
"Tolong..!" teriak Jessy saat tas nya di copet orang.
Jessy mencoba mengejar copet itu karena bagaimanapun kunci mobil kartu dan lain-lain nya ada di dalam tas nya.
"Maling!" teriak Jessy lagi.
Suasana di parkiran yang sangat sepi membuat Jessy kesusahan mendapatkan pertolongan, Jessy mencoba mencari copet yang telah lari tadi tapi nihil pria itu sudah pergi dan entah kemana.
"Bagaimana ini" Jessy merasa kalut dengan tas belanjaannya yang masih di tangan nya.
Jessy masih mencoba mencari si pencopet takutnya si pencopet masih ada di sekitar parkir, tapi sialnya pria yang mencopet tas nya pergi entah kemana.
Huh..
Tak tau kemana mencari Jessy memilih pergi ke bagian keamanan, dia ingin melihat rekaman Cctv karena kejadian nya di parkiran.
Dan sesampai di ruang keamanan Jessy bisa bernapas lega karena rekaman Cctv nya masih ada, dan pihak keamanan akan memberitahukan kabar kelanjutan nya pada Jessy.
Jessy hanya memberikan nomer Ambar karena hanya itu yang dia tahu, Jessy tidak hafal nomer Daffin karena dia memang tidak berniat menghafal nya.
"Nyari tumpangan gratis dimana ya" Jessy bergumam sambil berjalan keluar area parkiran.
Faktor kehamilan membuat Jessy gampang lelah, apalagi dari tadi dia mengeluarkan banyak tenaga untuk mengejar pria yang mencopet tas nya.
Ia memilih duduk di halte dekat Mall, Jessy tidak punya uang untuk menelpon Ambar memakai telpon umum.
Dari kejauhan Choky yang baru mengantar Mama nya ke Mall nampak tersenyum melihat Jessy, dia bergegas melakukannya mobilnya dengan cepat ke arah dimana Jessy duduk.
"Tuhan benar-benar menakdirkannya untuk ku" ucap Choky tersenyum senang.
Tin..tin..
__ADS_1
Suara klakson membuat Jessy yang sedang melamun langsung tersenyum.
"Akhirnya ada penyelamatan ku, bisa pulang deh." batin Jessy senang.
Jessy melihat sosok pria yang turun, dia mengerutkan keningnya karena tidak mengenal sosok itu..
"Siapa?" tanya Jessy.
"Aku CEO di perusahaan tempat Ambar kekasih Wilson, kamu mengenal nya kan?" Choky menatap Jessy dengan ramah.
Jessy terdiam sebentar lalu dia mengangguk kecil, "Jadi anda Bos nya Ambar?" tanya Jessy lagi.
"Ya" balas Choky mengiyakan.
"Oh begitu, kalau begitu bisa tolong pinjamkan ponsel nggak pak? aku mau menelpon Ambar soalnya habis di copet" Jessy meminta tolong pada Choky tanpa malu.
Choky terdiam sebentar mendengar ucapan Jessy, otak pintar nya berpikir keras untuk bisa bersama Jessy berlama-lama.
"Bagaimana pak? bisa?" lanjut Jessy penuh harap.
"Apa tidak merepotkan?" jawab Jessy basa-basi.
Dan Choky menggelengkan kepalanya pelan.
"Tentu tidak, ayo saya antarkan gadis cantik seperti anda tidak baik menunggu di halte karena banyak orang jahat" jelas Choky panjang kali lebar yang penuh dengan tipu muslihat.
Jessy terdiam nampak pura-pura berpikir, lalu dia pun akhirnya memilih mengangguk.
"Baiklah, jika tidak merepotkan saya akan menumpang" Jessy tersenyum kecil.
"Dia benar-benar sangat polos dan menggemaskan." batin Choky.
__ADS_1
"Tentu tidak, mari" Choky membukakan pintu mobil untuk Jessy.
Dan Jessy dengan senang hati masuk dengan membawa semua barang belanjaan nya, dia benar-benar merasa beruntung dan mungkin ini adalah keberuntungan dari Tuhan untuk baby nya.
"Bodo amat lah di sebut gampangan dan mau aja di anterin orang nggak di kenal, yang pentingkan nyampe Penthouse terus bobo cantik." batin Jessy tak perduli dengan apapun pikiran Choky.
Selama dalam perjalanan Jessy hanya diam, sedangkan Choky dia selalu memiliki kesempatan untuk diam-diam memandang wajah cantik Jessy.
Jessy memang tidak secantik Gisella Almrhum Istri nya yang sudah meninggal, tapi entah kenapa Choky merasa Jessy memiliki daya tariknya yang membuat Choky mudah berpaling.
Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi Jessy sampai di besmen apartemen, Jessy melirik Choky.
"Terimakasih ya pak, lain kali saya akan membalas kebaikan bapak" kata Jessy dengan senyuman nya.
Bapak!
"Sebaiknya panggil saya Choky saja, jangan bapak" Choky tak nyaman dengan panggilan bapak yang menurutnya terlalu tua.
"Ahk baiklah Choky, terimakasih dan sampai berjumpa kembali" balas Jessy dengan senyuman nya lalu Jessy pun pergi membawa tas belanjaan nya yang banyak.
Choky melihat Jessy dari dalam mobilnya, senyuman aneh nampak terlihat di sudut bibir nya.
"Setidaknya aku sudah tahu dimana rumah nya" gumam Choky senang.
Jessy melihat mobil Choky yang menghilang dia tertawa kecil, lalu keluar dari persembunyiannya.
"Untung di depan apartemen ada apartemen, kan jadi bisa nipu" Jessy menghela nafas lega.
Jessy tidak ingin Choky yang orang baru tahu tempat tinggalnya, dan dia telah berbohong dengan mengaku tinggal di apartemen ini, kebenaran nya adalah Penthouse Jessy ada di apartemen sebrang apartemen ini.
"Bisa ngamuk tua Bangka itu kalau tau aku di antar pria lain, ya dia memang tidak menyukai ku apalagi anak ku tapi pasti dia akan membuat drama besar, aku sangat yakin itu." batin Jessy yang langsung memilih ke Penthouse nya yang ada di sebrang jalan.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏