Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Bonus Chapter.


__ADS_3

Dua bulan berlalu..


Kimmy menjalani hari-hari nya dengan nyaman, saat ini dia memilih tinggal di salah pedesaan yang terpencil, Kimmy juga tidak memiliki banyak tatangga.


Rata-rata di sini adalah villa besar milik orang kaya, Kimmy bekerja di salah satu villa itu dan dia kembali memulai hidup menjadi seorang art.


"Kimmy, kau harus membereskan kamar tuan muda" titah seorang wanita.


"Bibi apa akan ada yang datang?" tanya Kimmy.


"Nyonya bilang tuan muda akan datang, dan dia akan tinggal beberapa hari" jelas bibi Penti.


"Oh, baiklah" Kimmy memilih langsung mengerjakan pekerjaan nya.


Villa yang menjadi tempat bekerja Kimmy adalah milik kakek tua, dia memiliki istri yang masih sangat muda dan usianya hanya 4 tahun lebih tua dari usia Kimmy.


Kimmy memilih menyimpan uang nya yang banyak di bank, selain itu Kimmy juga punya restoran yang saat ini di kelola oleh orang kepercayaan nya.


Tapi meski penghasilan nya saat ini besar Kimmy masih bekerja sebagai art, dia hanya datang tiga kali sehari karena Kimmy merasa bosan jika tidak bekerja keras.


"Kimmy!" panggil nyonya Diana.


"Ya nyonya" Kimmy berjalan mendekat.


"Besok tak perlu kesini kalau perlu sampai Minggu depan" tegas nyoya Diana.


"Apa saya di pecat nona?" Kimmy cukup kaget.


"Tidak, aku hanya tidak mau kau menggoda tuan muda, dia sangat tampan" ucap Nyonya Diana sambil menatap Kimmy sinis.

__ADS_1


Usia Kimmy yang masih 31 tahun menjadi kekesalan tersendiri untuk nya, dia merasa iri karena Kimmy masih muda dan cantik.


"Ingat jangan kesini sampai Minggu depan" tegas Nyonya Diana lagi.


Dan setelah itu dia pergi, menikahi pria tua yang lumpuh membuat dia mau tak mau harus terus berpura-pura baik, dia lebih ingin menjadi istri dari cucu kakek tua itu.


Tapi sayang nya dia terburu di jodohkan dengan si kakek tua, mau tak mau selama 10 tahun ini dia harus menjadi istri dari pria yang bahkan tidak bisa memuaskan hasrat nya.


"Nyonya Diana terlalu percaya diri, siapa juga yang akan menggoda cucu nya, males" gerutu Kimmy kesal.


Dengan berat hati Kimmy memilih pulang, sebenarnya dia malas berdiam di rumah Kimmy terbiasa kerja dan dia juga tak suka suasana restoran yang akan membuatnya suntuk karena melihat orang makan tapi tidak habis.


Dua hari berlalu..


Kimmy membuka pintu nya, di rumah sederhana ini lah sekarang dia tinggal, rumah yang menjadi saksi bisu nya menangisi pria bejat yang merenggut kesucian nya.


Karena tak ada pekerjaan Kimmy akhirnya memilih jalan-jalan di pagi hari, tak lupa Kimmy juga membawa roti dan air dia akan makan sambil olahraga.


Kimmy lari pagi di perbukitan, niatnya dia akan ke bukit yang penuh dengan taman bunga warna warni, dan pulang nya dia juga ingin ke rumah bibi Penti.


"Halo kelinci lucu" Kimmy menyapa kelinci yang berlari di depan nya.


Seperti inilah keseharian nya yang menyebalkan, Kimmy tidak memilih tinggal di kota dia masih ingin menangkan hatinya yang terluka.


Bagaimana pun di masih trauma akan percintaan nya di kota London, dia merasa bodoh karena percaya saja dengan semua akal busuk Choky yang hanya memanfaatkan nya saja.


"Bibi" teriak Kimmy memangil bibi Penti.


Dia senang melihat bibi Penti yang duduk di depan rumah nya.

__ADS_1


"Aku pikir hanya aku yang tidak bekerja" Bibi Penti tersenyum.


"Nyonya Diana ingin aku tidak kesana sampai Minggu depan, mungkin dia takut cucu nya jatuh hati pada ku" jelas Kimmy.


"Ya itu pasti, dia sudah 35 tahun dan kamu masih 31 tahun tapi kelihatan seperti dua puluhan" sahut bibi Penti lagi.


Dan Kimmy mendengar itu hanya tersenyum, tidak ada yang bisa di unggulkan dari hidup nya dia hanya wanita bodoh yang bisa di bodohi dengan cinta buta.


Keduanya berbincang lama, Kimmy selalu bisa tertawa saat sedang bersama bibi Penti dia merasa memiliki ibu sambung yang baik hati.


"Kimmy!" teriak seseorang di villa yang tak jauh dari tempat Kimmy berdiri.


"Bibi bukan kah itu villa milik tuan Bastian yang bibi ceritakan?" tanya Kimmy.


"Ya itu benar, tapi sepertinya sekarang ada anak cucu nya yang sedang bermain ke villa itu" jelas bibi Penti lagi.


Bibi Penti adalah pengurus banyak villa, dia mengambil banyak pekerjaan karena ingin mengumpulkan uang untuk membiayai sekolah putra nya yang sedang S2 di Jerman.


"Tapi kenapa mereka memanggil ku" gumam Kimmy pelan dan binggung.


Sampai akhirnya Kimmy kembali mendengar suara itu..


"Kimmy! kemarilah aku malas turun bukit!" teriak Jessy di bukit sambil melambaikan tangan nya.


"Nona Jessy!" pekik Kimmy kaget bukan main.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2