
Beberapa bulan berlalu..
Perut Jessy sudah mulai kelihatan buncit karena kandungan Jessy sudah menginjak bulan ke 7.
Hubungan Jessy dan Daffin semakin membaik seiring berjalannya waktu, cinta hadir bukan karena terpaksa tapi cinta hadir karena rasa.
Keadaan tidak membuat keduanya paham akan apa yang harus keduanya lakukan, melainkan keduanya mulai membuka diri karena sadar jika cinta tidak akan hadir jika keduanya sama-sama tidak mencoba.
"Honey nanti malam jadi kan nemenin ke pernikahan Ambar?" tanya Jessy yang sedang bergelayut manja di tangan Daffin.
"Hem.." balas Daffin fokus pada televisi.
"Lihat kau tidak menghiraukan ku" Jessy melepaskan diri.
Daffin yang tahu istrinya mulai bad mood langsung memeluk Jessy, membiarkan Jessy pergi dengan perasaan marah akan beresiko buruk terhadap jatah malam nya.
Apalagi karena faktor kehamilan Daffin harus bisa lebih bersabar karena tidak bisa terus menerus meminta jatah nya, dokter melarang nya karena Daffin selalu lupa waktu jika sudah main.
"Jangan marah, kita ke salon mau?" tawar Daffin.
"No" balas Jessy sedikit kesal.
"Shopping?" tanya Daffin.
"Males" sahut Jessy ketus.
Huh..
"Kalau gitu maunya apa?" tanya Daffin lagi.
Jessy terdiam, dia melihat wajah suaminya lalu dengan santai dia menjilati leher Daffin.
"Astaga honey geli" Daffin tertawa karena rasa geli itu.
__ADS_1
Jessy yang mendengar keluhan suamiku mendengkus kesal karena Daffin tak paham dengan apa yang dia mau.
"Tuhkan kamu tidak peka" Jessy mengembungkan pipi nya.
"Aku benar-benar geli honey, sungguh" sekali lagi Daffin tertawa dan berhasil membuat Jesy semakin kesal.
"Ihk nyebelin, mau eskrim juga." gerutu Jessy dalam hati.
Karena Daffin tak kunjung paham Jessy pun menjadi bad mood, dan Daffin membiarkan istrinya pergi ke kamar untuk kali ini.
"Dasar wanita maunya di ngertiin terus" gerutu Daffin sambil menatap punggung istrinya yah perlahan menghilang di balik pintu.
Malam hari nya di kamar nampak Ambar yang sudah cantik dengan balutan gaun nya, di sampingnya juga sedang duduk Wilson yang dengan setia menunggu dirinya make up.
Kemarin Ambar dan Wilson melakukan akad nikah, keduanya saat ini sedang di landa kebahagiaan yang tiada tara karena Ambar juga sedang hamil dua bulan.
"Kau cantik sayang" puji Wilson menatap Ambar.
"Kamu juga tampan sayang, aku benar-benar masih tidak percaya dua hari ini kita sudah menjadi pasangan" Ambar tersenyum pada Wilson.
Rasa haru tentu ada, Ambar yang semula membayangkan hidupnya hanya akan menjadi pemuas pria ternyata memiliki nasib baik, Wilson mantan kekasih nya hadir kembali dan membawa nya ke jenjang yang serius.
"Kamu yang terbaik, aku mencintaimu" Ambar mendekati Wilson dan mencium Wilson di depak MUA.
Wilson menahan tengkuk Ambar agar ciuman nya semakin dalam, dan keduanya berciuman selama beberapa menit.
"Astaga mata ku" MUA laki-laki itu langsung membalikan tubuhnya.
Tidak dengan Jessy yang ada di balik pintu yang terkekeh pelan melihat pasangan yang di landa cinta itu.
Dia senang karena Ambar akhirnya memilih jalan sepertinya, mendapatkan kebahagiaan yang di nantikan setiap orang.
"Sampai kapan kalian akan berciuman? tamu kalian sudah menunggu" celetuk Jessy yang masuk begitu saja.
__ADS_1
"Bestie" Ambar tersenyum senang melihat Jessy dengan perut buncitnya.
"Ya ya, cin cepetan olesin lagi lipstik nya lihat masa iya pengantin lipstik nya belepotan" kata Jessy sambil melirik MUA.
"Ahk baik nona" MUA itu kembali melakukan pekerjaan nya.
Jessy melihat ke arah Wilson, dia senang karena pada akhirnya Wilson bisa mengambil keputusan benar.
"Kalau hamil muda jangan banyak tempur, nggak percaya? tanya aja ke dokter" ucap Jessy sambil tersenyum menyebalkan.
Ambar yang mendengar ucapan Jessy hanya tertawa, tapi tidak dengan Wilson yang cemberut.
"Jess dimana Daffin?" tanya Ambar.
"Di luar, ngobrol sama teman nya" sahut Jessy.
"Awas nanti Daffin tergoda sama yang lain loh Jess, apalagi kamu hamil besar gimana kalau Daffin selingkuh" celetuk Ambar yang menakut-nakuti.
Membuat Jessy yang mendengar nya tersenyum kecil.
"Tenang saja jika dia tidak setia aku akan memotong cacing Alaska nya menjadi tiga, satu untuk mancing ikan, satu untuk di kuburkan dan satu lagi buat di kasi makan dogi" balas Jessy sangat santai.
"Astaga nona anda sangat kejam" MUA itu menyahut.
Dia merindukan membayangkan apa yang di ucapakan Jessy barusan.
"Kenapa? apa kau mau mencoba nya? seberapa besar cacing Alaska mu? apa jumbo?" tanya Jessy yang seketika membuat Ambar tertawa karena merasa lucu.
Tapi tidak dengan para lelaki yang terlihat ketakutan melihat wajah datar ibu hamil itu.
🌹
Makan sate kambing cuman satu tusuk tapi pusing nya awet banget ya ampun😓
__ADS_1
kepala pusing dan pundak rasanya berat banget 🤧
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏