Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Memotong


__ADS_3

"Aku akan mencincang habis cacing Alaska nya, bahkan jika di perlukan akan aku goreng hingga matang terus aku kasih pada dogi tetangga haha menyenangkan bukan?"


"Apa harus seperti itu?" tanya Jessy.


Glekk !


Daffin menelan ludahnya kasar mendengarkan obrolan istri dan adiknya.


Dia memegang cacing Alaska nya lalu sedetik kemudian dia bergedik ngeri membayangkan apa yang di lakukan para wanita itu.


"Mereka seperti psikopat" gumam Daffin yang ketakutan.


Dari tadi dia memang sudah berada di Penthouse nya, lebih tepatnya setelah dia mendengar kabar dari suami Cantika jika adiknya akan ke Penthouse nya.


Tak berpikir panjang Daffin langsung memutar balik ke arah pulang, dia yakin adiknya pasti akan membuat ulah, dan benar saja sesampainya di Penthouse nya dia melihat secara langsung adiknya yang sedang menghasut Jessy.


"Tentu saja, kamu harus bisa kejam ya meski itu terlalu keji" ucap Cantika sambil nyegir.


Jessy mangut-mangut mendengar ucapan iparnya.


"Aku juga akan melakukan nya, terimakasih sudah memberitahu ku" balas Jessy tersenyum.


"Apa kau berniat untuk mencincang cacing nya kakak ku?" tanya Cantika sedikit ngilu.


Dan dengan santainya Jessy mengangguk.


"Dia harus di beri pelajaran, aku selam menjadi wanita hina di depan nya" ucap Jessy sambil berdiri dan pergi ke dapur.


Ibu dua anak itu berjalan mengekori ipar nya, Cantika agak kaget karena masukan nya yang gila ternyata di dengar oleh kakak iparnya.


"Sial, Cantika membuat dia menjadi wanita hamil psikop*t" batin Daffin yang baru keluar dari tempat persembunyiannya.


Dia mengintip apa yang di lakukan istri dan adiknya, dan mata Daffin seketika membulat sempurna karena melihat apa yang di lakukan Jessy.

__ADS_1


Jessy mengambil pisau besar yang biasa di gunakan untuk memotong daging, Cantika sedikit ngilu melihat nya apalagi setelah Jessy terang-terangan membawa wortel dan lobak.


"Waw ternyata panjang ya" celetuk Cantika fulgar melihat lobak yang panjang.


"Tapi kecil" lanjutnya karena Jessy memegang wortel.


Jessy mendengar ucapan ipar nya, dia kembali mendekati kulkas dan mengambil terong ungu.


"Tidak, dia seperti ini bahkan lebih jumbo" ucap Jessy datar.


"Waw mantap" celetuk Cantika sambil nyengir.


"Apanya?" tanya Jessy sambil mengusap terong itu.


Dan dari kejauhan Daffin menonton apa yang akan di lakukan istrinya.


Brug !


"Kurang keras, tambah lagi kalau perlu sampai putus" Cantika mengompori.


"Ya kalau saja orang nya ada disini sudah aku cincang habis cacing Alaska nya"


Prenkk !


Suara barang pecah terdengar di ruangan tengah, Jessy melirik Cantika dan di balas dengan gedikan bahu Cantika.


"Anak-anak ku sedang bersama Daddy nya, mereka tidak tahu aku kesini" jelas Cantika seolah paham dengan lirikan iparnya.


Jessy langsung tahu siapa yang datang, dia tidak memiliki kucing dan mustahil barang pecah sendiri karena tidak ada angin besar ataupun orang selain keduanya, terkecuali..


"Yuhu, cacing Alaska ku sudah datang" ucap Jessy sambil berjalan ke arah ruangan tengah.


"Waw, cacing Alaska sudah pulang, aku ingin melihat kakak ku" Cantika mengekori kemana Cantika pergi.

__ADS_1


Hingga langkah keduanya berhenti di depan kamar mandi, Jessy tahu jika Daffin sudah pulang dan mendengar semua obrolan nya.


Tok..tok..


"Aku sedang popp" teriak Daffin bohong.


"Waw yang ganteng suka popp" ledek Cantika.


"Dia popp sangat bau" celetuk Jessy dengan wajah datar nya.


"Ayo kita pergi, di sini terlalu bau dengan aroma busuk" Cantika membawa ipar nya pergi dari kamar.


Cantika melihat wajah datar Jessy, lalu dia memeluk Jessy erat membuat Jessy sedikit kaget.


"Jangan tinggalkan kakak, dia terlalu tua sehingga tidak bisa berpikir waras percayalah dia pria baik" kata Cantika sambil memeluk Jessy.


"Lepaskan, jangan seperti ini" Jessy pura-pura risih.


Dia tidak suka ada orang yang membaguskan nama pria yang bahkan menolak untuk menyayangi bayi nya.


"Mommy sudah menceritakan semuanya, percayalah kakak hanya butuh waktu, aku percaya kamu hamil anak kakak dan kalian akan saling mencintai karena bayi ini tidak mau menjadi korban broken home" lanjut Cantika.


Jessy hanya diam, dia tidak bermimpi seperti itu karena sikap Daffin yang terlalu menyebalkan.


"Aku akan bicara empat mata pada kakak, percayalah dia akan berubah jangan membenci nya"


"Terserah"


Jessy bukan tidak mau berjuang, tapi sikap Daffin yang menyebalkan membuat nya terlalu malas di hadapkan dengan pria kejam.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2