
Ceklek..
Pintu terbuka, Jessy berjalan masuk dan saat melihat ke ranjang dia menyerhitkan kening nya karena tak melihat keberadaan suaminya.
"Honey, kau bersembunyi" Jessy berjalan mendekati ranjang.
Alis Jessy terangkat melihat selembar kertas di atas ranjang, dia mengambil kertas itu dan membaca nya.
"Aku sangat mencintaimu Ke"
"Aku juga" gumam Jessy tersenyum.
Mata Jessy melihat ke sekeliling nya, dia masih mencari keberadaan suami tercintanya yang sedang bersembunyi.
"Honey keluarlah, atau kamu mau aku pergi dan bersenang-senang di club' lagi" ucap Jessy santai.
Daffin yang ada di kamar mandi langsung keluar, Jessy nyengir melihat suaminya yang berjalan ke arah nya dengan hanya memakai boxer saja.
"Suami siapa itu, OMG gagah dan hot banget ya ampun!" batin Jessy ingin berteriak.
"Aku tau kamu memuji ku kan?" Daffin berkata dengan penuh percaya dirinya.
"Aku suka percaya dirimu, ya meski sedikit menyebalkan" Jessy terang-terangan meraba dada bidang suaminya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.
Daffin menarik pinggang sang istri agar lebih mendekat pada nya, lalu tanpa basa basi dia mendekatkan wajah nya ke wajah istrinya.
Hembusan nafas itu membuat Jessy merinding, apalagi saat ini dia merasakan jika ada yang menyembul dan menubruk perut nya.
"Belum apa-apa dia sudah bangun honey" ucap Jessy tertawa.
"Tentu dia tau sarang nya memang membutuhkan nya" balas Daffin mengusap lembut bibir istrinya.
Jessy menatap netra tajam suaminya yang selalu membuat nya mati gaya, Daffin yang tahu Jessy masih terpesona dengan ketampanan nya langsung mendudukkan Jessy di ranjang.
Daffin berjalan dengan langkah cepat dan dia mengambil sesuatu di jas nya, Jessy menyerhitkan kening nya aneh saat melihat suaminya masih berdiri di pojokan.
"Honey apa yang di pegang?" tanya Jessy.
"Suprise untuk mu" balas Daffin.
__ADS_1
"Obat kuat ya!" celetuk Jessy sambil nyengir.
Membuat Daffin yang mendengar nya tergelak, tidak habis pikir dengan pemikiran Jessy yang bisa-bisa nya sampai sejauh itu.
"Ck, kasih tau dong" Jessy berdiri tapi langsung duduk kembali karena suara Daffin.
"Duduk kembali" titah Daffin.
Huh..
Jessy akhirnya duduk kembali dan dia melihat suaminya yang sangat lambat memberikan hadiah nya.
Daffin langsung bertekuk lutut di depan Jessy, dan setelah itu dia mengeluarkan kotak biru yang berisi kalung cantik.
"Untuk mu" ucap Daffin.
"Apa itu keluaran terbaru?" Jessy melihat kalung cantik itu dengan perasaan bahagia.
"Tidak, ini khusus aku pesan untuk istri cantik ku" balas Daffin sambil mengambil kalung itu, dia langsung memasangkan nya di leher sang istri.
Daffin dan Jessy berpelukan cukup lama, hingga akhirnya Jessy merasakan tangan nakal suaminya yang tidak bisa diam.
"Jangan terlalu bar-bar, atau aku akan semakin mencintaimu" Daffin membuka dress yang di pakai istrinya.
"Oh aku akan semakin bar-bar jika itu akan membuat mu semakin mencintai ku" sahut Jessy sambil merebahkan tubuhnya.
Daffin tak banyak bicara dia langsung memulai apa yang harus di mulai, Jessy selalu bisa mengimbangi permainan suaminya yang membuat keduanya semakin bisa bermain panas.
"Terimakasih" kata Daffin setelah dia selesai menuntaskan hasrat nya.
"Terimakasih kembali untuk semua hal yang kita lewati, kebahagiaan ini dan semua yang kamu lakukan untuk pernikahan kita" balas Jessy sambil memeluk erat tubuh suaminya.
Tiba-tiba keduanya tersenyum, merasa lucu dengan awal dari takdir percintaan mereka yang di awali dengan ranjang satu malam.
Tidak ada kata yang bagus untuk hubungan percintaan nya, tapi meski demikian Jessy dan Daffin sekarang sudah saling mencintai dan kehadiran baby Cilla adalah pelengkap hidup mereka.
"Honey menurut mu apa Kimmy dan Choky akan mengulang apa yang terjadi pada kita dulu?" tanya Jessy.
"Apa maksud mu honey?" tanya balik Daffin tak mengerti.
__ADS_1
Jessy pun menjelaskan jika malam ini Kimmy dan Choky menjaga baby Cilla di apartemen, Daffin cukup kaget karena Jessy bisa-bisa nya meminta bantuan pada Choky.
Dan dia yang mengenal Choky bahkan belum tentu bisa meminta sahabatnya itu menjadi pengasuh putri nya, tapi Jessy? istrinya benar-benar bisa membuat Choky mau menemani Kimmy menjaga baby Cilla.
"Ambar dan Wilson sudah punya baby Gino, dan aku harap sebentar lagi Kimmy dan Choky akan punya baby, ya mereka akan memulai nya malam ini." batin Jessy yakin.
Daffin kembali memeluk istrinya lagi, Jessy melihat kalung nya yang terus berkilau dan membuat nya terasa lebih cantik itu.
"Harga nya seharga rumah" ucap Daffin.
"Oh" balas Jessy masih melihat kalung nya.
"Hanya oh? itu mahal honey" sahut Daffin lagi, yang membuat Jessy langsung menatap suaminya.
"Hem, memakai uang siapa?" tanya Jessy masih menatap suaminya.
"Kartu biasa" Jawab Daffin santai.
Tapi sorot mata Jessy terlihat tak santai, membuat Daffin mengusap pipi istrinya, paham jika Jessy kesal.
"Uang suami itu uang istri, dan uang istri ya untuk istri dan anak, jadi_" ucap Jessy terhenti karena Daffin menjeda ucapan nya.
"Ya ya, aku akan mengganti nya nanti, maaf" Daffin tersenyum.
Jessy yang mendengar ucapan suaminya seketika tertawa, dia tidak percaya jika suaminya begitu menyayangi nya.
Sebelumnya Jessy memang menghak semua yang di miliki suaminya, tapi dia tidak percaya jika suaminya benar-benar menuruti keinginan nya.
"Kartu itu milik bersama, begitupun dengan semua uang kita, semua itu berhak kita pakai dan nikmati bersama bukan?" Jessy tersenyum.
"Tumben kamu baik" Daffin mencubit gemas pipi sang istri.
Dan sepanjang malam ini keduanya terus mengobrol, Jessy yakin jika baby Cilla aman bersama Kimmy dan Choky.
... T~A~M~A~T !!...
๐น
Terimakasih untuk semua yang sudah mendukung aku, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dalam novel ini๐
__ADS_1
Oh iya nanti akan beberapa part susulan untuk cerita Kimmy dan Jessy ๐ค