Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Bonus Chapter 3


__ADS_3

Jessy melihat Choky yang berjalan ke arah nya, dia langsung mengambil baby Cilla dari gendongan suaminya lalu berlalu pergi.


"Aku yakin Boneka Choky itu sedang kebingungan mencari Kimmy" gumam Jessy sangat yakin.


Andini mendengar ucapan Jessy, dia mengikuti Jessy hingga sampai taman belakang.


"Kau mengikuti ku?" tanya Jessy sadar akan langkah nya di ikuti.


"Aku mendengar kamu memanggil nama Kimmy apa dia ada di sini?" tanya Andini kepo.


Andini tidak memakai embel-embel nona lagi, dia lebih nyaman dengan memanggil nama apalagi usia nya dan Jessy tak jauh berbeda.


"Kesini" Jessy menyuruh Andini mendekat.


Andini mendekat dan Jessy langsung membisikan sesuatu di telinga Andini, yang seketika membuat mata Andini membulat sempurna.


"Seriusly?" tanya Andini.


"Ya, kau harus tutup mulut biarkan boneka Choky itu kebingungan mencari Kimmy" jelas Jessy lagi.


Andini mengangguk sembari tertawa, tidak percaya masalah Kimmy lebih ribet dari nya.


Keduanya mengobrol sembari melihat baby Cilla yang sudah mau belajar berdiri, Jessy membiarkan baby Cilla bermain di taman agar putrinya dekat dengan alam.


Selain itu ini salah satu alasan dirinya meminta liburan ke villa ini, dia ingin putrinya bisa bermain dengan alam.


Sedangkan di beranda depan nampak Daffin yang di tarik oleh Choky, dia terus memaksa Daffin membantu nya mencari Kimmy.

__ADS_1


"Aku masih mengingat kata-kata mu di kantor, atau kau lupa?" Daffin sangat kesal.


"Ck, saat itu aku sedang kesal saja" Choky beralasan.


"Kesal? sampai memberikan kata-kata jala*g? kau gila?" Daffin membalas sinis.


Membuat Choky menghembuskan nafasnya panjang, Kenzie mendengar obrolan keduanya dan dia hanya acuh sambil memejamkan matanya merasakan betapa damai nya hidup nya.


Istri punya, uang punya, pekerjaan pun dia punya dua profesi yaitu menjadi dokter dan asisten seorang CEO besar.


"Nikmat apa yang kau dustakan, astaga aku benar-benar menjadi orang terbahagia" batin Kenzie sambil memejamkan matanya.


Dan melihat Kenzie yang santai seketika membuat Choky semakin kesal, Daffin melihat itu hanya cuek karena apa yang Choky tuai adalah karena sikap nya yang tidak baik.


"Sebenarnya kau apakan Kimmy sampai dia minggat?" tanya Daffin kali ini kepo nya meningkat.


Kenzie membuka matanya, dia juga penasaran untuk mendengar cerita Choky, dan yang pasti setelah tau cerita itu dia hanya akan mentertawakan Choky.


Daffin agak syok mendengar kejujuran teman nya itu, tidak menyangka jika malam dimana istrinya meminta Choky menemani Kimmy dan baby Cilla malah menjadi malam panas mereka.


"Kau melakukan hal besar, dan kau meragukan nya" kata Daffin melihat Choky.


"Tapi dia membohongi ku" balas Choky tak mau kalah.


"Dan kau menikmati tubuh nya kan? apa itu tidak cukup?" tanya Daffin yang sudah pintar.


Dulu dia juga adalah seorang pecundang seperti Choky, tapi dia tidak akan mengulangi kesalahan bodoh itu lagi.

__ADS_1


Kenzie mengetik di internet kenapa tidak ada darah di malam penyatuan yang pertama, dan dia cukup kaget karena itu sudah biasa dan kemungkinan hormon dalam Kimmy sedang tidak sehat.


"Ternyata kau bodoh ya" celetuk Kenzie.


"Apa maksud mu?" Choky menatap horor Kenzie.


Kenzie memberikan ponselnya pada Choky, sebagai dokter dia cukup paham hal itu dan seharusnya Choky bisa membedakan rasanya Virg*n dan yang tidak.


Choky membaca sampai habis, dia terdiam nampak berpikir dan itu cukup lama hingga akhirnya Choky ingat jika Kimmy menjerit sakit bahkan dia mencakar kuat-kuat punggung nya.


"Apa selama ini aku salah, darah virg*N tidak membuktikan seseorang virg*n tapi aku tentu harusnya bisa merasakan nya bukan." Choky membatin.


Daffin melirik Kenzie, dan asisten yang memiliki kepintaran di bidang medis itu tentu hanya bisa memijat pelipisnya.


"Kenapa kalian tidak mengatakan nya pada ku" kesal Choky membanting ponsel Kenzie.


"Ponsel ku!" kesal Kenzie.


Tapi Choky acuh, dia malah berlari ke arah villa nya membuat Kenzie sangat kesal bukan main.


Kenzie mengambil ponselnya, dan dia menghembuskan nafas nya kasar karena ponselnya tidak kenapa-kenapa.


"Huh gagal dapat ponsel baru" gerutu Kenzie mengusap ponselnya.


Daffin yang mendengar itu seketika langsung muak, dia tidak habis pikir dengan sifat matre asisten nya yang tidak pernah hilang.


"Semoga anak nya tidak seperti bapak nya, heran sifat matre di pelihara, belum lagi hemat bin pelit nya Astaga" batin Daffin merinding.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2