Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Baju kehamilan


__ADS_3

Daffin pulang dan dia melihat Jessy yang sedang tertidur pulas di sofa, entah kenapa Daffin merasa kasihan melihat itu apalagi posisi tidur Jessy terlihat tak nyaman.


"Pantas saja kelelahan seperti nya dia banyak menghabiskan uangku" ucap Daffin yang melihat banyak nya tas belanjaan milik Jessy.


Dia tak masalah Jessy menghabiskan uang nya, karena sudah seharusnya seorang suami memberikan nafkah untuk sang istri, dan Daffin melakukan sebagian dari tugasnya sebagai seorang suami, ya meski tak semuanya dan ada beberapa yang dia buat gagal dengan tingkah nya.


Daffin memindahkan Jessy ke kamar nya, setelah menyelimuti Jessy dia pun memilih ke kamar mandi karena dia merasa gerah.


Beberapa menit setelah itu Jessy terbangun karena mendengar suara gemericik air, dia langsung turun dari ranjang dan mencari Kimmy.


"Anda mencari saya nona?" tanya Kimmy tiba-tiba ada di belakang Jessy.


"Astaga kau mengagetkan ku" Jessy memegang dada nya yang tadi hampir copot.


"Ada yang perlu saya kerjakan nona?" tanya Kimmy.


Jessy mengangguk, lalu dia berjalan ke arah sofa dan mengambil dua tas belanjaan.


"Ini untuk mu, lain kali pakai pakaian yang sopan" ucap Jessy datar.


"Untuk saya nona?" Kimmy benar-benar specles.


"Ya, pakai itu agar pepaya besar mu tidak terumbar kemana-mana" lanjut Jessy lalu berlalu pergi membawa tas belanjaan nya ke kamar nya.


Kimmy melihat kepergian sang majikan dia tertawa karena Jessy terlihat sudah mulai cemburu, dia mengambil ponselnya lalu menelpon sang majikan.


"Halo nyonya, seperti nya nona Jessy sudah mulai cemburu dengan saya" ucap Kimmy senang.


"Benarkah? aku merasa tak percaya karena setahu ku Jessy tidak menyukai Daffin" kata Cantika.


"Tapi nona Jessy membelikan saya pakaian tertutup agar pepaya besar saya tidak kelihatan, bukan kah itu artinya nona cemburu?" balas Kimmy lagi.


Dan terdengar suara jeritan di sebrang telpon yang membuat Kimmy langsung menjauhkan ponselnya dari telinga nya.

__ADS_1


"What!!! kau benar-benar melampaui batas ya, siapa yang bilang bahwa kau boleh memperlihatkan belahan dada mu pada kakak ku hah!" sewot Cantika kesal.


Kimmy mendengar penuturan majikan nya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan dengan polos nya dia mengatakan..


"Bukan kah anda bilang saya harus merayu tuan Daffin agar nona Jessy cemburu nyonya?" tanya Kimmy dengan suara takutnya.


Membuat Cantika di sebrang telpon merasa kesal bukan main.


"Ya, aku memang menyuruh mu menggoda, tapi bukan dengan memperlihatkan tubuhmu yang menonjol, dengan cara pintar bukan cara kotor seperti itu, astaga kau ini benar-benar ya! kalau Mommy ku tahu kau merayu kakak ku dengan cara seperti itu mati kau!" balas Cantika lagi yang seketika membuat Kimmy merinding di buat nya.


"Astaga bagaimana ini, bahkan tadi aku sengaja tidak memakai br* hanya untuk di lihat tuan Daffin saat memasak, mati aku" batin Kimmy ketakutan.


Di dalam kamar Jessy nampak sedang melihat-lihat dress hamil, dia sengaja membeli semua itu karena Jessy tahu sebentar lagi dia akan membutuhkan pakaian ini, mengingat perutnya akan semakin membesar.


"Astaga aku tidak sabar untuk melihat tubuhku gemuk" Jessy terkekeh membayangkan jika nanti nya dia akan gemuk.


"Apa masih cantik kalau bulat? atau mirip tahu bulat" Jessy masih betah berbicara sendiri.


Jessy memang cantik, apalagi sesudah bangun tidur membuat Jessy terlihat cantik alami dengan bibir yang pink alami.


"Apa yang aku pikirkan kenapa aku malah memuja kecantikan nya." batin Daffin buru-buru tersadar dari pikiran liar nya.


"Ekhem!" Daffin akhirnya bersuara.


Membuat Jessy seketika mengalihkan pandangannya pada Daffin, Jessy melihat Daffin sebentar lalu dia kembali fokus pada belanjaan nya.


"Apa yang kau beli?" tanya Daffin so akrab.


"Dress ibu hamil" balas Jessy.


"Kau tidak membelikan baju untuk ku?" tanya Daffin duduk di pinggir ranjang.


Jessy melihat Daffin yang masih menggunakan handuk itu, lalu menggeleng pelan.

__ADS_1


"Tidak karena aku rasa kau tidak akan menyukai pilihan ku" balas Jessy lagi.


"Siapa bilang? bisa saja aku suka" Daffin keceplosan.


Membuat Jessy kini menatap Daffin, Jessy n mendekatkan wajahnya ke wajah Daffin.


"Memang nya kamu menyukai ku?" tanya Jessy menatap Daffin dengan pandangan yang cukup tajam.


Dan Daffin terdiam tidak bisa menjawab nya, yang mana hal itu membuat Jessy tersenyum.


"Santai saja aku juga tidak menyukai mu, kau terlalu tua untuk aku yang masih muda" Jessy mengatakan nya sambil berdiri.


Membuat Daffin kesal bukan main karena secara tidak langsung Jessy mengatai nya tua.


"Kau pikir aku juga suka pada mu hah! tidak aku tidak menyukai wanita seperti mu tidak akan!" teriak Daffin kesal.


"Oke, aku pegang janjimu tua Bangka bahlul!" teriak Jessy di kamar mandi.


"Hey jangan panggil aku tua Bangka!" Daffin berdiri dan menggedor pintu kamar mandi.


Jessy hanya tersenyum di dalam kamar mandi, lalu..


"Diamlah bawel atau aku beri parfum kamar mandi!" ancam Jessy yang seketika membuat Daffin menutup bibir nya dengan telapak tangan nya.


"Dasar jorok!" geram Daffin berjalan keluar untuk muntah di kamar mandi luar.


🌹


Karena banyak yang salah fokus tentang Bos nya Ambar, aku jelasin ya kalau Bos nya Ambar itu Choky bukan Daffin, kan dari awal juga Daffin datang buat meeting bersama rekan bisnis nya yaitu Choky.


Dan kalau nggak salah aku juga ada tulis kok kalau Ambar bertemu Wilson di perusahaan X, yang adalah tempat kerja Wilson dan jabatan Wilson adalah asisten sekaligus sekertaris dari Choky🤗


Sekian jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2