
Selesai pelatihan Daffin kembali ke perusahaan bersama Kenzie, dan meninggalkan Jessy yang di temani Kimmy.
"Apa nona ingin pergi lagi?" tanya Kimmy.
"Hem, aku rasa aku butuh makanan manis" balas Jessy.
"Bagaimana dengan coklat?" tanya Kimmy lagi.
Jessy terdiam nampak menimbang lalu dia pun akhirnya memilih mengangguk
"Coklat panas seperti nya akan membuat aku lebih rileks" kata Jessy santai.
Kimmy berpikir dimana tempat yang menjual coklat panas terenak, dan setelah berpikir beberapa menit dia akhirnya ingat jika ada satu cafe yang sedang viral, dan coklat panas buatan pelayan nya sangat enak.
"Pak kita ke cafe X" kata Kimmy pada supir.
"Siap nona" sahut supir langsung tancap gas.
Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai, Jessy dan Kimmy buru-buru masuk ke cafe tidak dengan supir yang menunggu sambil merokok di bangku yang ada di luar cafe.
Kimmy memesan dua coklat panas, dan setelah itu keduanya menunggu sambil berbincang kecil.
Di saat keduanya sedang menunggu tiba-tiba Jessy mendengar suara keributan, dia tertarik dengan keributan itu karena di sana ada seorang nyonya kaya dan gadis muda yang bertentangan.
"Aku seperti tidak asing dengan suara itu" gumam Jessy masih melihat dari kejauhan.
Karena penasaran Jessy pun pergi ke kerumuman, dan saat Jessy melihat siapa yang sedang beradu argumen itu dia tersenyum.
Di depan nya ada Laura, musuh bebuyutan nya dan seorang wanita kaya yang bisa Jessy ketahui mungkin dia adalah seseorang yang di rugikan oleh Laura.
"Permisi, apa tidak bisa bicara baik-baik, nyonya dan nona" Jessy berbicara sangat lembut.
__ADS_1
Membuat wanita kaya itu langsung melirik ke arah Jessy.
"Tidak bisa baik-baik, dia sudah di beri peringatan tapi masih tidak bisa menepati janji nya" kata wanita kaya itu.
Jessy melirik Laura, dia juga ingin mendengarkan penjelasan Laura, tapi saat melihat wajah acuh Laura Jessy bisa menduga sepertinya Laura yang bermasalah di sini.
"Apa dia menganggu anak anda nyonya?" tanya Jessy kepo.
"Bukan anak, tapi dia menjadi simpanan suami saya, padahal suami saya itu sudah tua kenapa dia masih mau menjadi simpanan suami saya" wanita itu menjelaskan penyebab nya.
Rasanya Jessy ingin tertawa keras, dia tidak bisa membayangkan jika primadona di kampus nya itu menjadi seorang wanita simpanan pria tua.
"Oh astaga, aku benar-benar tidak menyangka jika Laura bisa berbuat seperti itu, dia terlihat manis saat di kampus, maafkan teman ku ya Nyonya" Jessy mengatakan nya dengan penuh penyesalan.
"Dasar berwajah dua, aku yakin wanita itu sedang menertawakan ku." batin Laura kesal.
Wanita tua itu menghembuskan nafas nya kasar, dia melihat ke arah Jessy lalu melihat ke arah Laura dengan wajah yang masih menahan kesal.
Kimmy melihat semua itu dan dia tidak bisa berkata-kata lagi karena majikan nya benar-benar wonder woman.
Dan setelah itu wanita kaya itu pergi membawa sedikit kesal, Jessy melirik Laura dia tersenyum miring lalu ia pun pergi ke tempat duduknya.
Laura melihat itu sedikit kesal, secara tidak langsung Jessy telah mengejek nya dan itu benar-benar penghinaan untuk nya.
"Apa maksud mu membantu ku tadi hah!" Laura menatap kesal Jessy.
"Maaf nona bicara yang sopan, nona Jessy sedang hamil saya tidak mau karena suara anda yang keras itu membuat nona Jessy kenapa-kenapa" kata Kimmy memberikan peringatan.
Nona Jessy?
"Haha sejak kapan dia jadi nona? apa dia menikahi seorang pria kaya?" Laura mengatakan nya dengan nada mengejek.
__ADS_1
Membuat Kimmy mengangguk cepat.
"Apa anda tidak pernah menonton televisi nona? berita tentang seorang istri pengusaha sukses selalu ada di tranding pertama, dan seperti anda terlalu fokus pada suami orang ya" celetuk Kimmy yang entah kenapa mampu mengatakan kata itu.
Jessy tertawa menonton drama seru di depan nya, ia menyaksikan drama itu sambil minum coklat hangat nya, dia rasa Kimmy akan menjadi wanita bar-bar seperti dirinya.
"Oh ya? jadi dia adalah wanita yang menikahi tuan Daffin Putra Chris? pengusaha muda itu?" Laura pura-pura terpukau.
Dan Jessy tau itu, dia tidak menyahut karena ingin menunggu sampai di mana keberanian Kimmy.
"Dan kau siapa nya? apa kau salah satu penjilat nya?" lanjut Laura yang membuat Kimmy sedikit marah.
"Jaga bicara mu!" kata Kimmy menatap tajam Laura.
"Ayo tampar saja Kim, kalau perlu rambutnya botakin aja gemes banget aku" batin bumil.
"Apa? kau takut padaku hah!" Laura semakin menantang.
Entah siapa yang memulai tapi saat ini kedua saling jambak menjambak rambut masing-masing, Jessy hanya menjadi penonton dan dia cukup terhibur dengan apa yang dia tonton.
"Kimmy pukul saja hidung nya, itu aset nya" kata Jessy memberikan arahan.
Kimmy melakukan nya, tapi sayang nya Kimmy melakukan nya terlalu keras sehingga hidung Laura berdarah.
Tanpa Kimmy sadari lengan Laura mengambil gelas berisi coklat hangat, dia berniat memukulkan ke kepala Kimmy tapi langsung di tahan oleh Jessy.
"Harus seimbang dong masa iya tangan kosong lawan tangan memegang gelas, kan nggak lucu" ucap Jessy mengambil kembali gelas nya dengan santai.
Dan hal itu jelas membuat kemarahan Laura tak terkendali.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏