Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Tendangan.


__ADS_3

"Kimmy" panggil Jessy.


Kimmy yang di panggil berjalan mendekat, dia melihat Jessy dan Daffin yang seolah memperlihatkan kemesraan nya.


"Nona memang sangat kejam, suka sekali membuat aku kepanasan dan jiwa jomblo ku meronta." batin Kimmy


"Jalan nya yang cepat" kata Jessy.


"Ada apa nona? apa butuh sesuatu?" tanya Jessy.


Acara baru selesai dan Kimmy berniat pulang, tapi di panggil oleh majikan nya.


"Apa kau punya pacar?" tanya Jessy tanpa basa-basi.


"Pacar?" Kimmy mengulang pertanyaan itu.


"Iya, apa kamu punya pacar?" tanya Jessy lagi, tentunya dengan wajah yang sangat datar seperti biasanya.


Kimmy terdiam dan itu membuat Jessy sedikit kesal karena Kimmy sedikit lemot.


"Apa sangat susah menjawab?" tanya Jessy yang kesekian kalinya.


"Tidak nona, hanya saja saya malu mengatakannya" Kimmy malah tersenyum.


Membuat Jessy kebingungan, sedangkan Daffin dia memilih duluan masuk ke dalam mobil.


"Ayo masuk dulu ke mobil, kita pulang bersama saja" ajak Jessy.


Dan Jessy duduk di jok belakang bersama Kimmy, membuat Daffin yang menyupir merasa kesal karena istrinya mengabaikan nya.


"Honey bisa kah kau pindah ke depan, aku seperti supir kalian" kata Daffin kesal.


"No honey, aku sedang kepo tentang kehidupan Kimmy, ini adalah ngidam bayi nya jika kau lupa" balas Jessy santai.


Membuat Daffin hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan kasar, istrinya benar-benar memiliki savage yang dahsyat dan membuat nya tidak bisa berkutik lagi.

__ADS_1


Jessy terus menanyai Kimmy akan kehidupan Kimmy, dan perlahan-lahan Kimmy pun menceritakan kehidupan nya yang memang sangat penuh perjuangan.


Kimmy tidak memiliki orang spesial sejak dia tolak cinta pertama nya yang sudah menikah, dan Jessy merasa miris karena Kimmy tidak memiliki kekasih hingga usianya kepala tiga.


"Apa kau tidak kesepian?" tanya Jessy heran.


"Tidak, karena dengan uang saya bisa hidup bahagia" balas Kimmy.


Yang mana penjelasan itu membuat Jessy menggeleng pelan, dia rasa Kimmy adalah orang yang realistis.


"Tidak semua orang bahagia dengan uang, kau juga butuh pria itu untuk membelai mu" celetuk Jessy.


Dan membuat Daffin terbatuk-batuk karena itu.


"Honey jaga bicaramu, jangan bicara sembarangan" kata Daffin mengingatkan.


"Apasih orang yang aku ucapkan fakta, kalau wanita butuh pria bukan untuk cari uang saja tapi juga untuk kebutuhan malam-malam" Jessy semakin bar-bar menjawab nya.


Membuat Daffin tidak bisa berkata-kata, dan Kimmy dia tertawa karena merasa lucu dengan percakapan majikan nya.


"Anda sangat hebat nona, di kehidupan selanjutnya saya juga ingin mendapatkan kepribadian yang bar-bar seperti anda" kata Kimmy menyahut.


"Kalau aku di kehidupan selanjutnya ingin menjadi wanita yang lebih baik, tidak petakilan tidak bar-bar dan juga tidak mudah terjerumus kedalam maksiat" ucap Jessy serius.


Dan Daffin yang mendengar nya hanya tersenyum, dia tahu Jessy menyesal untuk semua yang telah terjadi, begitupun dengan dirinya andai dia bisa memutar waktu Daffin juga mau mengenal Jessy dengan cara yang lebih baik.


Tapi itu sudah terjadi, dan tugas Daffin saat ini hanyalah mencintai Jessy dan selalu menjaga Jessy dan buah hatinya yang sebentar lagi melihat dunia.


Tak lama setelah itu Daffin sampai di Penthouse, ketiganya langsung masuk ke kamar nya masing-masing.


"Apa mau mandi?" tanya Daffin.


"Tidak, aku malas" balas Jessy yang lelah.


"Baiklah, ayo tidur aku akan memijat kaki mu" Daffin menepuk ranjang.

__ADS_1


Jessy yang melihat itu tersenyum, dia mengganti pakaian nya dengan piyama pendek, lalu masuk ke dalam dekapan suaminya.


"Pijit" kata Jessy manja.


Daffin langsung melepaskan pelukan nya, tangan nya terulur untuk memijat kaki sang istri, dan Jessy yang di pijat hanya tersenyum senang.


Jessy memejamkan matanya karena merasakan kenyamanan, Daffin yang sekarang benar-benar membuat nya jatuh cinta bertubi-tubi.


"Enak?" tanya Daffin.


"Hem, lanjut ke tangan habis kaki" kata Jessy semakin menjadi.


Daffin tidak mengeluh, dia senang melakukan ini karena dengan begini dia bisa merasakan betapa lelahnya menjadi ibu hamil.


Setelah selesai memijat Daffin pun akhirnya ikut merebahkan tubuhnya di dekat sang istri, tangan nya memeluk erat sang istri dan beberapa kali Daffin juga mengecup bahu istrinya.


"I Love you, honey" bisik Daffin.


"Love you too" balas Jessy yang belum tertidur.


Daffin mengusap perut buncit Jessy, dan di saat bersamaan juga tiba-tiba dia merasakan sebuah tendangan, dimana hal itu membuat nya benar-benar specles.


"Honey, bayi kita" Daffin terharu.


"Dia tahu Daddy nya sangat mencintai Mommy nya maka dari itu dia ingin menyapa Daddy tampan nya" sahut Jessy senang.


"Hem, Daddy memang sangat mencintai Mommy mu Son, sangat" Daffin memberikan kecupan bertubi-tubi di perut Jessy.


Dan lagi-lagi dia mendapatkan gerakan di perut istrinya, membuat Daffin senang bukan main, dan pada akhirnya Daffin tidak tidur dia terus memegang perut istrinya hingga akhir nya ia tertidur dengan posisi yang memegang perut buncit Jessy.


Jessy terbangun karena haus, dia melihat tangan suaminya yang menempel di perut nya.


"Lihat betapa hebatnya daya pikat ibu hamil, dia benar-benar mendapatkan pelet dari anak nya, oh.. astaga sayang teruskan semuanya biarkan Daddy mu menjadi si bucin pada Mommy" kata Jessy sambil tertawa kecil.


Sebuah kepuasan tersendiri untuk nya bisa melihat Daffin yang bucin pada nya, Jessy merasa menang dalam tantangan meluluhkan suaminya Arogant nya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2