
"Jadi kamu!" Jessy menutup bibir nya dan matanya menatap Daffin dengan pandangan yang tak percaya.
Daffin membenarkan posisinya, dia memegang tangan Jessy lalu menatap Jessy dengan wajah yang berbeda.
"Maaf karena baru jujur" Daffin nyengir.
Satu hal yang ingin Jessy katakan sekarang, dia benar-benar tidak menyangka jika semuanya terjadi di luar akal sehat nya.
Dan satu hal yang dia sesalkan dalam kejujuran Daffin, kenapa Daffin masih tidak mau mengakui anak nya jika Daffin dan Mr X itu adalah pria yang sama.
"Kau pria gila yang aku kenal" kata Jessy menepis tangan Daffin.
"Aku tau, tapi aku pikir kau juga sama gila nya dengan ku karena kau memberikan sesuatu yang amat penting untuk pria tidak di kenal" Daffin menjawab seolah tak mau kalah.
"Ya aku mengakui aku bodoh, dan semua itu terjadi karena aku melihat Ambar dan kekasihnya bercinta, aku hanya penasaran rasanya" Jessy mengatakan kebenaran nya.
Dan Daffin tentu tidak percaya mengingat Jessy sangat menyukai club'malam, dan mustahil gadis yang suka club' tidak merasakan dunia bebas.
Haha..
Daffin tiba-tiba tertawa, yang membuat Jessy menatap nya aneh.
"Kenapa kau tertawa?" Tanya Jessy.
"Merasa lucu saja karena seorang Jessy mau melakukan hal sebesar itu hanya karena penasaran, kau pasti sang* kan" celetuk Daffin tak terkontrol.
Jessy melotot mendengar ucapan Daffin, segera tangan nya dia gerakan untuk mencubit pinggang Daffin.
Aww !
"Sakit!" ringis Daffin.
"Rasakan itu bule tua bahlul, kau tau aku mau sekarang kau mengubah nama pemilik aset mu menjadi calon anak ku" kata Jessy dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Why?" tanya Daffin.
"Kau masih bisa bertanya? dasar bahlul!" geram Jessy.
"Astaga dia benar-benar lucu saat marah seperti ini." batin Daffin gemas.
"Kalau aku tidak mau?" Daffin malah ingin menggoda Jessy.
"Kau tidak mau?" Jessy menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Ya, aku tidak mau karena kau seperti pencuri yang ingin merampas semua harta ku" balas Daffin menahan tawa nya.
Jessy menatap kesal Daffin, matanya benar-benar tajam dan menyiratkan kemarahan yang besar.
"Jangan menyentuh ku, jangan harap anak ku memakai nama keluarga mu di belakang nya, dan jangan harap bertemu dengan anak ku, kau paham!" tegas Jessy lalu merebahkan tubuhnya.
Daffin tidak bisa lagi menahan tawa nya, dia ikut berbaring di samping Jessy lalu tanpa basa-basi dia memeluk Jessy dari belakang.
Jessy diam tak menjawab, dia benar-benar sedang kesal apalagi Daffin tak pernah mau mengalah dan selalu ingin membuatnya marah-marah.
"Honey" panggil Daffin sambil mencium bahu Jessy.
Kali ini Jessy tidak bisa diam, dia membalikan badannya dan menghadap pada Daffin.
"Bisa diam nggak sih! sudah ku bilang___ Hemphh.." bibir Jessy di bungkam dengan ciumaan oleh Daffin.
Daffin tersenyum sambil menahan tengkuk leher sang istri agar bisa memperdalam ciuman nya, Jessy yang semula berontak pun akhirnya terbuai dengan ciuman nya.
Keduanya berciuman cukup lama hingga Daffin akhirnya melepaskan ciuman nya, mata keduanya saling bertatapan dan itu cukup lama.
"Aku akan melakukan nya, semua harta ku aku ganti dengan nama anak-anak kita nanti, tidak hanya satu tapi aku ingin punya banyak anak dari mu" Daffin mengusap pipi Jessy.
"Banyak anak? apa maksudnya?" batin Jessy bertanya-tanya.
__ADS_1
Perlahan Daffin mendekatkan wajahnya ke wajah Jessy..
Cup..
Daffin mengecup singkat kening Jessy, jari nya mengusap bibir Jessy yang basah dan semua itu terasa membingungkan untuk Jessy.
"Maaf untuk perlakukan buruk ku, aku tidak benar-benar serius melakukan nya jangan membenci ku, oke" kata Daffin lagi.
"Seperti nya kau salah makan" Jessy ingin membalikan tubuhnya, tapi di tahan oleh Daffin.
"Tidak ada salah makan, hanya saja aku baru sadar kalau aku candu akan tubuh mu, aku menginginkan anak kita dan juga dirimu, aku ingin memulai nya, apa kau mau?" tanya Daffin sambil menatap netra mata Jessy lama.
Jessy diam mendengar penuturan Daffin yang benar-benar mengejutkan itu, seorang Daffin memintanya untuk memulai segalanya?.
"Apa ini mimpi" gumam Jessy.
"No, ini nyata" balas Daffin.
Dan Jessy tak mendengarkan, dia mencubit kecil tangan nya yang membuat Jessy sedikit meringis.
"Sakit" gumam Jessy sambil melirik Daffin.
"Jadi kamu masih tidak Percaya? baiklah agar kamu percaya bagaimana kalau aku menjenguk anak kita, dia pasti suka Daddy nya rajin menjenguknya" Daffin langsung mengkungkung-kung tubuh Jessy.
Yang mana hal itu membuat Jessy kaget bukan main, tapi saat ingin menolak Jessy malah merasakan milik nya yang berkedut membuat Jessy merasa ingin melanjutkan.
"Kau setuju kan?" tanya Daffin.
Jessy malu-malu mengangguk kecil, dan hal itu membuat Daffin tersenyum puas, karena semarah-marah nya Jessy dia tidak pernah menolak sentuhan tangan nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1