Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Pulang


__ADS_3

Seperti yang di janjikan Jessy dan Daffin pulang ke negara asal nya, keduanya akan tinggal beberapa bulan di negaranya setelah Jessy melahirkan.


Kedatangan Jessy dengan perut nya yang buncit benar-benar membuat semua orang senang, yaitu keluarga besar nya.


"Mommy rasa sudah tua kalau udah mau punya cucu" ucap Mom Yerin yang sangat senang.


"Aku sih udah punya cucu banyak, tapi masih berasa muda Yer, apalagi punya badan kecil kaya gini" timpal Mom Tara.


"Mommy kan masih muda, masih cantik" timpal Jessy.


Membuat Mom Tara terkekeh pelan, dia merasa malu sendiri karena di usianya yang sudah kepala 5 bahkan hampir kepala 6 dia masih sangat segar dan bugar.


"Aduh nendang" ringis Jessy yang langsung membuat Salsa yang sedang berlayar di dunia sosial media nya itu melirik.


"Aku mau di tendang juga" Salsa menempelkan tangan nya ke perut buncit kakak nya.


Dukk !


Salsa tertawa saat merasakan gerakan bayi dalam perut kakak nya.


"OMG, Mommy aku merasakan nya" Salsa senang kegirangan.


Jessy melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, begitupun dengan Mom Yerin dan Mom Tara yang sama-sama senang dan tidak sabar menunggu kelahiran cucu nya.


Daffin dan kedua Daddy nya ada di ruang tamu, dia masih membicarakan bisnis nya yang ada di New York.


Perlahan Dad James juga bisa memaafkan Daffin, itu karena dia melihat betapa perhatian nya Daffin pada putri kesayangan nya.


Saat sedang mengobrol tiba-tiba Daffin mendapatkan telpon dari Kenzie, membuat dia memilih berjalan keluar karena takut ini adalah masalah pekerjaan.


"Halo"


"Bos sesuai janji mu kau akan membelikan Lamborghini untuk hadiah pernikahan ku kan?"

__ADS_1


Daffin menjauhkan ponselnya dari telinga nya, dia melihat siapa yang menelpon nya dan nama Kenzie di ponselnya adalah Asisten pelit bin hemat.


"Bos, kau masih di sana?" tanya Kenzie di sebrang telpon.


"Ya" menjawab singkat.


"Aku akan menikah Minggu depan, jangan lupa siapkan mobil nya dan pakai angka A dan K di dalam plat nomor nya" ucap Kenzie santai.


Dan Daffin mendengar itu tidak kaget, dia tahu selain pelit dan irit asisten nya itu juga unik, dan dia senang jika Kenzie bisa mendapatkan kebahagiaan nya.


"Ada lagi?" tanya Daffin.


"Tidak, tapi kalau nona Jessy ingin mangado itu juga akan sangat bagus, terimakasih Bos!"


Tut !!!


Kenzie mematikan panggilan nya sepihak, Daffin hanya menggelengkan kepalanya dengan sikap asisten nya.


"Mau heran ya nama nya juga Kenzie si pelit dan irit, ya kalau matre itu paketan nya" gumam Daffin sambil memasukkan ponselnya ke dalam celana nya.


"Kasihan gadis itu, sifat Kenzie itu 11 12 sama papa nya, matre alaihim gambreng" ucap Dad Darrel merinding membicarakan teman istrinya itu.


Sore nya setelah semua keluarga nya pulang rumah baru Jessy dan Daffin sepi kembali, dan hal itu membuat Jessy merasa bosan dengan situasi ini.


"Honey kita jalan-jalan yuk" ajak Jessy.


"Kemana?" tanya Daffin yang sedang melihat layar laptop nya.


"Terserah, aku benar-benar sangat bosan" balas Jessy lagi.


Daffin menutup ponselnya, dia melihat jam tangan nya yang sudah menunjukan jam 4 sore.


"Bagaimana kalau kita beli pentol saja" usul Daffin yang teringat dengan pentol yang beberapa waktu lalu di habiskan nya.

__ADS_1


"Nggak mau, mau yang lain aja" balas Jessy


"Yang lain itu apa?" tanya Daffin lagi.


"Ya nggak tau, pokok nya yang lain gitu aja nggak ngerti, dasar nggak peka" kesal Jessy sambil melemparkan bantal ke arah Daffin.


Dan Daffin berhasil menangkap nya, yang membuat Jessy semakin kesal dia melihat Daffin lalu melihat perut buncitnya.


"Lihat sayang Daddy mu kembali menyebalkan lagi, ayo buat dia mual-mual lagi" kata Jessy sambil mengusap perut buncit nya.


"Honey" Daffin mendekati sang istri dan melepaskan tangan istrinya dari perut buncit itu.


"Jangan mengatakan yang tidak-tidak, aku menyayangi mu dan bayi kita" Daffin mencium perut buncit sang istri.


"Sayang tapi banyak tanya" sewot Jessy.


Daffin menghela nafasnya panjang, dia mengecup pipi istrinya lalu mengulurkan tangan nya.


"Ayo" ucap Daffin.


"Panggil tuan putri" titah Jessy menyebalkan.


Huh..


"Mari tuan putri pangeran mu yang tampan ini akan mengantar anda kemanapun anda mau" ucap Daffin dengan penuh kelembutan dan juga kesabaran.



Jessy yang mendengar ucapan suaminya terkekeh geli, dia menerima uluran tangan itu dan langsung berdiri.


"Pangeran ko bewokan, hihi kaya om-om" celetuk Jessy yang seketika membuat senyuman yang di paksakan itu menjadi luntur.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2