
"Kalian menunggu lama?" tanya Daffin saat baru sampai.
"Ya kau membuang waktu ku yang mahal" balas Choky ketus.
Daffin yang mendengar itu tak terlalu menghiraukan, dia duduk di dekat sahabat nya saat ini mereka akan meeting di salah satu restoran.
"Yang lain belum datang?" tanya Daffin.
Dan Choky yang dingin malah diam, membuat Daffin sedikit kesal tapi beruntung ada Wilson yang tak terlalu ketus membuat nya bisa mengobrol dengan Wilson.
Setelah beberapa menit dua wanita cantik datang bersama seorang pria, Choky yang melihat itu langsung membuka kaca mata hitam nya membuat Daffin dan Wilson saling melirik.
"Buaya muncul" gumam Daffin dan Wilson bersama.
Meeting pun di mulai pria yang adalah rekan bisnis Choky dan Daffin memperkenalkan putrinya, dan yang satu nya lagi adalah sekertaris nya.
Selama meeting tatapan Naura yang adalah anak dari pak Sansan selalu tertuju pada Daffin, ketampanan Daffin membuat nya terus fokus apalagi saat pria tampan itu sedang berbicara.
"Aku tau dia punya istri, tapi bukan itu menantang?" batin Naura.
Sadar akan tatapan tak biasa putri nya pak Sansan meminta putrinya menjelaskan, mengingat Naura akan menjadi pengganti nya, dan Naura dengan wajah percaya dirinya memberikan penjelasan.
Choky tahu jika Naura lebih tertarik pada Daffin, dan karena itu juga dia langsung menginjak kaki Daffin hingga membuat Daffin bersuara.
Awwww !
"Anda tidak apa-apa tuan?" tanya Naura cemas.
Daffin yang sadar menjadi perhatian langsung bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, dan Choky hanya tersenyum kecut saat tangan Daffin tiba-tiba menyenggol lengan nya.
Wilson yang melihat kedua bersahabat itu hanya diam, dan tanpa dia sadari jika sikap nya yang tenang itu mengundang perhatian Lani, sekertaris Sansan.
Dua jam berlalu..
__ADS_1
Akhirnya meeting nya selesai, dan acara meeting itu di akhiri dengan acara makan siang.
Selama makan tidak ada satu pun yang bersuara, hingga akhirnya semua nya selesai makan, pak Sansan pun pamit pergi bersama Naura dan Lani.
Bugh !
Choky memukul lengannya Daffin.
"Begitulah sikap orang kalah, tidak menerima kenyataan" kesal Daffin sambil beranjak berdiri.
"Ck, dia bukan tipe ku ambil saja jika kau mau" balas Choky ikut berdiri.
Keduanya berjalan bersama dengan Wilson yang ada di belakang nya.
"Kau tau sekertaris nya terlihat menyukai Wilson, itu tandanya kau kalah dari kami" kata Daffin memanasi.
Membuat Choky sedikit kesal dan menatap sinis Daffin.
"Aku bilang ambil saja mereka bukan tipe ku" balas Choky semakin terlihat kesal.
"Aku dan Wilson sudah menjadi ayah, kau kapan? astaga kau benar-benar lambat" Daffin tertawa lagi.
"Kau!" kali ini Choky tak main-main.
Dan Daffin hanya menanggapi Choky yang marah dengan santai, dia memukul pelan pundak Choky.
"Aku melihat Kimmy selalu kesal, CK aku curigai kau berbuat hal aneh di belakang kami, dia terlihat sangat membenci mu dan itu mustahil tanpa sebab" bisik Daffin.
"Persetan, siapa juga yang akan menyukai nya" sahut Choky sewot.
"Ya kau tidak menyukai nya karena dia bukan tipe mu, atau karena Kimmy tau semua kebodohan mu?" balas Daffin tersenyum mengejek.
Lalu Daffin buru-buru berlari ke arah mobilnya sebelum Choky mengamuk, dan benar saja setalah Daffin berlari Choky langsung mengeraskan rahang nya dan memahamkan sorot matanya.
__ADS_1
"Kau selalu diam saat aku di permalukan, sebenarnya kau teman siapa" kesal Choky.
"Maaf tuan, tapi di sini tuan Daffin tidak bersalah" balas Wilson dengan tenang.
"Lalu siapa yang salah hah!" Choky semakin di buat kesal dengan jawaban Wilson yang selalu membalas dengan wajah tenang dan bijak.
Choky pun akhirnya memilih kembali ke kantor, sepanjang perjalanan dia terus menggerutu karena banyak sekali yang Kimmy tahu di masa lalu nya.
"Sial, kenapa aku harus memiliki kenangan buruk yang memalukan, apalagi itu bersama Kimmy si culun" kesal Choky menggerutu.
Sedangkan di tempat lain Kimmy nampak sedang bersin-bersin, dia terus bersin di saat sedang memasak sayur sup untuk majikan nya.
Hacim !
Hacim !
Jessy yang berniat mengambil minum melihat Kimmy bersin, dia langsung mendekati Kimmy.
"Ada apa?" tanya Jessy.
"Tidak tau nona, dari tadi bersin terus" balas Kimmy masih bersin.
Jessy melihat Kimmy yang menggesek-gesek tangan nya ke hidung, dia berpikir sebentar sampai akhirnya senyuman terukir di wajahnya.
"Itu bersin cinta, ada pria yang membicarakan mu dan dia pasti sangat memuja mu" celetuk Jessy santai.
"Bersin cinta? siapa?" gumam Kimmy terlihat bingung.
Jessy yang mendengar jawaban bingung Kimmy tertawa lagi,
"Ya siapa lagi kalau bukan Choky, cie di pikirin sama duda ganteng, cie Kimmy love Abang duda, cie" Jessy menggoda Kimmy sambil tertawa.
"Dia gorila nona, ya meski sedikit ganteng" gumam Kimmy malu mengakui nya.
__ADS_1
🌹
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏