Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Pesta #2


__ADS_3

"Kemarilah" Daffin mengulurkan tangannya.


Jessy yang sedang duduk bersama Ambar itu merasa sungkan, bukan malu tapi dari tadi dia bingung melihat perubahan Daffin yang hampir berbeda 99%.


"Kita menari" ajak Daffin tapi seolah tidak mau di bantah keinginan nya.


"Aku tidak pandai menari" bohong Jessy.


"Jangan berbohong penghui club' malam seperti mu tidak mungkin tidak bisa menari, ayo" Daffin tersenyum mengatakan nya.


Membuat Jessy sedikit kesal, tapi meski begitu Jessy masih tetap menuruti keinginan Daffin yang ingin mengajak nya dansa.


Sebelum memulai dansa Daffin memanggil pelayan dulu, dia meminta untuk dia ambilkan mikropone.


"Selamat malam semuanya, terimakasih untuk para tamu undangan yang sangat saya hormati yang berkenan hadir dalam acara ini" Daffin menjeda ucapan nya.


"Seperti yang kalian tahu jika saya mungkin adalah CEO di perusahaan X, dan kesukaan saya juga tidak di dapatkan begitu saja jika tanpa bantuan rekan dan semua yang bekerja di dalam perusahaan"


"Keluarga dan teman terdekat juga menjadi support terbesar untuk saya bisa sampai di titik ini, dan terimakasih pada kalian yang ada di dalam kehidupan saya karena tanpa kalian saya bukan lah siapa-siapa"


Jessy mendengarkan dengan seksama, dia bukan tipe orang yang suka menonton acara seperti ini, tapi entah kenapa kali ini dia tertarik dalam melihat Daffin yang ada di podium memberikan sedikit kata-kata sambutan.


"Kak Daffin gagah bukan?" bisik Cantika yang tiba-tiba datang.


"Hem" Jessy hanya menyahut pelan, kenyataan nya Daffin memang tampan meski sedikit menyebalkan.


Dan Jessy mengakui nya, wajah Daffin memang bukan tipe nya tapi entah kenapa dia merasa tertarik dan mungkin karena itulah Jessy selalu mau saat Daffin mengajak nya bercinta.

__ADS_1


Daffin yang ada di podium melihat ke arah Jessy, dia berjalan turun dan mendekati Jessy yang sedang bersama adik nya.


"Dan satu lagi saya juga memiliki hal yang spesial dalam hidup saya, dia adalah Jessy Flora, wanita yang saat ini selalu ada menemani kesibukan saya, wanita yang sedang mangandung anak saya" Daffin menjeda ucapan nya.


Cantika melihat gelgat kakak nya yang aneh, dia pun memilih mundur dan kembali kepelukan suaminya, Justine.


Daffin bertekuk lutut di depan Jessy, membuat Jessy bingung dengan semua itu, dan satu hal lagi Daffin mencium punggung tangan Jessy.


"Terimakasih telah hadir dalam hidup ku honey, aku mencintaimu" Daffin tersenyum lalu memeluk Jessy dengan erat.


Sejenak Jessy larut dalam drama ini, tapi dalam hatinya dia masih tidak percaya jika Daffin bisa berubah dalam beberapa jam saja.


"Apa yang terjadi? kau ingin terlihat seperti suami yang mencintai istrinya?" bisik Jessy.


"Kenapa? apa drama ini tidak menarik?" balas Daffin yang juga berbisik.


"Whatever, aku hanya ingin aku terkenal" balas Daffin lagi, lalu di akhiri dengan mengecup kening.


Dari kejauhan Choky melihat itu, dia semakin kesal di buatnya tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena Jessy adalah istri sahabat nya.


"Tuan apa anda akan pulang cepat?" tanya Wilson yang paham situasi ini.


"Tidak, aku masih memiliki pertemuan dengan beberapa rekan bisnis kita jika kau lupa" balas Choky dingin.


Wilson mundur sedikit dan Ambar memegang tangan nya, membuat Wilson tersenyum karena Ambar selalu memahami posisinya.


"Kita akan memikirkan calon untuk tuan Choky, masih banyak wanita cantik sayang" jelas Ambar.

__ADS_1


"Hem, tuan memiliki tipe gadis sederhana" balas Wilson.


"Tidak masalah, banyak gadis sederhana di kota ini aku yakin tuan akan move on cepat, apalagi tuan Choky adalah Pria yang mudah berpaling hati" sahut Ambar lagi.


Dan itu adalah kebenaran nya, Choky memang sangat mudah berpaling seperti sekarang ini dia baru kehilangan istrinya satu bulan, tapi Choky sudah bisa menyukai Jessy, bukan kah itu aneh?.


Daffin membawa Jessy yang kesal ke area dansa, dan hal itu membuat Cantika yang melihat nya gatal ingin berdansa juga.


"Ayo honey kita dansa, perlihatkan pada mereka kalau kita pasangan yang hot" bisik Cantika yang terdengar oleh Devan dan Ayuni.


"Bawa istrimu dansa Justine, dia benar-benar seperti cacing kepanasan" Devan malas mendengarkan suara bisik-bisik mesum adik nya.


"Oh kakak ku yang pengertian, love you kakak" Cantika tertawa lalu ia pun berdansa bersama Justine sang suami tercinta.


Berpacaran dengan Cantika dari remaja membuat Justine sangat mengenal Cantika, dan selama 8 tahun menikah Justine tak pernah bosan dengan Cantika yang di matanya selalu sempurna.


Dan satu hal yang tidak bisa dia pungkiri jika Cantika sangat bawel dan bar-bar, semua itu adalah kelebihan istrinya tapi berhasil membuat nya betah dalam hubungan ini.


"Umi mau dansa?" tanya Devan melirik istrinya.


"Umi akan dansa di kamar saja Abi, apa kata orang kalau Umi dansa pakai syar'i , ayo lebih sekarang kita pulang karena sebentar lagi anak-anak akan mencari Umi Abi nya" balas Ayuni sambil tersenyum di balik cadar nya.


"Baiklah, ayo kita pulang lagi pula Abi sudah tidak betah disini" Devan mengaleng tangan sang istri, dan keduanya pergi dengan saling berpegangan tangan.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2