
Hari ini Daffin memilih cuti untuk mengantar Jessy cek kandungan, kandungan Jessy sudah menginjak tiga bulan sehingga perut Jessy pun sudah terlihat sedikit membuncit.
"Bagaimana dok?" tanya Daffin.
"Ini tampilan calon bayi anda tuan, kandungan nona sangat sehat" jelas dokter.
Daffin terhipnotis dengan pemandangan layar USG komputer di depan nya, dia tidak menyangka jika dalam rahim Jessy saat ini ada bayi nya yang masih dalam masa pertumbuhan.
"Dia sangat kecil honey" Daffin mengusap perut Jessy.
"Hem, butuh 4 bulan lagi untuk mendapatkan tendangan" balas Jessy senang melihat perkembangan anak nya.
"Apa dia laki-laki dok?" tanya Daffin pada Dokter.
Dan dokter menjelaskan panjang kali lebar jika jenis kelamin bisa di lihat jika kandungan sudah mencapai 4 atau 5 bulan.
Setelah selesai cek kandungan Daffin dan Jessy berniat mencari restoran terdekat, keduanya jarang makan di luar bersama sehingga Daffin ingin melakukan semua yang telah tertinggal.
Dalam perjalanan Jessy kepikiran akan pertanyaan Daffin pada dokter tadi, dia merasa sedikit takut jika harapan Daffin akan jenis kelamin akan kembali membuat Daffin berubah.
Karena jujur saja Jessy sudah nyaman seperti ini, dia merasa senang saat Daffin menjadi manis seperti ini.
"Daff" panggil Jessy.
"Honey, bukan Daff" kata Daffin tegas.
"Aku belum terbiasa" balas Jessy merasa geli memanggil honey.
Dan Daffin juga tidak suka di panggil Mas, dia bilang bule seperti dirinya tidak pantas di panggil Mas.
"Panggil honey atau sayang, seperti itu saja agar terbiasa" sahut Daffin sangat enteng.
__ADS_1
Huh..
Jessy mendengar ucapan Daffin hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang, dia masih merasa geli untuk memanggil Daffin dengan panggilan honey ataupun sayang.
"Aku mau bertanya sesuatu" kata Jessy akhirnya.
"Apa? katakan saja" balas Daffin dia masih mengendarai mobil dengan kecepatan pelan.
Jessy terdiam sebentar, pertanyaan nya kali ini terlalu beresiko dan Jessy takut keduanya kembali berdebat karena masalah ini.
"Honey? katakan saja jangan sungkan" lanjut Daffin sambil melirik istrinya.
"Dia lembut gini kenapa aku yang jadi malu-malu meong ya, duh.. gimana ini." batin Jessy bimbang.
Daffin menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia melirik istrinya lalu tangan nya terulur untuk memegang tangan Jessy.
"Ada apa?" tanya Daffin.
"Aku ingin bertanya kamu mau anak laki-laki atau perempuan?" tanya Jessy pelan.
"Aku mau anak perempuan" ucap Daffin sambil tersenyum.
"Perempuan?" Jessy menatap suaminya.
"Tapi apapun jenis kelamin anak kita aku akan senang, selagi kamu yang melahirkan anak ku akan selalu bahagia karena bagiku jenis kelamin itu bukan masalah" jelas Daffin lagi.
Yang seketika membuat Jessy tersenyum senang, bahkan karena reflek Jessy malah memukul tangan suaminya.
"Kalau tau begini ngapin aku ketakutan tadi, dasar kamu bikin aku deg-degan aja takut kamu nolak ngakuin anak kita" Jessy mengelus dada nya pelan.
"Karena kamu sudah buat aku kesal sekarang aku minta kamu belanjain aku ke mall, aku mau shopping" lanjut Jessy.
__ADS_1
"Nggak jadi ke restoran?" tanya Daffin.
Dan Jessy menggeleng pelan.
"Aku mau shopping, kasihan anak kita kalau aku pakai baju kekecilan nanti dia kejepit kan kasihan" balas Jessy santai.
Dan Daffin tak banyak berkomentar, dia kembali mengendarai mobilnya dan putar balik arah karena Jessy mau ke Mall, bukan restoran.
Tak lama setelah berkendara selama 15 menit akhirnya mobil Daffin sampai di parkiran Mall, Daffin dan Jessy langsung turun dan keduanya bersama-sama masuk ke dalam lift.
"Aku mau nonton dulu ya" kata Jessy sambil tersenyum.
Daffin hanya mengangguk mengiyakan, meski sebenarnya dia tidak suka menonton bioskop.
"Ada film terbaru loh, film actionnya super super keren" lanjut Jessy.
"Bagiamana kalau horor" usul Daffin.
Jessy menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak terlalu menyukai horor, wajah mereka kebanyakan rusak dan berdarah-darah aku selalu mengutuk dan kamu tau kan ibu hamil pamali mengutuk, itu menurut petuah nenek moyang kita" kata Jessy sambil berjalan ingin cepat ke area tiket.
Daffin melihat Jessy yang mengantri tidak tega, dia pun mendekati Jessy dan menawarkan dirinya saja yang membeli tiket.
"Aku ingin memesan makanan, lebih baik kamu disini kita mengantri bersama akan lebih seru kalau menonton dengan cemilan banyak" jelas Jessy lagi.
Dan membuat Daffin geleng-geleng kepala, ini lah yang dia tidak sukai dari kaum perempuan, mereka sangat ribet.
"Jika mau makan tidak usah repot-repot nonton di bioskop, nonton saja di rumah dan siapkan makanan semeja bukan kah itu lebih praktis di bandingkan dengan melakukan hal konyol ini." batin Daffin yang hanya bisa menggerutu dalam hatinya.
🌹
__ADS_1
Taqqaballahu minna waminkum taqabbal ya karim, Selamat hari raya idul Adha 1443H🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏