
"Ahk iya Daff kau belum mengenalkan istrimu, apa dia cantik?" tanya Choky yang saat ini sedang berkunjung ke perusahaan teman nya.
Daffin mendengar pertanyaan dari teman nya seketika melihat dengan wajah datar nya.
"Aku hanya bertanya dan kau menatap ku seperti aku membuat kesalahan" Choky masih penasaran dengan wajah istri Daffin.
Yang dia tahu hanya Daffin yang sudah menikah, tapi dia tidak tahu seperti apa tipe wanita idaman teman nya itu.
Choky dan Daffin berteman sejak Kuliah, keduanya sama-sama kuliah di new York dan Choky melanjutkan perusahaan keluarga nya, sedangkan Daffin dia baru merintis tapi karena perusahaan Daffin banyak mendapatkan dana bantuan dari Daddy nya perusahaan yang di kelola Daffin bisa dalam sekejap menjadi besar.
Bahkan perusahaan Daffin mengalahkan perusahaan Choky, yang berarti perusahaan Daffin 3x lebih besar dari Choky.
"Kau sendiri apa masih betah menduda?" tanya Daffin malah balik bertanya.
"Kau di tanya malah balik bertanya" Choky menggelengkan kepalanya.
"Kenapa? itu hak ku tidak menjawab pertanyaan mu" balas Daffin sewot.
Membuat Choky bisa menduga jika istri Daffin mungkin jelek, dan itu kenapa Daffin malu memperlihatkan istrinya ke media ataupun orang di sekitar nya.
"Seperti nya kau menikahi alien, ya itu pasti" kata Choky lagi.
Yang mana hal itu membuat pulpen seketika melayang ke arahnya, tapi Choky langsung menghindar yang membuat Daffin semakin kesal di buatnya.
"Jika kedatangan mu untuk menggangguku enyahlah! aku sedang tidak mood" kesal Daffin sambil mengalihkan pandangannya pada laptopnya.
Dan Choky masih tetap duduk di tempat nya, dia tersenyum kecil membayangkan betapa cantiknya gadis idaman nya.
"Besok malam, ya aku harus bisa membawa nya ke pesta di perusahaan Daffin, dia harus melihat jika selera ku dan selera nya sangatlah jauh." batin Choky tersenyum kecil.
__ADS_1
Daffin melihat Choky yang senyum-senyum sendiri merasa merinding, dia mengambil pulpen nya lagi dan..
Pletakkk !
Pulpen itu tepat mengenai kening Choky, membuat Choky sedikit meringis sakit.
"Sial!" Choky menatap tajam Daffin.
"Apa? aku hanya menyadarkan orang gila yang sedang bermimpi" Daffin menjawab santai.
"Ck, lihat saja besok malam aku akan membawa gadis cantik agar kau tau siapa yang paling tampan di antara kita" Choky memberikan tatapan meledek.
"Dan aku tidak perduli, pergi sana aku sedang fokus dengan pekerjaan ku" usir Daffin kesal.
Dan mau tak mau Choky pun pergi sebelum makan siang, sebenarnya niatnya ke sini adalah untuk mengajak Daffin makan siang dan sekaligus mencari sosok Jessy di jalanan.
Dia sangat yakin jika Jessy adalah jodoh nya, dan pertemuan mereka selalu tiba-tiba sehingga Choky merasa jika pertemuan selanjutnya dia akan membawa Jessy ke pelaminan.
Dia mengambil minum lalu meminum setengah nya, Daffin bingung malam ini apa dia harus membawa Jessy atau tidak, tapi kalau dia sampai sendirian pasti pihak media dan yang lain nya akan berpikir jika Daffin menyembunyikan pernikahan nya.
Tapi bukan itu yang Daffin takutkan, dia hanya malas mendapatkan Omelan dari Mom Tara dan Cantika adiknya, belum lagi nanti malam juga akan ada Devan kakak Pertamanya yang pastinya akan membawa istri nya juga.
"Bisa besar kepalanya kalau aku meminta nya menemani ku pergi ke pesta, huh." Daffin masih bimbang untuk mengajak Jessy.
Menjelang malam Daffin pulang, dia melihat jessy yang sedang mengobrol dengan Ambar.
Ambar datang karena dia mendapatkan telpon dari kepolisian jika copet yang menjambret tas Jessy sudah ditangkap, dan Ambar memgembalikan tas Jessy ke Penthouse.
"Bentar Am, aku akan melihat nya dulu" kata Jessy beranjak berdiri.
__ADS_1
"Kalau begitu aku pulang saja Jess, aku sangatlah lelah dan butuh tidur" balas Ambar yang ikut berdiri.
"Kau masih tidur bersama Wilson?" tanya Jessy to the poin.
Ambar hanya mengangguk sebagai jawaban, Jessy yang melihat itu hanya tersenyum lalu membiarkan Ambar pulang ke rumah nya.
Sedangkan Jessy dia masuk ke kamar nya, Jessy tidak melihat Daffin karena Daffin sedang di kamar mandi.
Dan tak lama setelah itu Daffin keluar dari kamar mandi, Jessy hanya melihat dia menunggu sampai Daffin selesai berpakaian.
"Aku mau ponsel baru" ucap Jessy pelan.
Daffin melirik Jessy dan Jessy yang di lirik hanya memperlihatkan wajah datarnya, tidak seperti orang yang ingin meminta di belikan barang oleh suaminya.
"Beli saja apapun yang kau mau, selama kau menjadi istriku kartu itu milik mu" kata Daffin sambil memainkan ponselnya.
Bukan tanpa sebab Jessy ingin membeli ponsel baru, itu semua karena ponsel lama nya rusak karena terjatuh saat si pencopet di kejar-kejar polisi.
"Tapi ada syaratnya" lanjut Daffin tiba-tiba.
"Apa?" tanya Jessy malas.
Daffin terdiam sebentar, lalu dia melirik Jessy yang juga tengah menatap nya.
"Malam ini aku akan memeluk mu, jangan geer kenapa aku ingin memeluk mu itu semua karena bayi kita" tegas Daffin yang tanpa sadar mengatakan bayi kita.
"Jadi sekarang batu mau mengaku?, Ck.. sudah ngidam saja baru tahu kalau yang aku kandung anak nya, dasar bahlul." gerutu Jessy takut nanti malam terjadi penyatuan.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏