
Tiga hari setelah kejadian itu Jessy dan Daffin bahkan tak saling menyapa, seperti biasa keduanya tidur satu ranjang tapi tak pernah saling membuka pikiran nya akan ego masing-masing.
Daffin pergi begitu saja karena dia tahu Jessy tak masak ataupun menyiapkan makanan untuk nya, dia sudah biasa akal hal itu.
Dan setelah Daffin pergi Jessy menghela nafasnya lega, dia berjalan ke dapur dan melihat roti bakar nya yang gosong masih ada di wajan.
"Tadinya aku membuatkan untuk nya, tapi mengingat dia selalu marah-marah tidak, aku harus membuang roti ini" Jessy pun memilih membuang nya ke tong sampah.
Ya meski ego nya tinggi tapi Jessy juga masih memiliki perasaan untuk menyiapkan makanan, setidaknya roti bakar yang dia bisa.
Tapi sayang nya tadi saat Daffin dan dirinya berdebat Jessy melupakan roti nya hingga berakhir menjadi roti gosong seperti ini.
Karena tidak mau memikirkan hal yang menyebalkan Jessy pun memilih membuat bubur, Jessy yang baru belajar masak menyalakan kompor dan mulai memasak bubur.
Cukup sulit untuk pemula seperti dirinya, tapi Jessy terus berusaha apalagi kata Mommy nya bubur adalah makanan paling mudah di buat.
Saat sedang fokus memasak tiba-tiba Jessy mendengar suara bel di unit nya, membuat Jessy memilih mematikan kompor nya dan setelah itu dia berjalan ke arah pintu.
Ceklek..
"Hallo" sapa seorang wanita cantik dengan senyuman ramah nya.
"Siapa?" tanya Jessy menatap bingung sosok di depan nya.
Apa dia pacar pria tua itu? hiss kalau benar aku benar-benar tidak bisa mentoleransi nya lagi. batin Jessy menggerutu.
Cantika menatap wajah bingung iparnya, dia meminta masuk tapi Jessy dengan tegas tidak memberikan nya masuk membuat Cantika menahan tawa nya.
"Astaga kau ini sangat lucu, sebentar dulu aku telpon Mommy dulu" ucap Cantika sambil tertawa kecil.
Jessy menunggu apa yang akan di lakukan wanita itu, hingga akhirnya..
__ADS_1
"Kau selalu mengganggu Mommy, ada apa?" terdengar suara Mom Tara.
"Mommy" Jessy langsung melihat ke arah ponsel yang ada di tangan Cantika.
"Mom, kau tau kakak ipar tidak membiarkan aku masuk kedalam Penthouse nya, ini benar-benar menyebalkan bukan" ucap Cantika mengadu.
Kakak ipar?
Jessy terdiam sebentar, dia melihat sekali lagi wanita bule di depan nya hingga akhirnya ia sadar kalau Cantika sangat mirip dengan Daffin suami nya.
"Apa kamu adik nya Daffin?" tanya Jessy polos.
"Oh my God, kau dengar sendiri kan Mom? dia benar-benar tidak mengenaliku" Cantika masih membuat drama nya.
Membuat Mom Tara di sebrang telpon merasa sebal memperhatikan nya.
"Sudahlah, Jess dia adalah Cantika adik ipar kamu, Mommy harap kamu betah bersama dia karena putri Mommy yang satu ini agak cerewet dan rusuh" celetuk Mom Tara yang sekali lagi tidak pernah memiliki niat untuk membagus-baguskan kelakuan anak nya di mata orang lain.
"Ya, ya masuklah, jangan buat kakak ipar mu pusing ingat kau sudah punya dua buntut, Can" Mom Tara memperingatkan lagi.
"Mommy buntut itu cucu Mommy sendiri, mereka masih anak-anak jangan panggil buntut!" Cantika tak terima.
Jessy masih diam, dia melihat interaksi pembicaraan yang menurutnya penuh dengan drama itu.
"Haha iya iya, baiklah bye Mommy dan Daddy akan pacaran dulu, muach"
Tut !
"Iwwww" Cantika bergedik mendengar kata terakhir dari Mommy nya.
Lalu dia menatap ipar nya dengan tatapan seolah puas.
__ADS_1
"Masuklah, kakak mu sedang pergi bekerjai" ucap Jessy santai.
"Kau sangat datar, bagus untuk kakak ku" balas Cantika yang tidak memasukan ke hati karena sikap Jessy terlalu datar.
Keduanya masuk ke dalam Penthouse Daffin, Cantika melihat ruangan nya yang terlihat rapih dan dia tidak banyak tanya karena kedatangan nya kesini hanya untuk melihat kehidupan kakak nya.
Cantika memang baru tahu, dan setelah tahu jika iparnya pindah ke New York dia benar-benar tidak sabar untuk bertemu Jessy.
"kau tidak mau bertanya?" tanya Cantika.
"Tidak" balas Jessy singkat.
"Ck, jangan terlalu ketus kau tau tidak baik untuk ibu hamil terlihat Arogant" ucap Cantika bohong.
"Benarkah?" tanya Jessy percaya saja.
"Ya, Mommy bilang sebagai ibu hamil kita harus lemah lembut dan bisa menjaga emosi, kalau tidak nanti yang ada bayi nya tidak sehat karena emosi berlebihan saat mengandung itu tidak baik" jelas Cantika panjang kali lebar.
Membuat Jessy yang mendengar nya langsung melihat ke perut nya, Jessy sadar dia suka marah-marah apalagi di tambah mood nya yang tidak jelas semakin membuat nya selalu kalut dalam segala hal.
"Aku punya dua anak, aku paham perasaan mu, jangan sungkan bercerita dengan ku" lanjut Cantika.
"Apa yang akan kamu lakukan jika suami mu tidakqk percaya jika anak yang ada dalam kandungan mu adalah anak nya?" tanya Jessy santai.
Cantika diam beberapa saat, lalu dia mendekatkan bibirnya ke telinga Jessy.
"Aku akan mencincang habis cacing Alaska nya, bahkan jika di perlukan akan aku goreng hingga matang terus aku kasih pada dogi tetangga haha menyenangkan bukan?"
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1