukul pelan lengan Ambar.


"Jangan mengatakan hal itu lagi, kau tau milik ku sudah rapat lagi" ucap Jessy asal.


"Hah?, aku tidak percaya" balas Ambar.


"Terserah, tapi aku sudah tidak menyukai burung, apalagi burung yang hanya bisa bikin bunting dan tidak mau mengakui benih nya" Jessy mengatakan nya dengan wajah berapi-api.


Ambar melihat teman nya dengan wajah penuh curiga, tiba-tiba tangan Ambar memegang perut Jessy..


"Oh no!! jangan bilang kau hamil Jessy sayang" curiga Ambar.


Jessy yang mendengar penuturan Ambar seketika memberikan raut wajah lesu nya.


"100 Am, kau pintar menebak" ucap Jessy dengan wajah di tekuk.


"What! katakan siapa ayahnya" tanya Ambar penasaran.

__ADS_1


"Entahlah, aku tidak tahu tapi aku rasa dia Daffin pria yang di jodohkan dengan ku karena yang terakhir aku melakukan bersama nya" jelas Jessy.


Ambar hanya mangut-mangut, Jessy pun kembali menceritakan jika apa yang di pikirkan Ambar untuk pernikahan Jessy itu semuanya salah.


Jessy tidak benar-benar bahagia, dia selalu merasakan takut jika Daffin sebenarnya mandul dan anak ini adalah anak Mr X, Jessy juga menceritakan mimpi nya bertemu Mr X lagi.


"Tenanglah, sekarang kamu lepaskan rasa lelah mu itu, dan ingat saat party nanti jangan dansa karena aku takut kamu terjatuh" Ambar memberikan ceramah singkat nya.


Jessy hanya mangut-mangut mendengar ucapan teman nya, hanya Ambar lah yang bisa membuat Jessy nyaman dan terbuka seperti ini.


Ya terlepas dari segala kekurangan Ambar, Jessy sangatlah tahu kalau Ambar memiliki hati yang sangat lembut, meski kenakalan nya bisa di bilang terlalu berlebihan.


Mereka berdua pergi ke pesta, Ambar yang biasanya akan mengedipkan sebelah matanya pada pria kini nampak diam bersama Jessy.


Ambar tidak ingin Jessy kenapa-kenapa, dia merasa berdosa karena telah membuat Jessy mengenal kenakalan hingga berakhir hal seperti ini.


"Am, aku tau kaki mu dari tadi sangat ingin dansa" kata Jessy yang merasakan getaran meja.


"Jadi kau hanya akan duduk menemaniku?" tanya Jessy.


Dan Ambar hanya mengangguk, lalu makan makanan yang ada di meja, Jessy juga ikut makan dan dia makan banyak karena kehamilan membuat nafsu makan nya bertambah.


Dari kejauhan seorang pria tersenyum melihat Jessy, dia merasa jika Jessy adalah wanita yang cuek dengan penampilan nya.


Apalagi dengan rambut yang di kepang sederhana, membuat Jessy terlihat seperti gadis polos, dan itu cukup memikat perhatian nya.


"Wil, kau melihat itu?" tanya Choky.


"Maksud tuan dua wanita di sana?" tanya Wilson.


"Ya, dia kekasih mu kan?" tanya Choky.

__ADS_1


"Benar tuan, dia Ambar kekasih ku" Balas Wilson lagi, membuat dirinyalah seketika mendapatkan tatapan tajam dari Bos nya.


"Namanya nona Jessy Flora, dia perantau dan teman dekat Ambar" jelas Wilson yang sedikit mengenal Jessy.


"Oh jadi namanya Jessy?" tanya Choky menatap Jessy dari kejauhan.


"Cari tau semua tentang nya, aku rasa aku pernah melihat nya" lanjut Choky.


Wilson hanya mengangguk, dia mungkin akan meminta bantuan Ambar karena Jessy sangat dekat dengan Ambar, kekasihnya.


Jessy begitu menikmati acara ini, meski dia hanya banyak duduk tapi sungguh Jessy merasa puas karena di sini dia bisa melihat banyak orang yang terlihat senang tanpa beban yang di pikul nya.


Oh aku ingin party setiap hari, andai saja.. huh.. tidak Jess kau calon Mommy dan ada malaikat kecil mu dia akan sangat lucu. batin Jessy tidak mau berandai-andai dengan kebebasan yang menyenangkan.


Sedangkan di tempat yang sama juga terlihat Daffin yang baru sampai, dia langsung menemui Choky sang sahabat yang sedang mengadakan party di perusahaan nya.


"Kau akan pergi lagi Daff?" tanya Choky.


"Ya, aku ada pekerjaan lain di Penthouse ku" balas Daffin asal.


"Apakah itu wanita?" tanya Choky.


Dan Daffin sama sekali tak menjawab, membuat Choky tertawa.


"Aku sudah punya pengganti mendiang istriku, dia sangat cantik dan sederhana" choky membayangkan Jessy dengan wajah yang terlihat sangat antusias.


Daffin melihat itu, dia menggelengkan kepalanya apa jaman sekarang masih ada gadis cantik yang sederhana? dia merasa kurang percaya.


Kalau aku memiliki gadis seperti itu mungkin hidup ku akan beruntung, tapi aku malah mendapatkan istri yang bahkan hamil anak pria lain. batin Daffin kesal.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2