Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Pelatihan


__ADS_3

Seperti biasanya Daffin berangkat bekerja dan Jessy menunggu di apartemen di temani Kimmy.


Jessy tidak banyak melakukan aktivitas, dia lebih banyak membuang waktunya di kamar untuk menonton film kesukaan nya.


Entah kenapa sejak kehamilan nya Jessy tak pernah banyak mau bergerak, bahkan untuk permainan ranjang pun Daffin yang terus bergerak, sedangkan dia benar-benar menjadi pemalas sejati.


"Nona hari ini ada pertemuan dengan ibu-ibu hamil" kata Kimmy.


"Oh Kimmy oh Kimmy aku malas" Jessy menyahut tanpa melihat Kimmy.


"Tapi nona olahraga akan menyehatkan anda, lagi pula anda juga masih belajar untuk menggendong bayi nona" jelas Kimmy lagi.


Membuat Jessy yang mager itu akhirnya mematikan laptop nya, Jessy menatap sebal pada Kimmy yang sudah rapih itu.


"Apa kau selalu menyebalkan seperti itu" tanya Jessy kesal.


"Maksud anda nona?" tanya Kimmy tidak paham.


Huh..


"Sudahlah, siapkan air hangat aku malas mandi air dingin" kata Jessy semakin sebal.


"Baik nona" Kimmy dengan cepat melakukan apa yang di suruh sang majikan.


Jessy melihat Kimmy yang masuk ke dalam kamar mandi, dia menjulurkan lidahnya ke arah Kimmy.


"Kapan dia hamil sih, biar dia merasakan betapa mager nya aku dalam melakukan semua aktivitas ibu hamil" gerutu Jessy yang terdengar oleh Kimmy.


Kimmy hanya tersenyum, Jessy benar-benar aneh bagaimana bisa dia hamil sedangkan pacar saja tidak punya.


"Jika pun hamil saya ingin pria yang menghamili saya adalah orang kaya nona, saya malas hidup di bawah telunjuk orang." batin Kimmy dalam hati sambil mengisi bathub.


Setelah selesai mandi Jessy dan Kimmy makan siang bersama, tadi Jessy memang hanya makan sedikit karena Daffin sangat buru-buru berangkat bekerja.

__ADS_1


Dan keduanya di antar oleh supir, sebelumnya Jessy juga sudah menelpon Daffin karena dia tidak mau saat di ruang pelatihan nanti dirinya tidak di temani suaminya.


"Kimmy ikat rambut mu, aku seperti melihat kuntilanak melihat rambut kuning mu" kata Jessy.


"Kuntilanak hantu Indonesia kan nona?" tanya Kimmy.


"Ya, tapi dia sedang jalan-jalan keluar negri dan sekarang ada di depan ku" sahut Jessy ketus membuat Kimmy hanya bisa nyengir.


Bukan hal baru lagi kalau dia memiliki majikan yang selalu bicara apa adanya, dan sikap Jessy benar-benar datar seperti tembok.


"Jangan nyengir terus, gigi mu membuat mataku silau" lanjut Jessy lagi.


Membuat Kimmy mengembungkan pipi nya, "Nona" Jessy manyun.


"Kenapa? apa kau tidak percaya kalau aku juga silau dengan biji cabai di sela gigi mu?" celetuk Jessy membuat Kimmy semakin kaget.


"Nona, tidak ada" Kimmy melihat kamera ponselnya.


Jessy tak menghiraukan dia hanya fokus pada ponselnya, dan supir hanya bisa menahan tawa nya melihat kelucuan di belakang nya.


Tak lama setelah itu mobil pun sampai, Jessy langsung turun begitupun dengan Kimmy, dan mereka melihat Daffin yang sedang duduk dengan tampang keren nya.


Jangan lupakan Kenzie yang juga ada di samping nya, yang juga takalah keren dari sang bos, hanya saja dompet nya yang tidak keren.


"Astaga, lihat Kimmy suamiku benar-benar keren" bisik Jessy.


"Anda benar nona, tuan Daffin memang tampan" Kimmy juga menatap kagum pada sang majikan.


Yang mana hal itu membuat Jessy melotot, Jessy berhenti dan Kimmy pun otomatis berhenti di tempat.


"Jangan coba-coba jadi pelakor lagi ingat, kalau tidak kau akan aku buat jadi rujak bebek ala Indonesia, camkan itu" bisik Jessy di telinga Kimmy.


Glekk..

__ADS_1


Kimmy menelan ludahnya kasar, bulu kuduk nga merinding mendengar kata rujak.


"Apa nona serius? jika iya aku tidak bisa membayangkan milik ku yang masih virg** jadi kepedasan, astaga nona Jessy memang Wonder woman berhati iblis." batin Kimmy yang berpikir ke arah sana.


Sedangkan Jessy dia sudah masuk bersama suaminya, Jessy memegang tangan sang suami karena dia tidak mau ada yang memiliki kesempatan mendekati suaminya.


Sedangkan Kimmy dia menunggu di ruang tunggu, di samping nya juga ada Kenzie yang sedang menunggu mengingat pelatihan ini hanya membutuhkan satu jam.


"Boleh kah aku minta minum" kata Kenzie yang melihat Kimmy membawa dua kemasan air mineral.


"Mau minum?" tanya Kimmy.


"Hem, aku haus" balas Kenzie dengan senyuman ramah nya.


Kimmy menunjuk ke arah kantin, dan Kenzie paham dengan arti dari tunjukan itu.


"Apa di sana gratis?" tanya Kenzie dengan polos nya.


Membuat Kimmy yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.


"Kalau mau yang gratis ya di rumah, heran asisten CEO tapi pelit nya ituloh, Astaga" Kimmy memegang kepalanya yang tidak pusing.


Kenzie yang mendengar ucapan Kimmy tersenyum kecut, dia mendekatkan wajah nya ke wajah Kimmy lalu..


"Aku menabung untuk anak istri ku di masa depan, jadi kalau aku ngirit nggak papa dong kan demi masa depan juga" kata Kenzie menatap Kimmy. "Memang nya kamu nggak punya masa depan jadi babu terus" lanjut Kimmy meledek.


"Apa kau bilang?" Kimmy menatap tajam Kenzie.


Tapi Kenzie acuh, dia malah beranjak dari duduknya dan berniat pergi, tapi langsung di hentikan oleh suara Kimmy.


"Dasar jomblo, nggak laku" kesal Kimmy.


"Nyindir diri sendiri? kasian" Kenzie tersenyum meledek.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2