
Malam panas masih dirasakan Ambar, Wilson yang baru pulang dari bar setelah mengantarkan Bos nya itu nampak ikut mabuk.
Dan hal itu membuat Ambar menjadi pelampiasan nya, sehingga keduanya berakhir di ranjang panas.
"Terimakasih, aku puas" ucap Wilson setelah selesai dengan penyatuan nya.
"Kemarilah aku ingin bicara sedikit" Ambar menarik Wilson agar masuk ke lakukan nya.
Di balik selimut keduanya berpelukan, Ambar sangat merasa beruntung memiliki Wilson yang bisa menerima nya apa adanya.
"Kau mau bicara apa sayang?" tanya Wilson.
Ambar agak ragu mengatakan nya, tapi dia harus berani karena Ambar rasa sudah saatnya dia memilki keputusan, dia ingin menikah seperti Jessy.
"Kapan kita akan menikah?" tanya Ambar dengan wajah seriusnya.
"Kenapa bertaya?" tanya balik Wilson.
Dan Ambar langsung menjelaskan jika dia tidak ingin main-main lagi, dia ingin memiliki keluarga lengkap dan Ambar berjanji tidak akan bercerai apapun keadaan nya, dia tidak mau seperti Mama dan Papa nya.
Cup..
Wilson mengecup singkat kening kekasihnya itu, dia tahu banyak tentang Ambar yang trauma akan pernikahan orang tuanya.
"Itu akan terjadi secepatnya, lebih tepatnya setelah Bos menikah lagi" jelas Wilson.
"Benarkah?" Ambar sumringah.
"Ya, tapi bantu aku dekatkan Jessy bersama Bos, karena saat ini tuan Choky sedang penasaran dengan Jessy, teman mu" jelas Wilson yang mana pernyataan itu membuat Ambar kaget bukan main.
"Kalau begini bisa lama Wilson nikahin aku, bagaimana ini." batin Ambar bingung.
🌹
Malam-malam Jessy terbangun karena merasa lapar, Jessy yang baru membuka matanya itu melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun, dan itu adalah kelakuan suaminya.
Tidak munafik jika Jessy juga menikmati penyatuan nya, dia selalu suka dengan sentuhan-sentuhan tangan Daffin yang membuat nya selalu merasa terbang.
"Daff" panggil Jessy.
"Bule tua" lanjut nya sambil memukul tangan Daffin.
Daffin yang sedang tertidur merasa terganggu dengan pukulan di tangan nya, tapi yang membuat nya bangun adalah panggilan bule tua yang di lontarkan Jessy.
__ADS_1
"Sekali lagi kau membangunkan ku dengan nama itu habis kau!" geram Daffin, lalu kembali memejamkan matanya.
Jessy memindahkan tangan Daffin dari tubuhnya, tapi Daffin malah semakin erat memeluk nya.
"Ck, lepaskan dulu tubuh ku!" kesal Jessy.
"No, aku ngidam ingin memeluk mu" lagi-lagi alasan itu Daffin jadikan sebagai jawaban.
Yang membuat Jessy di buat kesal bukan main, Daffin seperti mencari kesempatan dalam kesempitan apalagi di balik selimut Jessy tidak memakai sehelai benang pun.
Huh..
Jessy menghembuskan nafas nya kasar, perutnya benar-benar merasa sakit karena dia sedang kelaparan.
"Perut ku lapar" Jessy mencebikan bibir nya sebal.
Daffin yang belum sepenuhnya tertidur itu membuka matanya, dia melihat Jessy yang terlihat bete.
"Mau makan apa?" akhirnya Daffin bertanya.
"Terserah" balas Jessy sambil menarik selimut sampai menutupi leher nya.
Daffin berdiri dan dia langsung memakai celana nya di depan Jessy, tapi tidak memakai baju yang membuat Jessy sedikit kesal.
Daffin melirik Jessy, dia menaikan sebelah alisnya ke atas..
"Apa kau cemburu?" tanya Daffin menatap Jessy dengan wajah yang sangat menyebalkan.
"Sama sekali tidak" sahut Jessy ketus.
"Baiklah, kalau begitu aku malas memakai baju" Daffin pergi dengan telanjang dada.
Jessy yang melihat itu mengeretakan gigi nya menahan kesal, Daffin seperti sedang mengejek nya, dan bodoh nya lagi kenapa Jessy malah menjadi lemah seperti ini.
"Ayolah Jess, ini bukan kamu jangan melemah pada si tua Bangka karena dia tidak menginginkan mu, apalagi bayi ini" gumam Jessy mencoba untuk menenangkan diri nya.
Sedangkan di dapur Daffin mengecek makanan di meja makan, dia tidak melihat apapun dan hanya melihat rendang buatan Cantika.
"Itu tidak sehat, aku harus membuat makanan yang sehat" Daffin berpikir sebentar.
Dan pada akhirnya Daffin memilih membuat omlet yang memakai sayuran dan daging, dia membuat dua omlet karena Daffin juga merasa lapar.
Kimmy keluar dari kamar karena mendengar suara, dia melihat Daffin yang sedang memasak yang seketika membuat nya hampir terpana.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan Kimmy, dia memang tampan tapi dia bukan level mu, dia suami orang Astaga jangan menjadi pelakor seperti ibu mu" batin Kimmy langsung memilih kembali ke kamarnya.
Kimmy memiliki keluarga yang berantakan, dan karena itu juga dia tidak mau menjadi seperti ibu nya yang memilih meninggalkan keluarga nya hanya untuk mengejar harta.
Setalah selesai Daffin langsung menyiapkan makanan di meja, dan setelah itu dia kembali ke kamar untuk memanggil Jessy.
"Dia tidur?" Daffin melotot.
Dia butuh waktu lama untuk memasak, dan sekarang dia melihat istrinya yang tertidur dengan memperlihatkan dada nya.
"Ck, dia mengerjai ku awas kau Jess" Daffin mendekati Jessy dan tanpa basa-basi Daffin naik ke tubuh Jessy.
Dia mencumbu tubuh Jessy dengan penuh semangat, bahkan Daffin mendengar suara desahaan kecil yang keluar dari bibir tipis itu.
Argh..
Jessy terus mengeluhkan apa yang dia rasakan hingga akhirnya dia membuka matanya.
"Hey apa yang kau lakukan?" Jessy kaget dan reflek menendang bagian sensitif Daffin.
Awww !
Seketika jerit menyedihkan terdengar dari pria bule itu, dan Jessy yang tidak sadar melukai aset Daffin malah santai mengambil pakaian nya yang berserakan.
"Sakit, Jessy sialan!" geram Daffin dalam hati tak tahan menahan sakit.
"Apa sudah selesai masak nya?" tanya Jessy.
"Kau bertanya makanan setelah membuat aset ku cidera" Daffin menatap tajam Jessy.
Jessy menatap bingung Daffin, lalu pandangan nya turun ke bagian yang di tutupi tangan Daffin.
"Apa sangat sakit?" tanya Jessy dengan polos nya.
"Sangat!" kesal Daffin membuat Jessy kikuk.
Karena takut makanan nya dingin keduanya akhirnya makan, dan selama makan keduanya tidak saling berbicara karena Daffin masih kesal dengan Jessy.
Sedangkan Jessy dia makan dengan nyaman, apalagi makanan nya sangat enak, dan Jessy tidak menyangka jika makanan buatan Daffin benar-benar sangat enak.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1