
Satu Minggu setelah kejadian itu Jessy memilih pindah ke tempat dimana dia seharusnya, Jessy rasa dia harus pergi karena Jessy butuhkan saat ini adalah suaminya.
Jessy tak mengatakan kesedihan nya itu, dia menguburnya sendiri karena itu memang adalah kesalahan nya yang harus dia terima jika ada orang yang menghina nya sekalipun.
"Jangan pergi dulu, Daffin juga akan pulang dua Minggu lagi kan" ucap Mom Yerin.
"No Mom, baby Cilla butuh Daddy nya" tolak Jessy.
"Mom biarkan saja, lagi pula Jessy kan memang sudah seharusnya bersama suaminya" Dad James menimpali.
Dia melihat Jessy yang murung beberapa hari ini, dan dia merasa yang Jessy butuhkan saat ini bukan hanya keluarga nya tapi juga suaminya.
Salsa sudah lima hari ini pergi dari rumah, dia minggat ke villa Almrhum Oma dan Opa nya, semua itu karena Mom Yerin tahu jika kesedihan Jessy karena omongan Salsa yang tidak di saring.
Dia tidak memberitahu pada suaminya, karena jika Dad James tahu sudah pasti dia akan marah besar karena Jessy memang sangat di sayang Dad James.
"Hufh, baiklah kamu dan cucu Mommy boleh pergi tapi ingat Mommy juga akan mengunjungi mu nanti" kata Mom Yerin akhirnya mengalah.
"Makasih Mom, maaf merepotkan Mommy Daddy" Jessy memeluk Mom Yerin.
"Kamu memang merepotkan, tapi tidak apa Mommy suka di repotkan oleh anak-anak Mommy, apalagi baby Cilla huh.. Mommy belum puas menggendong nya" Mom Yerin melepaskan pelukan nya dan beralih memangku tubuh mungil cucu cantiknya.
Jessy beralih memeluk sang Daddy cukup lama, dan di balas dengan pelukan yang penuh sayang dari Dad James.
"Jika butuh sesuatu bilang saja pada ipar mu, di sana Cantika dan Nuna tinggal" kata Dad James mengingatkan.
"Iya Dad, mereka juga sudah tidak sabar melihat Baby Cilla" balas Jessy lagi.
Aiden tak ada di rumah dia ikut menemani Salsa karena bujukan Mommy nya, dan Aiden mengatakan jika Salsa selalu menghabiskan hari-harinya di perkebunan teh bersama anak Om Bryan yang bernama Zira dan Antonio anak nya Om Nobles.
__ADS_1
Jessy kembali ke new York dengan menggunakan jet pribadi mertuanya, dia sengaja tidak menelpon sang suami karena ingin memberikan surprise.
Jessy bahkan mematikan ponsel nya dan dia yakin jika saat ini Daffin suaminya sedang kalang kabut karena tidak bisa menghubungi nya, yang otomatis tidak bisa melihat wajah putrinya.
_
"Halo Mom" Daffin akhirnya lega saat panggilan nya menyambung.
"Ada apa Daff?" tanya Mom Yerin.
"Apa Jessy ada? tolong minta Jessy menyalakan ponsel nya aku sangat khawatir" pinta Daffin sedikit memohon.
Mom Yerin di sebrang telpon merasa bingung, tapi saat mengingat Jessy sedang galau saat ini dia pun akhirnya paham.
"Begini Daff, Mommy ingin mengatakan sesuatu pada mu" ucap Mom Yerin hati-hati.
Daffin mempersilahkan Mom Yerin berbicara, dan dia mendengarkan dengan raut wajah yang amat teramat serius.
Dan Mom Yerin juga menceritakan ucapan Salsa yang menyinggung Jessy, harapan Mom Yerin hanya satu yaitu Daffin bisa membuat Jessy melupakan kejadian itu.
"Terimakasih Mom, aku akan menghiburnya" janji Daffin.
"Ya itu harus, dan satu lagi jangan lupakan membelikan Jessy es krim dia sangat suka makan es jika sedang sedih" jelas Mom Yerin.
Dan setelah itu panggilan nya pun selesai, Daffin melihat layar ponselnya dimana ada dua perempuan cantik yang sangat dia cintai.
"Maafkan Daddy, kalian bukan kesalahan karena di sini Daddy yang salah karena Daddy tidak bisa bersikap gentle, Dadddy sayang kalian" Daffin mengecup singkat layar ponselnya.
Jessy sampai di bandara sore hari, dia langsung menuju rumah dengan baby Cilla yang tertidur di pelukan nya.
__ADS_1
"Daddy Cilla datang" gumam Jessy sambil menatap wajah baby Cilla yang terlelap.
Setelah beberapa menit akhirnya mobil milik Wilson pun sampai, Jessy memang meminta tolong Ambar untuk meminjamkan mobil dan supir untuk menjemput nya di bandara.
Ambar tak bisa keluar rumah meski dia ingin, saat ini kandungan Ambar sedang lemah yang membuat Ambar mau tak mau harus banyak menghabiskan waktu di rumah untuk istirahat.
Jessy sampai di Penthouse nya, dia meminta bantuan supir Ambar membantunya membawa barang dan Jessy menggendong baby Cilla.
Ceklek..
"Suprise!" teriak Daffin dengan senyuman nya membawa tiga balon yang memiliki gambar dirinya, sang istri dan putrinya.
"Honey" Jessy yang melihat kejutan itu terharu.
Daffin membawa baby Cilla kegendongan nya, dia mencium kening sang putri lalu berjalan ke kamar nya menidurkan baby Cilla.
Setelah itu Daffin mendekati sang istri, dia mengambil balon gambar keluarga kecil nya itu lalu dia berikan pada sang istri.
"Kamu tau aku datang?" tanya jessy.
"Tentu saja, aku suami yang hebat jadi aku tua kalau istri cantik ku itu akan datang" balas Daffin berbohong.
Jessy tak bisa berkata-kata lagi, dia langsung menghamburkan tubuh nya ke tubuh sang suami tercinta.
"Jangan berpikir yang lain, cukup tahu akan kita saling mencintai dan keluarga kecil kita bahagia, oke" ucap Daffin saat keduanya sedang berpelukan.
Jessy tak membalas dia hanya memeluk tubuh suaminya dengan erat, Jessy benar-benar merasa tenang dalam pelukan suaminya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏