Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Meledak


__ADS_3

"Kau dari mana?" tanya Daffin saat melihat Jessy yang baru pulang.


Jessy yang baru masuk menghentikan langkah nya, dia melirik Daffin dengan tatapan malas nya.


"Aku kemana pun apa perduli mu?" tanya Jessy cuek.


"Aku bertanya pada mu! seorang wanita hamil keluar malam-malam tanpa sepengetahuan suaminya, apa itu bisa di bilang baik?" Daffin kembali tersulut emosi.


"Kau bertanya kan? oke akan ku jawab pertanyaan mu itu, aku baru pulang dari party Bos temanku, kau puas?" Jessy mengatakan nya dengan malas.


Dia sedang tidak mood untuk bertengkar, Jessy berjalan begitu saja dan pergi ke kamar nya.


Daffin terlihat kesal mendengar penuturan Jessy tadi, party? kata itu terus terngiang di telinga nya.


"Apa wanita itu sudah kehilangan otak nya kembali mencari pria lain, kurang ajar" marah Daffin yang berpikir jika Jessy party bersama pria.


Daffin berjalan ke kamar nya dan tanpa permisi dia masuk begitu saja membuat Jessy yang sedang membuka pakaian nya tersentak kaget.


"Kau gila!" teriak Jessy marah.


"Aku gila? kau yang gila jika kau tidak punya uang jual dirimu padaku, jangan pada pria lain! aku suami mu" Daffin mencengkram leher Jessy kuat.


"Hey lepaskan, kau ingin membunuh ku" Jessy mencoba berontak.


Tapi Daffin yang marah malah menarik jessy yang tanpa sehelai benang pun itu ke ranjang, dia membuka dasi nya dan tanpa ragu mengikat tangan Jessy.


"Kau mau apa!" Jessy ketakutan melihat mata tajam Daffin.


"Diam kau, sudah ku bilang bukan diam di sini dan jangan kemana-mana" Daffin membuka kemeja nya dan melemparkannya ke sembarangan arah.

__ADS_1


Deg..


Jantung Jessy berdetak kencang tak kala melihat dada kotak-kotak milik Daffin.


"Jangan bodoh Jess, dia orang yang sangat kau benci." batin Jessy.


"Don't touch me, damn it!" geram Jessy sedikit berteriak.


"Diamlah, kau pikir aku bernafsu setelah melihat mu dengan mata kepala ku sendiri bertemu pria lain hah! tidak kau harus mendapatkan hukuman" Daffin membuka semua pakaian nya.


Dia dengan mata kepalanya melihat Jessy yang bertemu seorang pria, dan Daffin melihat itu di pesta sahabat nya.


Jessy mencoba berontak lagi, Daffin berada di atas nya dan sudah mengendalikan tubuhnya yang sekarang terasa sangat susah bergerak.


"Jangan" kata Jessy memohon.


"Arghhh no Daffin!" teriak Jessy kesakitan.


"Daffin! stop" teriak Jessy lagi.


Tapi Daffin yang saat ini matanya tertutup kabut gairah se*s tentu saja tidak bisa berhenti di tengah jalan, dia malah dengan santai memasukan nya hingga membuat Jessy melotot sempurna.


"Daffin anj***" teriak Jessy benar-benar merasa terhina.


"Diam kau Fu*k, kau wanita murahan sudah beruntung aku mau menikahi mu" balas Daffin semakin memainkan kendali nya dalam menikmati tubuh Jessy.


Jessy mengereng merasakan jika Daffin benar-benar bermain kasar, Jessy menangis dengan wajah menyedihkan.


"Aku akan pulang, aku tidak suka di perlakukan seperti ini, aku tidak suka." batin Jessy yang hanya bisa menangis dalam diam.

__ADS_1


Daffin benar-benar gila, dia memper**a Jessy bagaikan Jessy adalah mainan nya, dan dia bisa sesuka nya melakukan yang dia mau, jambakkan dan gigitan pun tak luput dia lakukan.


Sekali lagi Jessy hanya bisa menangis lagi, dia tidak menyangka jika kehidupan nya akan seburuk ini, dia tidak ingin anak nya mengenal Daffin, pria tidak punya hati yang memperlakukan nya sangat buruk.


"Kau puas!" Jessy mengusap air matanya setelah Daffin melepaskan dasi yang mengikat tangan Jessy.


"Lumayan" balas Daffin malah santai.


Plakkk !!


Jessy menampar pipi Daffin keras, dia benar-benar akan membenci pria itu dalam hidupnya.


"Beraninya kau!" Daffin menatap tajam Jessy.


"Aku ingin kita bercerai!" teriak Jessy histeris.


"Kau pikir aku akan bertahan dengan Istri seperti mu, tentu tidak karena setelah kau melahirkan aku akan menceraikan mu" balas Daffin sombong.


Jessy mendengar itu sedikit lega, dia tidak perduli lagi dengan masa depan anak nya, Jessy bisa mencari suami baru yang bisa menerima bayi nya, dan itu bukan Daffin.


"Baiklah aku akan menulis kata-kata mu dalam materai nanti, dan jika DNA kamu dan bayi ku sama jangan harap kamu bisa mendapatkan bayi ini, dia anak ku!" tegas Jessy lalu pergi dengan membawa pakaian nya yang berserakan tadi keluar dari kamar.


Jessy memakai kembali pakaiannya di kamar mandi luar, dan setalah itu Jessy yang belum minum susu hamil memilih meminum susu kehamilan nya, dia tidak mau bayinya kekurangan sedikit pun gizi.


"Jangan takut sayang, pria pemarah itu tidak akan bisa menjauhkan mu dari Mommy, dia hanya benalu dalam hidup kita, jangan pikirkan pria itu meski dia adalah Ayah mu"


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2