Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Pentol


__ADS_3

Bugggg !


Terdengar suara gebrakan meja, tapi hal itu jelas tak membuat kedua wanita yang duduk berdekatan itu menjadi mereda amarah nya.


"Dia yang memulai!" kata Kimmy mengadu.


"Hey jangan memutar fakta, kau.yang memulai mengganggu ku, dasar rubah" Laura tidak mau kalah.


"Kalau aku rubah kau apa? simpanan Om-om?" Kimmy menjawab dengan ketus.


Jlebb !


"Oh Kimmy ku kau hebat teruskan aku akan menggaji mu 3x lipat cantik." gumam Jessy yang masih menonton dengan memakan es krim.


Kimmy dan Laura di bawa keruangan keamanan, dan Jessy tentu saja ikut meski dia hanya menonton pertunjukan yang belum selesai.


"Apa kalian tidak bisa diam?" tanya kepala keamanan memijat pelipisnya yang terasa pusing.


Dia sudah sering di hadapkan dengan keadaan seperti ini, tapi sepertinya baru kali ini ada dua wanita yang sangat gila seperti dua wanita di depan nya.


"Tidak!" balas keduanya kompak.


"Apa kamu lihat-lihat, dasar babu" kata Laura yang tahu jika Kimmy adalah asisten Jessy.


"Babu lebih terhormat dari pada menjadi simpanan Om-om, ihk najis" celetuk Kimmy dengan wajah yang mengejek.


Laura mengeretakan gigi nya, hidung nya masih berdarah karena insiden tadi di cafe, begitupun dengan Kimmy yang memiliki bekas cakar kuku Laura di bagian leher nya.


Dan keduanya sama-sama merasakan sakit dengan cidera yang keduanya miliki, tapi masing-masing masih belum ada yang mengalah.


Hal itu membuat kepala keamanan bingung, dan dia memilih melaporkannya ke polisi saja, Laura yang pernah punya kasus tentu saja tidak mau mendapatkan masalah, dia memilih damai meski enggan.


Saat masih kuliah dia ketahuan mengkonsumsi barang haram, belum lagi dia juga memiliki kekasih yang pengedar sehingga membuat Laura tidak aman jika berhadapan dengan polisi.


"Dia seperti nya pernah punya kasus" kata Kimmy melihat wajah pucat Laura mendengar kata polisi.


"Hem, dia orang bermasalah sejak di kampus, aku bahkan pernah menjadi target bully nya hanya saja dia tidak bisa membully ku mengingat aku selalu bisa melawan nya" jelas Jessy.

__ADS_1


Kimmy hanya mangut-mangut, dia melihat jam dan langsung kaget karena dia menghabiskan waktu majikan nya untuk hal konyol.


"Tuan sudah pulang nona, astaga mati aku" Kimmy ketakutan.


Jessy yang melihat itu hanya tersenyum, dia mengajak Kimmy keluar karena masalah nya sudah beres.


"Tenang saja tuan mu akan luluh jika di kasih apem" kata Jessy fulgar.


"Apem?" beo Kimmy tak paham.


Jessy menepuk jidatnya pelan, dia lupa kalau Kimmy adalah bule asli.


"Apem itu kue dan suami ku suka itu" jelas Jessy sambil tertawa.


Dan Kimmy sangat yakin jika itu bukan arti yang sebenarnya, apalagi melihat tawa renyah majikan nya yang terlihat menertawakan hal konyol.


"A**ku harus tau apa arti apem, itu pasti bahasa alien lagi" batin Kimmy lalu mengejar Jessy yang sudah hampir sampai di dekat mobil.


"Nanti mampir di gerai cake pak" kata Jessy.


"Apa masih lapar nona?" tanya Kimmy.


Dan Kimmy tak menjawab lagi, dia memilih diam karena hampir setiap malam dia melihat keromantisan majikannya.


Tak lama setelah itu mobil pun sampai di besmen, Jessy meminta Kimmy membawakan paper bag berisi beberapa cup cake milik nya, sedangkan dia berjalan santai dengan membawa tangan kosong.


Daffin yang ada di kamar melihat istrinya baru datang pun memberikan sinyal jika dia kesal, dan Jessy yang melihat itu tak menghiraukan suaminya.


"So marah nggak dapat jatah masuk gua baru tahu rasa." gerutu Jessy sambil masuk begitu saja ke kamar nya.


"Honey!" panggil Daffin akhirnya.


"Aku cape" balas Jessy duduk di sofa dekat sudut kamar.


"Pergi kemana saja, kenapa telpon tidak di angkat hah? kau tau aku khawatir dengan mu, lain kali beritahu kalau akan pergi lama" cerocos Daffin seperti ibu-ibu rempong.


"Apa sudah selesai?" tanya Jessy sangat santai.

__ADS_1


"Honey" Daffin sangat gemas melihat wajah datar sang istri.


Daffin mendekat dan langsung menghujani kecupan di wajah istrinya, yang membuat Jessy sedikit kegelian karena suaminya juga memberikan jilatan.


"His aku seperti memiliki peliharaan dogy" celetuk Jessy.


"Aku suami mu, ingat satu hal itu" kata Daffin tegas.


"Ya ya, tapi kau menjilati wajah ku seperti tulang, hiss kau makan apa? kenapa bau sekali" Jessy mencium sesuatu.


Dan seketika membuat kegiatan Daffin berhenti, Daffin menatap wajah istrinya dan dia memperlihatkan gigi putih nya yang di sela-sela nya ada cabai.


"Aku makan makanan di kulkas, apa ya namanya lupa" Daffin berhenti bicara.


"Pentol?" Jessy menjawab.


"Ahk itu, makanan nya benar-benar pedas dan__" ucap Daffin terhenti karena Jessy menggigit tangan nya.


"Aaa honey sakit!" ringis Daffin kesakitan.


"Biarkan saja! siapa suruh makan pentol dari Cantika! " kesal Jessy masih menggigit tangan Daffin.


Kemarin Cantika mengirimkan makanan untuk Jessy, itu adalah pesanan Jessy yang mengidam makan pentol, dan setelah makanan nya sampai Jessy tak langsung memakan nya karena kepedasan.


Tapi dia tidak percaya jika apa yang dia mau malah habis di makan suami nya, Cantika membawa pentol nya khusus di kirim oleh Mom Tara, dan sekarang bahkan Jessy tak bisa merasakan nya.


"Honey" panggil Daffin setelah gigitan terlepas.


"Diam, pokok nya kamu aku hukum dapat libur panjang di ranjang titik!" kesal Jessy sambil berjalan ke kamar mandi.


Bukkk !


Pintu kamar mandi tertutup dengan keras, Daffin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hanya gara-gara pentol aku tidak dapat jatah? yang benar saja" gumam nya geram bukan main.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2