Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Bonus Kimmy dan Choky.


__ADS_3

"Kimmy kau yakin akan keluar?" tanya Jessy sekali lagi.


Dia sangat kaget dengan permintaan mendadak Kimmy, dia meminta berhenti bekerja karena ingin pindah.


"Saya akan memulai kehidupan baru di Swiss nona" kekeh Kimmy.


Keputusan nya sudah bulat, dia tidak bisa tetap tinggal di kota yang hanya akan membuat ingatan nya menjadi tertuju pada satu pria lagi.


Dia ingin memiliki kehidupan baru, dan Swiss adalah pilihan terbaik nya untuk mencari kehidupan baru nya di negara indah itu.


"Baiklah, jika kau butuh sesuatu jangan sungkan, aku akan selalu ada untuk mu" Jessy tak mau memaksa.


"Terimakasih nona, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan anda" balas Kimmy lagi.


"Ya itu harus, jika kau melupakan ku akan memukul kepala mu hingga kau bisa kembali mengingat ku" sahut Jessy santai.


Yang membuat Kimmy tersenyum kecil, dan setelah itu Kimmy masuk ke kamar nya untuk berkemas.


Kimmy juga sudah berpamitan pada nona kecil nya, gadis kecil yang baru satu tahun itu sudah dia anggap seperti anak nya sendiri, dia berharap di suatu saat akan mendapatkan anak di pernikahan nya.


Di luar Jessy masih mencoba menghubungi suaminya, dia tidak bisa membiarkan Kimmy pergi apalagi saat ini dia merasa nyaman memiliki banyak teman.


"Halo honey"


"Ya sayang, tumben menelpon kau merindukan suami mu yang tampan?"


"Jangan geer, aku menelpon kamu karena ingin meminta Choky menghalangi Kimmy pergi jauh" jelas Jessy.


"Kimmy akan pergi?" tanya Daffin sedikit kaget.


"Hem, dia sedang berkemas di kamar nya, ayolah telpon Choky atau jatah mu aku kurangi menjadi 2kali seminggu" ancam Jessy yang langsung mematikan panggilan nya.


Jessy melihat baby Cilla yang sedang main lalu melihat ke belakang dimana kamar Kimmy berada.


"Apa hubungan mereka ada masalah? bukan nya setelah malam itu mereka berhubungan baik?" gumam Jessy bertanya-tanya.

__ADS_1


"Cilla, aunty mu pergi dia harus memberikan sepupu untuk mu" kata Jessy melihat putranya.


Baby Cilla yang mendengar suara Mommy nya memanggil nama nya hanya tersenyum, lalu kembali main karena dia hanyalah anak kecil yang baru mengenal nama nya, dan belum pandai berbicara selain memanggil nama Mom.


Kimmy mendorong koper nya, Jessy melihat itu hanya bisa menghela nafasnya panjang, tidak bisa menghalangi Kimmy pergi karena itu bukan hak nya mengatur hidup seseorang.


"Kau benar-benar akan meninggalkan kami" Jessy menggendong baby Cilla.


"Maaf nona, ini yang terbaik untuk hidup saya" balas Kimmy.


"Aku paham, tapi apakah pria London tidak ada yang menarik? maksud ku bagaimana dengan Choky" Jessy masih kepo dengan hubungan Kimmy dan Choky yang tidak jelas.


Mendengar pertanyaan dari bos nya Kimmy seketika diam, dia mengingat kapan terakhir dia bertemu dengan Choky yaitu satu minggu yang lalu.


Mengingat itu entah kenapa Kimmy merasa sedih dan marah, dia mencoba untuk melupakan kejadian itu dan sekarang kembali teringat karena Jessy.


"Saya dan Choky tidak ada apa-apa nona, kami hanya orang asing" balas Kimmy tegas.


Jessy mencium bau-bau masalah, dia yakin Kimmy dan Choky sempat dekat dan mustahil mereka tidak bisa saling berbagi cerita, keduanya sudah sama-sama dewasa dengan usia yang sudah matang.


Kimmy menggeleng, dia tidak mau membawa orang lain kedalam masalah pribadi nya, dan karena itu Kimmy sudah memutuskan untuk pindah.


"Maaf nona" Kimmy mendorong kembali koper nya.


Jessy melihat Kimmy yang pergi dengan perasaan kecewa, dia pikir Kimmy gadis pemberani yang bisa mempertahankan kebahagiaan nya tapi ternyata dia salah.


"Cilla nanti saat kau besar jangan menjadi wanita malang dengan menangisi pria bodoh, kau harus menjadi wanita tegar. oke sayangku" Jessy mencium pipi gembul baby Cilla dengan gemas.


Sedangkan di tempat lain nampak Daffin yang baru sampai di kantor Choky, dia harus ikut campur ke dalam masalah ini karena tidak mau jatah ranjang nya berkurang.


Brakk !


Daffin masuk dengan mendorong pintu cukup keras, membuat dua sosok yang sedang berciuman itu menghentikan permainan nya.


"Astaga" Daffin melotot melihat apa yang di lakukan Choky.

__ADS_1


"Kau gila?" Choky memberikan kode pada wanita itu untuk menaikkan rok nya, juga memakai kembali kemeja nya.


"Pantas saja Kimmy pergi, dia memang bukan pria yang tepat untuk menjadi suami Kimmy" batin Daffin.


Wanita yang tak lain adalah sekertaris Choky itu langsung keluar ruangan, Daffin tidak duduk dia melihat Choky yang membenarkan resleting nya.


Dia pria dewasa dan tentu tau apa yang terjadi di sini, dan dia begitu specles melihat apa yang baru saja dia tonton dimana Choky masih suka bermain panas.


"Kimmy akan pergi" Daffin to the poin.


Membuat Choky melirik sekilas.


"Lalu? apa masalah nya dengan ku?" sahut nya dingin.


"Kau pria yang mendekatinya bukan? dia akan pergi" lanjut Daffin lagi.


"Aku tidak perduli, biarkan jala*g itu pergi karena aku masih punya banyak jala*g yang lebih cantik dan juga masih muda" Choky berkata dengan wajah santainya.


Membuat Daffin yang mendengar itu geram, dia langsung memberikan pukulan bertubi-tubi di wajah Choky.


Brugkkk !


Brugkkk !


"Sialan!" Choky tak mau diam, dia balas memukuli Daffin.


Brugkkk !


Keduanya berakhir saling memukul, hingga akhirnya satpam datang dan melerai keduanya, yang membuat Daffin akhirnya memilih pergi dengan perasaan kesal nya.


Sedangkan Choky yang ada di ruangan nya terlihat kesal dan marah.


"Kimmy, wanita culun itu benar-benar sudah membuat ku gila, kenapa dia harus mengaku masih peraw*N jika kenyataan nya dia sudah tidak memiliki apa yang seharusnya aku dapatkan!" teriak Choky kesal.


🌹

__ADS_1


__ADS_2