Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Bertemu ipar


__ADS_3

"Bagaimana? apa kak Daff ada perubahan?" tanya Cantika kepo.


"Tidak ada" balas Jessy singkat padat dan jelas.


Membuat Cantika yang sedang memejamkan matanya langsung membuka matanya, dia melirik Jessy yang sedang mendapatkan perawatan di sebelahnya.


Keduanya sama-sama sedang di pijat di bagian kepala dan kaki, dan semua biaya nya akan di tanggung Cantika yang memang ingin membuat Jessy terlihat cantik.


"Apa kalian masih bermain ranjang?" tanya Cantika masih belum selesai untuk mengorek informasi.


Cantika sengaja memakai bahasa Indonesia sehingga hanya dia dan Jessy yang paham, sedangkan pegawai spa hanya diam dengan melakukan pekerjaan nya.


"Kemarin masih" balas Jessy datar.


Yang sekali lagi membuat ibu dua anak itu kembali melongo, dia heran kenapa ada pasangan yang seperti kakak nya dan ipar nya.


"Apa selama bermain adu gabrut mereka tidak merasakan perasaan aneh?, heran nggak cinta tapi adu gabrut tiap malam." batin Cantika benar-benar mengherankan pada pasangan satu ini.


"Seperti nya kalian harus sering-sering mengobrol, kalian harus memikirkan masa depan anak jangan saling ego, kasihan anak kalian nanti kalau sampai Mommy Daddy nya pisah" Cantika memberikan ceramah di siang harinya.


Jessy hanya mendengarkan, dia masih memikirkan untuk kehidupan rumah tangga nya, apalagi mengingat jika Daffin akhir-akhir ini sedikit berubah.


Daffin tidak lagi marah-marah, dan dia juga perhatian terhadap anak nya, mungkin Jessy masih bisa memikirkan untuk lanjut karena dia juga tidak mau anaknya menjadi korban broken home.


Setelah selesai di salon keduanya langsung ke rumah Cantika, Jessy sangat penasaran seperti apa kedua anak Cantika karena selama berjam-jam di salon anak-anak nya tidak menelpon ibu nya.


"Mommy!" teriak gadis kecil yang berlari dengan rambut pirang nya.


Keduanya baru sampai di mansion Cantika, dan langsung di sambut gadis kecil yang tak lain adalah anak kedua Cantika.


"Kau berat sayang, berjalan saja" Cantika melepaskan tubuh gembul putrinya.

__ADS_1


"Mommy kemana saja, aku merindukan Mommy" Helsye manyun.


"Oh God, kau selalu manja pada Mommy, lihat Mommy membawa siapa" Cantika menunjuk Jessy.


Helsye melihat ke arah Jessy lalu melihat pada Cantika sang Mommy.


"Apa dia adalah Aunty Jess? pacar Om tampan?" tanya Helsye yang sangat menyukai Daffin.


Membuat Cantika tertawa, karena Helsye sangat menyukai kakak nya bahkan suka menangis jika tidak di cium Daffin.


"Aunty Jess istri Om Daffin, ayo beri salam" titah Cantika.


Jessy mengulurkan tangan nya dan begitupun dengan Helsye yang menatap Jessy dengan tatapan lucu nya.


"Halo Aunty, aku Helsye" kata Helsye dengan wajah imutnya.


"Lucu nya, berapa tahun?" tanya Jessy mengusap pipi Helsye.


Anak pertama Cantika yang bernama Hansel, dia sudah berumur 7 tahun dan baru masuk sekolah.


Karena merasa tak etis terus berdiri Cantika membawa Jessy masuk begitupun dengan Helsye yang terus memegang tangan Jessy.


"Aku membenci menari Aunty, teman-teman jahat mengatakan aku gendut dan tidak pantas menjadi penari balet" Helsye mengadu.


Yang membuat Cantika tertawa, dia memilih mengambilkan minum sekalian memangil yang lain nya yang sedang sibuk di kamar masing-masing.


Sedangkan Jessy dia masih mendengarkan curhatan Helsye, gadis kecil itu bercerita akan dia yang selalu di bully kerena tubuhnya yang gemuk.


"Apapun yang mereka bilang jangan dengarkan, lebih baik fokus saja pada menari nanti juga mereka akan bungkam jika melihat kamu Sukses" jelas Jessy menyemangati Helsye.


Tapi Helsye hanya melongo mendengar penjelasan Aunty nya, dia tidak mengerti dengan apa yang di katakan Aunty nya.

__ADS_1


Paham jika Helsye tak paham Jessy memilih menanyakan mainan kesukaan Helsye, dan obrolan itu terus menyambung hingga akhirnya Cantika kembali dengan satu gadis perempuan.


"Zahra beri salam sama aunty" ucap Ayuni yang baru datang.


Zahra adalah putri bungsu dari Ayuni dan Devan, ia baru berusia 7 tahun, sedangkan Zaki anak sulung nya saat ini berusia 13 tahun.


"Salam aunty" sapa Zahra singkat.


"Zahra yang benar" kata Ayuni.


"Ini sudah benar Umi, salam kenal Aunty" Zahra tersenyum di paksakan.


Zahra memang sedikit jutek meski sebenarnya sejak kecil Zahra sudah memakai jilbab.


"Maaf ya, Zahra emang agak jutek" Ayuni tidak enak hati pada iparnya.


Zahra yang melihat itu hanya cuek, dia kembali ke kamar nya karena Zahra sangat suka membaca.


"Tidak apa kak" Jessy menyalami Ayuni, lalu keduanya berpelukan.


Jessy tidak merasa minder melihat Ayuni karena dia memiliki teman, Cantika juga sama seperti nya yang tidak memakai pakaian tertutup.


Ketiga nya mengobrol, Jessy merasa nyaman mengobrol dengan dua iapr nya dan ia rasa klop dengan kedua ipar nya, dan satu hal yang Jessy kagetkan jika Ayuni yang bercadar ternyata tidak sekaku yang dia bayangkan.


Ayuni sangat hamble dan selain itu ibu dua anak itu juga sangat nyambung meski pun obrolan nya sangat random, karena yang mengawali obrolan nya adalah Cantika si Miss rempong.


🌹


Makasih untuk yang udah doain, semoga yang belum mendapatkan kepercayaan segera di kasih kepercayaan sama Alloh, amin🤲


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2