Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Kenzie dan Andini.


__ADS_3

"Ken, aku masih mencintaimu" ucap Andini dalam pelukan Kenzie.


"Bagaimana dengan Choky?" tanya Kenzie.


Dia penasaran akan hubungan keduanya, dan rasanya dia tidak terima jika Andini menyukai Choky.


"Aku tidak mencintai nya" balas Andini.


"Benarkah?" tanya Kenzie masih belum percaya.


"Jika boleh jujur sejak dulu aku tidak bisa melupakan mu, aku terlanjur menyayangi mu" jelas Andini.


"Aku juga" balas Kenzie mengusap kepala Andini.


"Tapi aku janda" cicit Andini pelan.


Membuat Kenzie melepaskan pelukan nya, dia mengambil tisue dan mengelap air mata di wajah wanita yang di cintai nya itu.


"Apa semua itu penting?" tanya Kenzie.


Dan Andini mengangguk cepat.


"Kamu masih lajang dan sangat hebat tidak mungkin mendapatkan wanita berstatus janda seperti ku" balas Andini yang sadar diri.


Andini terlalu malu untuk bertemu keluarga Kenzie meski dia tahu keluarga Kenzie adalah keluarga yang sangat humble.


"Itu bukan masalah yang sebenarnya, cukup dengan aku mencintaimu dan kamu mencintai ku aku akan sangat senang dengan hal itu" balas Kenzie tersenyum.


Andini menatap Kenzie dengan wajah seriusnya, ia melihat mata kejujuran di mata Kenzie dan Andini benar-benar merasa bersyukur.


Ini adalah pertemuan setelah 2 tahun, tapi Kenzie rasa ini adalah sesuatu yang seharusnya dia lakukan sejak dulu, dia memang keduluan dengan perjodohan di masa lalu.


"Ken, I Love You" Andini kembali memeluk Kenzie.


"Love you too, malam ini kamu tidur di apartemen ku saja" ucap Kenzie yang kembali menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


Andini hanya mengangguk, dia juga tidak mau pulang ke apartemen nya karena dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama Kenzie.


Dan alasan kedatangan nya kesini pun hanya untuk mencari Kenzie, hanya saja seminggu yang lalu dia bertemu Choky yang seorang pengusaha sukses, hal itu membuat Andini memilih memanfaatkan Choky agar dia bisa bertemu dengan Daffin, mantan dosen nya.


Andini tahu kalau Kenzie bekerja di perusahaan mantan dosen nya, maka dari itu dia memilih memacari Choky dan mengaku lajang agar Choky mau berpacaran bersama nya.


Tak lama kemudian mereka sampai di apartemen Kenzie.


Kenzie dan Andini masuk ke apartemen nya, mata Andini menatap kaget melihat unit apartemen yang berantakan.


"Astaga, kamu benar-benar tidak berubah" Andini tertawa.


"Ada kamu, aku sengaja membawa mu untuk menjadi pelayan di apartemen ku" balas Kenzie sambil tersenyum.


"Ogah, udah ahk aku mau tidur ngantuk banget" Andini melewati Kenzie begitu saja.


Membuat Kenzie mengejar Andini yang masuk ke dalam kamar nya, dengan santai Kenzie memeluk Andini dari belakang.


"Ken jangan nakal" kata Andini.


Mata keduanya bertubrukan, cinta lama keduanya benar-benar telah bersemi kembali.


"Aku merasa ini seperti mimpi" Kenzie menatap wajah cantik Andini yang tidak pernah berubah.


"Hem, aku juga merasa ini mimpi Ken, tapi sekalipun nyata aku akan sangat senang" balas Andini sambil tersenyum.


Keduanya larut ke dalam perasaan nya masing-masing, hingga akhirnya Kenzie mendekati wajah Andini dan menempelkan bibir nya di bibir Andini.


Perlahan tapi pasti Kenzie mencium bibir Andini, keduanya larut kedalam ciuman itu dan Andini juga membalas ciuman nya dengan lembut.


Kenzie yang di hadapkan dengan sesuatu yang sangat intim ini merasa iman nya semakin menipis, perlahan tangan nya mulai menyentuh punggung Andini dan terus turun hingga ke bokooong.


Andini membuka matanya merasakan remasan di bokooong nya itu, dia menatap wajah Kenzie dan menggelengkan kepalanya.


"Ken, jangan" ucap Andini tertahan karena Kenzie langsung menaikkan dress nya.

__ADS_1


"Ken" panggil Andini.


"Aku tidak akan melepaskan mu lagi Andin, kita akan bersama setelah ini" kata Kenzie membuka kemeja nya dan melemparkannya ke sembarangan arah.


"Ken, kamu serius ingin melakukan ini?" tanya Andini menahan dada Kenzie.


"Aku tidak mau menjadi si bodoh yang kehilangan kesempatan mendapatkan mu lagi Andin, aku sangat mencintaimu" Kenzie menggesekkan hidung nya ke hidung minimalis Andini.


Andini menatap Kenzie yang saat ini ada di atas tubuhnya, dia menahan tangan Kenzie yang akan meraba bagian dada nya.


"Aku mau jujur Ken" ucap Andini.


"Jujurlah" Kenzie masih asyik menggesekkan hidung nya dengan hidung Andini.


Andini menggulingkan tubuh Kenzie, dan setelah itu dia memeluk Kenzie dari samping.


"Aku masih peraw*n" jelas Andini.


Yang membuat Kenzie menatap wajah Andini lama.


"Satu tahun menikah dia tidak menyentuh mu?" tanya Kenzie tidak percaya.


"Bukan begitu, aku tidak pernah mau berhubungan badan dengan nya, aku tidak mencintai nya jadi aku tidak akan pernah sudi tubuhku di sentuh pria lain" ucap Andini apa adanya.


Kenzie yang mendengar ucapan Andini tertegun, dia tersenyum dan mengecup kening Andini dengan lembut.


"Tanda nya kamu benar-benar sangat mencintai ku" Kenzie mencubit gemas pipi Andini.


"Tentu saja, aku tidak pernah bertemu seseorang yang sangat unik seperti mu" Andini tersenyum sambil menurunkan rok nya.


Dan adegan ranjang keduanya tidak jadi di lakukan, entah karena merasa senang dengan kejujuran Andini atau apa tapi Kenzie benar-benar sangat bahagia.


"Aku akan menikahi mu Minggu depan" kata Kenzie sambil mengusap kepala Andini dengan penuh kelembutan.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2